Ini dia Para Wanita Perkasa di Jagat Teknologi

Ini dia Para Wanita Perkasa di Jagat Teknologi.Kanselir Jerman Angela Merkel dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton boleh saja didapuk majalah Forbes sebagai wanita paling powerful di dunia. Namun jika berbicara di jagat teknologi, siapa yang paling perkasa?

Seperti diketahui, Forbes baru saja melansir daftar 100 wanita kuat 2012 dalam beragam bidang seperti politik, bisnis, media, teknologi, hiburan dan non-profit. Peringkat mereka ditentukan dengan menghitung kekayaan, kemunculan di media dan dampak secara keseluruhan.

Daftar 100 wanita kuat itu juga meliputi 25 CEO yang mengelola revenue hingga USD 984 miliar. 100 Perempuan itu berasal dari 28 negara, dengan usia rata-rata 55 tahun.

Nama-nama yang muncul di daftar Forbes memang sudah tidak asing lagi alias banyak dari mereka yang telah beberapa kali muncul di daftar tersebut. Namun beberapa di antaranya juga terhitung baru pertama kali muncul.

Fenomena ini juga berlaku di dunia teknologi, dimana ada dua CEO wanita dari raksasa teknologi baru muncul untuk pertama kali di daftar Forbes. Siapa saja para wanita perkasa di jagat teknologi ini? Berikut daftarnya seperti dikutip detikINET dari Forbes:

1. Marissa Mayer



Inilah wanita yang meramaikan pemberitaan di jagat teknologi dalam dua bulan terakhir. Ia adalah Marissa Mayer sang CEO Yahoo.

Marissa digadang-gadang sebagai 'juru selamat' raksasa internet yang sedang terhimpit persaingan. Sebelum menerima pinangan Yahoo, wanita cantik ini merupakan petinggi Google yang juga alumni Stanford University.

Ditunjang dengan parasnya yang menawan, Marissa menjadi cepat terkenal dan disegani. Terlebih lagi, dia memang punya kemampuan dan kepandaian sehingga melesatkan posisinya. Padahal saat ini, ia sedang hamil.

Marissa Mayer lahir tanggal 30 Mei 1975 di Wausau, Wisconsin, Amerika Serikat. Dia adalah anak pertama dan perempuan satu-satunya dari pasangan Michael dan Margaret Mayer. Mayer punya seorang adik laki-laki yang berusia 4 tahun lebih muda darinya.

Kepandaian Marissa tampak menonjol sehingga ia diterima di seluruh universitas tempat di mana ia mendaftarkan diri. Ia bahkan menolak masuk ke Yale University dan memutuskan masuk ke Stanford University. Ia mengambil program studi rumit bernama Symbolic System.

Setelah lulus kuliah, ia mendapat tawaran kerja dari Sergey Brin dan Larry Page yang kala itu sedang sibuk mengembangkan Google. Mayer pun bergabung pada tahun 1999 ketika Google baru punya 19 pegawai. Dia adalah pegawai ke 20 dan satu-satunya teknisi wanita di sana.

Namun akhirnya, ia memutuskan untuk memulai petualangan baru degan menjadi nakhoda Yahoo yang notabene merupakan pesaing utama Google di jagat internet. Sama seperti Meg Whitman, Marissa baru pertama kali masuk daftar wanita paling powerful Forbes.


2. Sheryl Sandberg



Popularitas Facebook yang menjulang tak cuma mencuatkan nama Mark Zuckerberg. Seorang wanita bernama Sheryl Sandberg juga ikut terangkat ketenarannya seiring situs jejaring sosial itu kian meraksasa.

Sheryl sudah empat tahun menjabat sebagai Chief Operating Officer Facebook. Wanita cantik ini juga telah masuk dalam jajaran direksi Facebook sejak Juni lalu.

Pemegang gelar MBA dari Universitas Harvard ini sebelumnya sempat menjabat sebagai kepala staf U.S. Treasury Department saat pemerintahan Presiden Bill Clinton, serta menjadi Vice President Sales & Operation Global Google.

Meski memiliki karir cemerlang, bukan berarti Sheryl melupakan keluarga. Ia pun percaya seorang wanita dapat menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga dengan sama baiknya.

"Saya sangat percaya, wanita dan pria dapat sama-sama sukses untuk urusan karir dan keluarga. Semakin banyak wanita memiliki posisi yang kuat, maka akan semakin terbuka untuk mendapatkan peran tersebut," Sheryl menegaskan.

