MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI YANG BERMORAL


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI YANG BERMORAL | Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari bagaimana usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagaimana kita ketahui, manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah sebagai kalifah di muka bumi. Berbagai tugas dibebankan Allah pada manusia selama manusia menempati hamparan muka bumi ini. Inti tugas itu adalah beribadah kepada Allah. Lalu, bagaimana bentuk ibadah itu? 

Bentuk beribadah yang dimaksud tidak lain adalah menyembah kepada Allah dengan menunaikan kewajiban-kewajiban seperti salat, puasa, zakat, dan ibadah haji serta beramal baik dan berakhlak yang baik pula. 


 Di samping itu, agar manusia dapat menjalankan ibadah tersebut dengan baik, mereka harus memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, rumah, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan-kebutuhan yang lainnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa selama manusia hidup di dunia, dia harus memenuhi kebutuhan hidupnya, baik berupa kebutuhan yang bersifat materi maupun kebutuhan yang bersifat sosial.

Dari uraian di atas itulah ilmu ekonomi kemudian dikembangkan. Para ilmuan ekonomi kemudian membedakan manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi. Sekarang mari kita pelajari apakah makhluk sosial dan makhluk ekonomi itu?
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Di dunia ini mustahil manusia dapat hidup seorang diri. Manusia akan selalu membutuhkan orang lain dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam ilmu sosiologi kita telah pelajari tentang interaksi sosial dan tentang sosialisasi. Di situ dipelajari bahwa hidup seseorang akan terkucil, sendirian, dan menjadi gila jika tidak mampu bersosialisasi dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain.
Di samping itu, manusia tidak dapat dipisahkan dari kelompok masyarakat, karena memang manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berinteraksi dalam hal-hal tertentu dengan masyarakat. Manusia mempunyai naluri hidup bersama dengan orang lain. Naluri hidup bersama itu disebut gregariousness.
Jadi dapat dikatakan bahwa manusia disebut sebagai makhluk sosial (homo socialis) karena selalu berinteraksi dengan manusia lainnya dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi
Walaupun manusia membutuhkan manusia lainnya dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, tetapi manusia tetap memiliki otonomi untuk menentukan nasibnya sendiri. Secara pribadi, manusia harus memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya.
Kita tentu paham bahwa setiap manusia mempunyai kebutuhan yang beraneka ragam. Setiap manusia butuh makan dan minum agar tetap hidup. Manusia membutuhkan pakaian untuk dapat bergaul dengan baik dengan manusia lainnya. Manusia juga butuh rumah sebagai tempat berlindung. Pendidikan, kesehatan, hiburan, dan kebutuhan lainnya juga diperlukan manusia agar hidup lebih layak.
Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, manusia butuh uang. Untuk mendapatkan uang, manusia harus bekerja. Setelah bekerja dan mendapatkan uang, uang itu kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Di samping itu, uang tersebut ditabung untuk kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. Jadi, manusia selalu penuh perhitungan dalam hidupnya. Karena itulah manusia disebut makhluk ekonomi (homo economicus) karena manusia selalu memikirkan upaya untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi.
Makna manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mungkin hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain, karena memang manusia diciptakan Tuhan untuk saling berinteraksi, bermasyara kat / bersilaturahmi dengan sesama serta dapat saling tolong menolong dalam memenuhi kebutuhannya.
Kebutuhan untuk bermasyarakat atau berkumpul dengan sesama merupakan kebutuhan dasar (naluri) manusia itu sendiri yang dinamakan Gregariousness. Maka dengan demikian manusia merupakan makhluk sosial ( Homo Socius) yaitu makhluk yang selalu ingin berinteraksi dengan sesama/ bergaul. Adapun ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama sesamanya dinamakan ilmu sosiologi. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya di ungkapkan oleh Adam Smith ( 1723-1790) dalam bukunya yang berjudul “ An Inquiry into the nature and causes of the wealth of nations”, yaitu Manusia merupakan makhluk ekonomi ( Homo Economicus) yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperolehnya dan selalu berusaha secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhannya. (self Interest).
