Howard Carter Penemu Makam King Tut


Howard Carter Penemu Makam King Tut.Seperti biasanya Google pada hari ini melalui desain kreatifnya Goodle Doodle kembali lagi  memperingati hari ulang tahun seorang tokoh arkelolog terkenal dunia, Howard Carter, yang ke 138 (lahir di Inggris pada tanggal 9 Mei 1874).. Dia tercatat sebagai penemu utama dari makam Tutankhamun, Firaun muda yang dikenal juga dengan nama “King Tut”. Pada Doodle, anda dapat melihat kehadiran sosoknya dengan latar belakang beberapa gambar yang menunjukan peninggalan sejarah Mesir kuno. Selain sebagai arkeolog, Carter juga terkenal sebagai ahli ilmu pengetahuan tentang Mesir (Egyptologist).
Tutankhamun (bergantian dieja dengan Tutenkh-,-amin,-Amon), adalah seorang Firaun Mesir dari dinasti ke-18 (memerintah sekitar 1332 SM - 1.323 SM dalam kronologi konvensional). Selama periode sejarah Mesir juga dikenal sebagai Kerajaan Baru .  Nama aslinya, Tutankhaten, yang berarti “Gambar Hidup dari Aten “, sedangkan Tutankhamun berarti” Gambar Hidup dari Amun “
Topeng pemakaman Tutankhamun tetap menjadi simbol popular hingga saat ini. Bahkan masih banyak misteri tentang dirinya yang terus diteliti.  Pada bulan Februari 2010, dari hasil tes DNA mengkonfirmasi bahwa Firaun muda ini adalah anak dari Akhenaten (mumi KV55) dan adiknya/istri (mumi KV35YL), yang namanya tidak diketahui, tetapi diidentifikasi sebagai mumi  ”Si Nyonya Muda”.
Carter mengawali karirnya sebagai arkeolog dimulai pada usia muda. Pada tahun 1891 yaitu ketika berusia 17 tahun, dia telah dikirim oleh Egypt Exploration Fund untuk membantu Percy Newberry, seorang Arkelog juga, yang sedang melakukan penggalian dan penelitian tentang kuburan “kerajaan tengah” yang terletak di Bei Hasan, yaitu situs pemakaman Mesir Kuno.  Terletak sekitar 20 kilometer di sebelah selatan modern Min, Mesir.
Karena kecintaannya pada ilmu pengetahuan Mesir, Carter sempat mengundurkan diri dari Dinas Purbakala pada tahun 1905 karena terlibat keributan di tempat umum, dimana ia membela penjaga situs Mesir ketika berselisih paham dengan sekelompok wisatawan Prancis. Pristiwa ini kemudian dikenal dengan “Saqqara Affair”.

Topeng mumi Tutankhamun, ikon terpopuler untuk Mesir kuno di Museum Mesir (Wikipedia.org)
Topeng mumi Tutankhamun, ikon terpopuler untuk Mesir kuno di Museum Mesir (Wikipedia.org)
Tiga tahun setelah pegunduran dirinya, Carter kembali lagi dipekerjakan di bidang yang sama oleh Lord Carnarvon untuk mengawasi penggalian yang telah dimulainya sejak tahun 1907. Pada saat itu Carter diperkenalkan dengan metode dan sistem pencatatan  arkeologi modern oleh arkelog pendahulunya Gaston Maspero.

Sejak bergabung dengan Carnarvon, Carter dibiayai penuh oleh Camarvon  untuk melakukan pekerjaan penggalian di Lembah Para Raja dari tahun 1914, tapi sempat terputus karena Perang Dunia I hingga 1917. Ketika pekerjaan dimulai kembali  Carnarvon menjadi tidak puas dengan kurangnya hasil penemuan setelah beberapa tahun melakukan penggalian yang sia-sia.  Namun pada, pada tahun 1922, Carmarvon kembali membiayai Carter dengan dana yang lebih banyak lagi dan waktu yang lebih panjang untuk menemukan makam yang ia cari.

Kesempatan yang diberikan Camarvon ternyata tidak sia-sia, pada tanggal 4 November 1922, kelompok penggalian yag dipimpin Carter menemukan tangga yang menuju makam Tutankhamun. Sebuah makam firaun yang kemudian dianggap yang terbaik dan diawetkan paling utuh selama sejarah penggalian di Lembah Para Raja. Ketika itu Carter langsung meminta Camarvon untuk datang melihatnya.

Pada tanggal 26 November 1922,  Carnarvon datang bersama dengan putrinya dan beberapa orang lain, Pada saat itu Carter membuat lubang kecil di sudut kiri atas dari ambang pintu agar dapat mengintip di bawah cahaya lilin. Ketika itu dia melihat banyak harta emas dan kayu hitam.
Setelah mengintip carter kemudian membuat sebuah terobosan lagi ke makam dengan pahat yang diberikan neneknya ketika ia berulang tahun ketujuh bela. Saat itu ia tahu suatu hari nanti ia akan membuat penemuan arkeologi yang menakjubkan.
Ketika melalukan pemahatan ia sama sekali belum mengetahui apakah pada titik tersebut adalah sebuah makam atau hanya “cache“, Pada saat itu ia tidak melihat adanya pintu tertutup yang menjanjikan antara dua patung sentinel.  Ketika Carnarvon bertanya “dapatkah anda melihat sesuatu?”, Carter menjawab dengan kata-kata yang terkenal:. “Yes, wonderful things

Beberapa bulan berikutnya, para pekerja menghabiskan waktu untuk melakukan katalogisasi  semua  isi ruang yang ditemukan di bawah pengawasan Pierre Lacau direktur jenderal Departemen Purbakala Mesir.
Akhirnya, pada tanggal 16 Februari 1923, Carter berhasil membuka pintu yang tertutup, dan menemukan bahwa jalan tersebut memang mengarah pada ruang pemakaman, Dia melihat sekilas sarkofagus Tutankhamun.  Lewat catatan pribadinya dan bukti fotografi, menunjukkan bahwa Carter, Lord Carnarvon dan Lady Evelyn Herbert memasuki ruang pemakaman setelah penemuan makam dan sebelum pembukaan resmi.
Pembersihan makam dengan ribuan benda peninggalan Mesir kuno berlanjut sampai 1932.  Setelah penemuan sensasional, Howard Carter pensiun dari arkeologi dan menjadi agen paruh waktu untuk kolektor dan museum, termasuk the Cleveland Museum of Art dan the Detroit Institute of Arts.
Carter sempat mengunjungi Amerika Serikat pada tahun 1924, dan memberikan serangkaian kuliah di beberapa kota di Amerika Serikat dan dihadiri oleh banyak peserta yang antusias sehingga memicu Egyptomania di Amerika
Pada tanggal 2 Maret 1939,  Carter meninggal karena limfoma (sejenis kanker) di Kensington, London, pada usia 64 tahun.  Jarak waktu kematiannya sejak penemuan besarnya itu, digunakan banyak orang untuk mematahkan adanya anggapan tentang kutukan firaun “akan mengganggu pihak yang melanggar makam Tutankhamun”
Sumber : wikipedia.org, touregypt.net
 

Admin tidak bertanggung jawab atas semua isi komentar ,Mohon dipahami semua isi komentar dengan bijak