3. Virginia Rometty


Virginia 'Ginni' Rometty adalah seorang veteran di dunia teknologi yang kini menjabat sebagai CEO IBM. Ia dulunya dikenal sebagai senior vice president and group executive for sales, marketing and strategy.

Rometty berhasil memimpin sejumlah bisnis penting IBM selama dekade terakhir. "Dengan setiap perannya, Rometty menguatkan kemampuan IBM untuk mengintegrasikan IBM dengan klien kami," tutur Palmisano, mantan bos IBM yang telah pensiun.

Rometty tercatat sebagai CEO wanita pertama yang dimiliki IBM. Ia pula yang menggantikan Palmisasno yang sudah menjabat sebagai CEO selama hampir satu dekade.

Sebelumnya, di bawah tampuk kepemimpinan Palmisano, IBM menjual bisnis PC-nya ke Lenovo dan memfokuskan diri pada layanan dan perluasan market ke sejumlah negara. Strategi ini pun dilaporkan sukses.

4. Ursula Burns


Ursula Burns sudah masuk tahun ketiga sebagai CEO Xerox. Namun ia masih memegang strateginya untuk membuat Xeorx sebagai bisnis services ketimbang cuma sebagai penjual printer dan mesin fotokopi.

Pun demikian, strategi tersebut sejauh ini terbilang mujarab, sehingga Burns pun masih dipertahankan sebagai nakhoda setelah memulai karir di perusahaan ini pada tahun 1980 silam.

Burns pun tercatat sebaai salah satu wanita kulit hitam pertama yang memimpin perusahaan mayor Amerika Serikat.

5. Meg Whitman


Dengan status sebagai CEO Hewlett-Packard (HP), Meg Whitman tentu memiliki tugas berat untuk menentukan arah bisnis perusahaan di masa depan.

HP sendiri saat ini tengah disorot lantaran performa bisnisnya di industri PC kurang begitu cemerlang. Terlebih, belakangan muncul pula isu tidak populis yang menyebutkan raksasa TI asal Amerika Serikat itu akan melakukan pemangkasan karyawan besar-besaran.

Di lantai bursa, saham HP juga melempem dengan penurunan hampir 25% sepanjang tahun ini di Dow Jones.

Pun demikian, Whitman tak patah arang. Wanita yang baru pertama kali masuk dalam daftar Forbes ini mengatakan, butuh waktu empat hingga lima tahun untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

6. Susan Wojcicki



Nama Susan Wojcicki memang tak setenar Marissa Mayer. Namun ia juga merupakan salah satu karyawan andalan Google.

Wojcicki adalah sosok penting yang berada di balik produk iklan Google, yakni AdWords, AdSense, Analytics dan DoubleClick.

Wanita ini bisa dibilang sebagai motor bisnis Google. Bahkan pada tahun 2011 ia diberi tanggung jawab untuk mencari revenue sebesar USD 37,9 miliar untuk Google.

7. Safra Catz



Safra Catz merupakan Presiden dan Chief Financial Officer Oracle. Ia lahir pada 1 Desember 1961 di Holon, Israel.

Catz sudah banyak makan asam garam di dunia bisnis. Sebelumnya ia pernah berkarir di perusahaan bernama Donaldson, Lufkin & Jenrette, serta Global Investman Bank.

Pada tahun 2009, Fortune dan Forbes sama-sama pernah mendapuknya masuk di jajaran most powerfull woman di dunia bisnis.

Di raksasa software tersebut, wanita paruh baya ini berambisi untuk mengukir rekor dengan membukukan operating margin tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Ambisi itu pun diharapkan akan datang pada tahun ini, dimana kepastiannya bakal ditentukan pada kuartal keempat.

8. Cher Wang


Sebagai salah satu pendiri dan chairman produsen ponsel HTC, Cher Wang sepertinya tengah menghadapi masa-masa sulit. Hal itu terkait dengan semakin terhimpitnya HTC dari persaingan bisnis dan paten dengan Apple-Samsung.

Pada kuartal kedua kemarin, revenue HTC anjlok sampai 50% secara year on year. Tak pelak, sebuah terobosan begitu dinanti publik. Di sinilah peran Cher Wang sangat dibutuhkan.

Meski diakui sulit, Cher menegaskan bahwa HTC tidak takut menghadapi persaingan dan tantangan dari vendor lain.

Cher memang telah mendapatkan darah bisnis sejak lahir, Ia merupakan anak perempuan dari ikon bisnis Taiwan, Y.C. Wang yang kini telah menapaki dunia politik. http://inet.detik.com/read/2012/08/2...agat-teknologi

Admin tidak bertanggung jawab atas semua isi komentar ,Mohon dipahami semua isi komentar dengan bijak