Sebagai makhluk ekonomi manusia selalu bertindak Rasional artinya selalu memperhitungkan sebab akibat (untung- rugi) dalam mengambil suatu keputusan dalam rangka memenuhi kebutuhannya sehingga tidak merugikan diri sendiri. Namun demikian makhluk ekonomi bukanlah makhluk egois yang hanya. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mencapai kemakmuran.mementingkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Makhluk ekonomi cenderung menggunakan prinsip prinsip ekonomi dalam aktifitasnya
  • Homo homini lupus = manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (maksudnya manusia merugikan /membuat kelicikan/ kejahatan terhadap manusia lainnya.
  • Homo homini socius = manusia menjadi kawan bagi manusia lainnya.
  • Aristoteles (seorang filsuf yunani ) menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat. (zoon politicon).
Hubungan Antara Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi yang Bermoral
Bagaimanakah menghubungkan ciri manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi di atas? Bisakah manusia melakukan dua ciri itu sekaligus dalam kehidupan sehari-hari? Jawabannya tentu saja bisa. Lalu bagaimana caranya?
Jika manusia dalam usaha memenuhi keinginan dan kebutuhan pribadinya menggunakan segala cara tanpa memperdulikan apakah cara yang ditempuh itu halal atau haram, merugikan orang lain atau dengan jalan yang tidak baik, maka manusia itu akan menjadi serigala bagi manusia lainnya. Manusia yang sudah menjadi serigala bagi manusia lainnya akan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya. Mereka sering mengorbankan orang lain. Mereka tidak peduli apakah orang lain itu rugi akibat perbuatannya. Mereka tidak malu untuk mencari uang dan kekayaan meskipun dengan cara yang curang. Manusia yang menjadi serigala bagi manusia lain disebut homo homini lupus.
Sedangkan kita tahu, manusia tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Dalam melakukan aktivitas, termasuk bekerja dan usaha mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita selalu membutuhkan bantuan dan kerja sama dari orang lain. Karena itu, kita tidak boleh berlaku seenaknya sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bukankah kita hidup bermasyarakat? Maka kita harus memiliki moral dan akhlak ketika kita menjalankan fungsi sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi.
Ciri Ciri Manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral.
Manusia sebagai makhluk sosial memiliki naluri untuk saling tolong menolong, setia kawan dan toleransi serta simpati dan empati terhadap sesamanya. Keadaan inilah yang dapat menjadikan suatu masyarakat yang baik, harmonis dan rukun, hingga timbullah norma, etika dan kesopan santunan yang dianut oleh masyarakat. Bila hal hal diatas dilanggar atau terabaikan maka terjadilah yang dinamakan penyimpangan sosial.
Manusia sebagai makhluk sosial memiliki 2 harat yaitu:
  1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia yang lain di sekelilingnya ( Masyarakat).
  2. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekitarnya.
Manusia sebagai makhluk ekonomi memiliki Ciri- ciri yaitu:
  1. Cenderung melakukan tindakan ekonomi atas dasar kepentingan sendiri
  2. Cenderung melakukan tindakan ekonomi secara efisien. ( selalu memikirkan perbandingan antara apa yang dikorbankan/ dikeluarkan dengan apa yang akan dicapai / hasilnya.).
  3. Cenderung memilih suatu kegiatan /aktifitas yang paling dekat dengan pencapaian tujuan yang diinginkan.
Ketiga kecenderungan ini disebabkan karena kebutuhan atau keinginan manusia yang selalu bertambah sedangkan sumberdaya / pemuas kebutuhan sifatnya terbatas.
Adapun faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya adalah:
Faktor Intern:
  • Sikap dan gaya hidup
  • Selera
  • Pendapatan
  • Intensitas kebutuhan
Faktor Ekstern
  • Lingkungan
  • Adat istiadat
  • Kebijakan pemerintah
  • Mode / Trend
  • Kemajuan teknologi dan kebudayaan
  • Keadaan alam
Hubungan antara manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral.
