Penjelasan Lyric " Boru Panggoaran"

Boru Panggoaran


Penjelasan Lyric " Boru Panggoaran" | Makna Lirik Lagu Panggoaran
Lagu ini berkonsteks kebudayaan Batak. Di dalamnya dikisahkan tentang seorang ayah yang memiliki anak sulung perempuan. Dalam adat Batak, nama dari anak sulung perempuan akan melekat pada gelar ayahnya. Namun bukan hanya sekedar gelar, tapi juga martabat dan masa depan keluarga. Hal ini karena keberhasilan sang anak adalah representasi dari berhasil tidaknya keluarga Batak tersebut. 

Melalui lagu ini, sang ayah ingin mengekspresikan rasa sayangnya terhadap sang anak sulung perempuan yang ia anggap sebagai tumpuan harapan. Sang ayah juga menganggap anak sulung perempuannya tersebut sebagai kekuatannya di saat ia tua dan lemah. Hal ini tampak pada bagian awal dan tengah lagu melaui lirik :

Ho do boruku

Boru Panggoaran

Unsur-Unsur Naratif


1) Actor : seorang ayah.
2) Action : mengekspresikan rasa sayang, menasehati dan mendoakan sang anak sulung perempuan.
3) Instrumen : bahasa Batak dan lagu.
4) Scene : adegan-adegan berisi penyampaian rasa sayang, nasihat, dan doa dari sang ayah untuk anak sulung perempuannya.
5) Intention : tujuan sang ayah adalah agar anak sukung perempuannya berhasil meraih cita-cita dan dapat menjaga serta menguatkannya di masa tua.
6) Problem : kewajiban seorang ayah adalah menjaga anaknya. Namun di lagu ini dikisahkan sang ayah telah mulai menua sehingga ia tidak mampu lagi melindungi dengan optimal. Untuk itu ia menasihati anaknya agar rajin belajar sehingga meraih kesuksesan dapat menjaga dirinya sendiri bahkan sang ayah.

Analisis Naratif Lagu

Ho do boruku…
Tampuk ni pusu-pusuki

Molo matua sogot au
Ho na manarihon ahu
Molo matinggang ahu inang
Ho do na manogu-nogu ahu
 
yang berarti : kaulah anak perempuan ku, harapan hatiku. Jika nanti aku tua dan lemah, kaulah yang akan menguatkan dan meneguhkan aku.


Berbagai nasihat dan doa disampaikan sang ayah agar anak perempuannya tersebut dapat sukses dalam meraih cita-cita yang diinginkan. Sang ayah berkata agar anak perempuannya rajin belajar dan mengutamakan pendidikan sehingga dengan bekal pendidikan tersebut apapun cita-cita sang anak dapat tercapai. Makna ini terlukiskan dengan jelas pada bagian :

Burju-burju ma ho
Na marsikkolai
Asa dapot ho na sinittani rohami

Ai ho do boruku
Boru panggoarakki
Sai sahat ma da na di rohami
yang artinya : baik-baiklah kau bersekolah agar kau dapat meraih cita-cita yang kau inginkan di dalam hatimu. Kaulah anak perempuan ku, anak perempuan sulungku, capai lah cita-citamu.

Dari pemaparan di atas, terlihat jelas bahwa sang ayah adalah seorang care giver yang ingin selalu melindungi orang yang ia sayangi dengan cara yang menurutnya baik. Dalam konteks ini kasih sayang dan kepedulian sang ayah ditujukan terhadap anak sulung perempuannya. Sang ayah berusaha menjaga dan mendidik agar anak sulung perempuan yang juga menjadi tumpuan harapannya tersebut dapat meraih kesuksesan. 
Ia mengarahkan anak sulung perempuannya untuk fokus terhadap pendidikan karena ia yakin bahwa pendidikanlah kunci utama kesuksesan. Hal ini adalah kecenderungan lain caregiver, yaitu mengarahkan orang lain untuk melakukan apa yang terbaik menurut caregiver tersebut.

Melalui lagu ini sang ayah juga ingin mengekspresikan rasa sayang dan kepeduliannya terhadap sang anak. Ia ingin membuat perubahan yang baik pada anak perempuannya. Dalam konteks lagu ini perubahan yang dimaksud adalah kesuksesan anaknya di masa depan. Kesemuanya ini adalah kebutuhan dasar seorang care giver.

Rekonstruksi (Pemaknaan Ulang Lagu)


Bagi saya lagu tersebut menceritakan tentang seorang anak sulung perempuan yang selalu teringat akan ayahnya yang telah bekerja keras untuk membesarkan dan mendidik dirinya. Anak sulung perempuan tersebut sangat menyayangi ayahnya yang telah mengorbankan banyak hal agar ia mendapatkan hidup yang layak. Bahkan, sang ayah rela menomorduakan kepentingan dirinya sendiri agar sang anak dapat meraih cita-cita yang diinginkan.


Lagu tersebut merupakan substitusi (pengganti) nasihat sang ayah untuk sang anak perempuan yang tengah merantau untuk meraih cita-citanya. Melantunkan lagu tersebut akan dapat mengobati kerinduan sang anak terhadap ayahnya yang berada jauh.

Sang anak perempuan juga merasakan bahwa lagu tersebut, melalui lirik-liriknya yang penuh makna, merupakan sebentuk penyemangat bagi dirinya yang tengah berjuang meraih masa depan. Selain itu, di saat sang anak perempuan jatuh dan berada dalam pencobaan, maka lagu tersebut akan mengingatkan ia agar tetap berada pada jalan yang benar. Karena sang anak perempuan selalu ingin membahagiakan ayahnya dan tidak ingin harapan ayahnya yang besar terhadap ia pupus dan sia-sia.

Sang anak sulung perempuan menyadari bahwa ibarat kereta api, ia adalah gerbong pertama. Artinya ia harus berhasil meraih cita-citanya dan membahagiakan ayahnya agar saudaranya yang lain juga dapat meneladani dirinya. ntinya, anak sulung perempuan tersebut bertekad agar ia dapat menjadi ”boru panggoaran” yang benar-benar dapat membanggakan dan membuat harapan ayahnya terwujud.

sumber

http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/

{ 0 Comments ... read them below or add one }

Poskan Komentar