Janji-Janji Caleg Sumut Andai Sukses Ke Senayan

Janji-Janji Caleg Sumut Andai Sukses Ke Senayan
Sofyan Tan Caleg PDI Perjuangan nomot urut 2 DPR RI yang maju dari Dapil Sumut I mengatakan, akan memperjuangkan sejumlah hal krusial bila melaju ke Senayan. Soal pendidikan, Lingkungan dan Perekonomian. Mantan calon Walikota Medan ini menyebut hal yang perlu dilakukan, misalnya berkaitan dengan pendidikan. Ia lebih mengusulkan agar UN lebih ditingkatkan greatnya.
 
UN tidak hanya dijadikan penentu kelulusan siswa. Namun, harus dijadikan sebagai penentu masuk ke perguruan tinggi ternama. Tentunya secara teknis hal tersebut tidak cukup dilakukan ketika jelang UN saja. Namun, harus dilakukan jahu-jahu hari. "Misalnya di kelas II SMA sudah ditentukan kualifikasinya, bila ingin masuk ke perguruan tinggi tertentu nilai yang harus diperoleh berapa. Jadi tidak hanya mengejar kelulusan, ini kan membuang-buang anggaran," ujarnya sembari menyebut banyak hal lain harus dilakukan di bidang pendidikan, Selasa (23/4/2013) kepada www.tribun-medan.com via selularnya.

Kemudian untuk lingkungan, diantaranya, meminta Menteri Kehutanan agar menjadikan Hutan Batang Toru sebagai Hutan Lindung.

"Akan banyak hal yang didapat bila hutan ini menjadi hutan lindung. Dimana panas bumi yang menghasilkan listrik sekitar 300 MW bisa diolah dengan baik. Kemudian Daerah Aliran Sungai (DAS) juga bisa menghasilkan listrik sekitar 200 MW. Secara ekonomi juga akan tergerakkan karena akhirnya akan menjadi lokasi ekowisata," ujarnya panjang lebar.

Menurut Sofyan Tan, kesejahteraan Sumut sangat tergantung tingkat lobi anggota DPR Asal Sumut yang ada di Senayan.

"Kalau lobi itu kan harus kuat dilakukan, pertemuan dengan menteri, bahkan dengan presiden. Jadi mesti punya kemauan kuat, tidak memikirkan diri sendiri," ujarnya.

Terpisah, mantan Ketua KPU Sumut 10 tahun, Irham Buana Nasution mentakan, memilih parlemen sebagai ruang politiknya untuk berbuat bagi kepentingan masyarakat Sumut.

"Karena parlemen punya posisi penting dalam penyusunan anggaran. Jadi, harus ada kebijakan anggaran kuat untuk dibawa ke Sumut. Apalagi Sumut sebagai basis ekonomi penting Indonesia bagi barat. Maka seharusnya makmur jika semua potensi dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. Diperlukan keberpihakan yang sungguh-sunguh," kata Irham Buana yang maju caleg DPR dari Partai Golkar Dapil Sumut I.

Motivasinya kerja DPR mesti konkrit dan bukan kerja kata-kata. "Selama 14 tahun tahun saya di LBH banyak mendampingi rakyat serta turut membantu sengketa Agraria. Apalagi isu agraria sudah menasional, maka perjuangan untuk itu harus dilakukan secara serius," ujarnya.

Bagi Irham nomor urut peserta tidak penting. Penting baginya bagaimana rakyat bisa memilihnya karena punya pengalaman 10 tahun di KPU Sumut memimpin demokrasi. "Aku harus bersentuhan langsung ke masyarakat dan menemui simpul-simpul yang sudah terbangun sejak mahasiswa,".  kata mantan Ketua BEM UMSU ini.

Sedangkan, Rektor Universitas HKBP Nommensen, Jongkers Tampubolon yang maju dari Partai Golkar dengan nomor urut 6 di Dapil Sumut I, mengaku akan lebih condong ke bidang pertanian sesuai backround akademisnya.

"Kebijakan yang salah, mengakibatkan pertanian kita saat ini berantakan semua. Bahkan, anehnya mengurus bawang dan sapi saja tidak bisa," cetusnya.

Ia mengatak, mestinya pemerintah di dorong legislatif punya program jangka pendek dan jangka panjang, lalu dikerjakan secara bertahap.

"Dipikirkan, bagaimana mengutamakan suplai kebutuhan dalam negeri. Program swasembada daging sapi dengan membatasi impor daging sapi," ujarnya mencontohkan.

Menurutnya, saat ini sangat banyak kebijakan dilihat dari segi teori menyimpang dan tidak masuk akal.

"Contohnya, pemerintah sedang gencar-gencarnya mau mencetak sawah. Sementara, sawah kita untuk Sumut ada sekitar 15 ribu hektar lebih belum mendapatkan irigasi. Seadainya irigasi ini saja yang dilakukan, kita bisa panen dua kali lipat. Ketimbang harus mencetak sawah, kan biayanya mahal," ujarnya.

Untuk bagi hasil perkebunan yang saat ini tengah dinanti-nanti Provinsi Sumut. Kedepan, mesti didorong agar Pemprov Sumut mempunyai saham di perkebunan. "Karena kalau cerita bagi hasil akan sangat lama menunggu amandemen undang-undan. Maka, jangka pendeknya diperlukan penyertaan saham," katanya.

Sedangkan, Kamaluddin Harahap yang bertarung ke DPR dari PAN mengatakan, lebih mengutamakan reformasi agraria. "Karena dari sejak reformasi sampai sekarang tidak selesai masalah Agraria. Saya akan mendorong perubahan UU No 5/1960 tentang Agraria yang sudah usang. Tanah untuk rakyat miskin harus diperjuangan di Sumut," katanya.

Kamaluddin mengaku kecewa dengan 30 anggota DPR RI asal Sumut yang saat ini ada di Senayan. Apalagi ia melihat infrastruktur Sumut sangat terburuk di Indonesia.

"Perjuangan infrastruktur harus kita kawal di Banggar (Badan Anggaran). Jadi, harus benar-benar bukan hanya sekedar reses-resesan. Kalau begini infrastruktur kita, apalah kerja 30 anggota DPR asal Sumut itu. Apa tak malu orang-orang itu mencalonkan lagi jadi DPR," ujarnya.

"Lihat lah daerah pantai barat itu, waduh. Dulu masa Rajainal Gubernur Sumut, perjalanan dari Medan ke Sidimpuan bisa tembus enam jam. Coba sekarang bisa sampai 12-14 jam. Jadi, apalah tugas DPR itu, jangan-jangan mereka berpikir untuk dirinya sendiri. Tapi itupun tak malu kok mau mencalonkan lagi, mau mengambil suara dari Sumut," sindirnya.

Selain itu, ia merasa prihatin dengan rusaknya 42 ribu sekolah di Sumut dari jenjang SD sampai SMA.

"Jadi siapa anggota DPR asal Sumut yang nanti di Komisi X bidang pendidikan, harus memikirkan perbaikan ini," ujarnya.

Jika terpilih nantinya, ia bersumpah akan membuktikan kerja-kerja konkrit untuk memperjuangan kemajuan Sumut. "Saya akan bersumpah untuk itu," tandasnya.


 (fer/tribun-medan.com)

Penulis : Feriansyah
Editor : Silfa Humairah
Sumber : Tribun Medan