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya tak lepas dari hubungannya dengan orang lain, karena dengan adanya hubungan tersebut maka apa yang dibutuhkan mungkin dapat terpenuhi, sebagai contoh; Manusia membutuhkan makan nasi maka ia harus pergi ke pasar untuk membeli beras pada penjual beras, adapun penjual beras tentunya mendapatkan beras (membelinya) dari para petani di desa. Hubungan jual beli ini tentunya akan lebih baik dengan mengindahkan etika dan norma (Moral) yaitu tidak melakukan kecurangan dalam transaksi jual belinya. Seperti mengurangi timbangan atau transaksi dengan menggunakan sebagian uang palsu dan berbagai bentuk kecurangan lainya.
Bila terjadi kecurangan kecurangan tentunya hubungan antar manusia tidak akan harmonis. Walau manusia sebagai makhluk ekonomi yang selalu ingin mementingkan diri sendiri dalam memenuhi kebutuhannya namun tidak dibenarkan untuk melakukan kecurangan dalam memperoleh apa yang diinginkannya.
Manusia tidak boleh mengabaikan etika dan nilai nilai moral didalam hubungannya dengan manusia lain (homo socius) dan dalam memenuhi kebutuhannya (homo economicus).
Soal Soal Latihan
I. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar.
1. Istilah Ekonomi dari kata oikonomia yang berasal dari bahasa… .
a. sansekerta
b. yunani
c. latin
d. Inggris
2. Oikos –nomos bila diartikan adalah;
a. keuangan negara
b. aturan pembangunan
c. aturan rumah tangga
d. sistem perekonomian
3. Manusia tidak dapat hidup tanpa berinteraksi dengan manusia lain, hal ini menunjukan bahwa manusia sebagai makhluk ….
a. Ekonomi
b. Individu
c. Social
d. Berkelompok
4. Naluri manusia untuk bisa berkumpul dengan sesamanya dinamakan…
a. Gregariousness
b. Vegetarian
c. homo sosius
d. homo economicus
5. Homo socius, arti kata socius adalah….
a. Saudara
b. Teman
c. Lawan
d. Manusia
6. Salah satu contoh manusia sebagai makhluk ekonomi dibawah ini adalah…
a. Adi membantu ayahnya di kebun
b. Mirna bersama ibu pergi ke taman bunga
c. Dinda belajar menari
d. Andini menabungkan uangnya di bank
7. Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mencapai kemakmuran dinamakan ilmu…
a. Sosiologi
b. Ekonomi
c. Geografi
d. Psikologi
8. Tiga ciri kecenderungan manusia sebagai makhluk ekonomi yaitu di bawah ini kecuali…
a. cenderung melakukan kegiatan untuk kepentingannya sendiri
b. cenderung melakukan tindakan yang tidak efektif dan boros
c. cenderung melakukan tindakan ekonomi secara efisien
d. cenderung memilih suatu kegiatan yang dapat mencapai tujuan yang diinginkannya.
9. Penebangan hutan secara liar, pengoplosan bahan bakar, korupsi dana anggaran, merupakan contoh manusia sebagai…
a. homo socius
b. homo homini lupus
c. homo economicus
d. homo homini socius
10. Kondisi yang ditimbulkan manusia yang bersikap sebagai homo homini lupus ialah…
a. Ekonomis
b. Materialis
c. persaingan yang sehat
d. bersikap hemat
11. Zoon politicon adalah konsep bahwa manusia berkeinginan untuk bermasyarakat, dicetuskan oleh…
a. Adam smith
b. Aristoteles
c. Paul samuelson
d. Socrates
12. Sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial yang bermoral maka manusia selayaknya…
a. menghemat pengggunaan sumberdaya alam dan tidak memboroskannya demi kepentingan pribadi
b. melindungi para pencuri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkannya pada polisi.
c. memastikan bahwa penggunaan dana dari pemerintah berlangsung lancer
d. memperbaiki jalan, tempat tempat ibadah serta sarana umum lainnya secara sukarela.
13. Objek dari ilmu ekonomi adalah:
a. pemerintah dalam membuat peraturan peraturan ekonomi
b. interaksi antar masyarakat
c. usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya
d. transaksi perdagangan
14. Manusia sebagai makhluk ekonomi selalu berpikir rasional maksudnya….
a. selalu berpikir terus menerus
b. berpikir dengan mempertimbangkan untung ruginya
c. berpikir setengah setengah dan penuh keraguan
d. berpikir matematis
15. Bergotong royong memperbaiki sarana untuk kepentingan umum merupakan sifat manusia sebagai makhluk…
a. Ekonomi
b. Social
c. homo homini lupus
d. homo fable
16. Faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya adalah berikut ini kecuali…
a. Selera
b. Intensitas kebutuhan
c. Pendapatan
d. aktifitas social
17. Perbedaan kebutuhan dalam suatu acara pernikahan diberbagai daerah merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku manusia karena adanya perbedaan dalam …..
a. Lingkungan
b. adat istiadat
c. mode / trend
d. keadaan alam
18. Kebutuhan manusia tidak terbatas karena….
a. kepuasan manusia tidak terbatas
b. manusia selalu ingin maju
c. manusia mudah bosan dan serakah
d. kepuasan manusia selalu tercukupi
19. Dampak positif dari manusia yang tidak puas dalam memenuhi kebutuhannya adalah…
a. selalu boros dan tidak pernah menabung
b. mementingkan diri sendiri dan tidak pernah peduli terhadap orang lain
c. selalu memperkaya dirinya dengan berusaha mengambil keuntungan
d. selalu bekerja keras dan berusaha semampunya
20. Buku “…the wealth of nations..”mengemukakan bahwa manusia adalah homo economicus merupakan karya….
a. Adam smith
b. Aristoteles
c. Thomas R. Malthus
d. Edwin Buffa
II. Isilah pertanyaan pertanyaan dibawah ini dengan singkat !
1. Apa yang dimaksud dengan homo economikus ?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Naluri manusia untuk hidup bersama dinamakan?
…………………………………………………………………..
3. Apa nama buku yang dikarang oleh Adam smith?
………………………………………………………………..
4. Sebutkan sikap manusia sebagai makhluk ekonomi ?
……………………………………………………………………
5. Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya?
…………………………………………………………………………
III. Jodohkan istilah istilah berikut ini dengan pertanyaan di bawahnya
a. Homo socius
b. Homo economicus
c. Gregariousness
d. Homo homini lupus
e. Homo homini socius
f. Egois/Individual
g. Ekstern
h. Self interest
i. Oikosnomos
j. Intern
1. Asal kata dari Ekonomi ………………………………………………………………………
2. Manusia menjadi serigala bagi yang lainnya………………………………………….
3. Naluri untuk saling berkumpul dan berinteraksi …………………………………….
4. Selalu mementingkan diri sendiri ………………………………………………………..
5. Selalu ingin memenuhi kebutuhan secara terus menerus…………………………
6. Kemajuan tekhnologi dan kebudayaan merupakan faktor………………………..
7. Manusia ingin bersama dengan makhluk sesamanya………………………………
8. Manusia yang selalu berpikir ekonomis/ rasional……………………………………
9. Manusia sebagai makhluk sosial…………………………………………………………..
10. Selera yang berbeda tiap orang merupakan faktor…………………………………..
IV. Essay
Diskusikan pertanyaan pertanyaan di bawah ini dan jawablah secara berkelompok.
1. Apa makna serta peran manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral ?
2. Sebutkan ciri ciri / karakteristik manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai makhluk ekonomi yang bermoral ?
3. Jelaskan faktor faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya?
4. Sikap sikap apa saja yang harus dikembangkan oleh manusia yang bersifat sosial dan ekonomis?
5. Tindakan apa saja yang harus dilakukan agar manusia tidak bersikap Homo homini lupus ?
Sumber :
1.  Suprihartoyo dkk, 2009, Ilmu Pengetahuan Sosial 1 : untuk SMP dan MTs Kelas VII, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 99 – 102.
2.  M. Anshor Sja’roni, S.Sos,  Ruang Guru Blogspot.com
Posted by: Dangstars Tea
Vulkanisir Blog | Informasi Vulkanisir Ban, Updated at: 06.41
Description: MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI YANG BERMORAL
Rating: 4.5 Reviewer: Dangstars Tea
ItemReviewed: MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI YANG BERMORAL

{ 0 Comments ... read them below or add one }

Poskan Komentar