Penyebab Bete


Penyebab Bete | Bete atau situasi yang membosankan hati merupakan getaran emosi yang tidak punya arah atau tidak terarah yang kemudian bisa berubah menjadi marah. Jauhkan perasaan marah, karena marah merupakan emosi ekstrim negatif. Gunakan getaran bete menjadi emosi positif yang kelak menghebatkan kualitas kehidupan Anda.


Emosi positif merupakan kekuatan besar yang mampu mengesampingkan keburukan yang mau berlabuh di hati. Jika kualitas hati sudah terpelihara baik, keburukan yang mengganggu mudah dihalau.
Itulah mengapa perlu kekuatan besar yang mampu mengalahkan getaran bete yang berpotensi menjadi emosi negatif. Hiduplah dengan berpikir untuk selalu tampil menarik, sehingga kita menjadi orang yang dinantikan dan dirindukan oleh siapapun.

Penyebab Bete
Bete itu bisa muncul dimana saja dan kapan saja, serta memasuki hati dan pikiran siapa saja tanpa pandang bulu dan usia. Pada dasarnya, banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang mempengaruhi mood kita sehingga menjadi bete.

Semakin dicoba ditenangkan semakin terus digoda. Semakin berjanji mau sabar semakin besar gangguannya. Hingga hati yang terganggu membuatnya mudah meledak menjadi kemarahan.

Empat hal penyebab bete, yakni; ketidakmampuan, terbatasnya pilihan, minder dan kurangnya kegembiraan yang menyenangkan hati.

Mengenai ketidakmampuan. 
Misalnya ketidakmampuan seseorang dalam mendapatkan sesuatu atau mencapai hal yang diinginkannya. Seperti, ada orang yang ingin mempestakan acara pernikahan anaknya, namun kemampuannya terbatas. Lalu, ia memaksakan diri. Akhirnya, ramainya pesta sejalan dengan ramainya pertengkaran yang terjadi.

Terbatasnya pilihan. 
Analogi sederhananya adalah ketika kita akan pergi ke luar untuk bermain, tiba-tiba hujan turun. Seseorang yang berpikiran sempit akan menganggap hujan adalah penghambat. Sehingga tidak ada pilihan lain baginya kecuali menjadi bete karena hujan tersebut.

Padahal ada pilihan lain yang mampu dilakukannya, untuk membebaskannya dari keterbatasan pilihan yang dilihat. Salah satunya, mencari payung atau melakukan berbagai macam aktivitas di dalam rumah yang mampu menyenangkan hati sambil menunggu hujan reda.

Ciptakan berbagai macam alternatif pilihan dalam hidup. Jangan terlalu fokus pada satu hal yang mengakibatkan pikiran menjadi sempit dan merasa pilihan hidup terbatas.

Minder

Orang yang memiliki harga diri yang rendah sesungguhnya menderita secara emosi. Ekspresi orang yang inferior ini ada dua:

Pertama, minder menghindar, segan tampil dan segan konflik dengan orang lain. Jika ada konflik, Suka menyalahkan diri sendiri, bahkan saat dirinya tidak bersalah.

Kedua, minder menyerang. Ekspresinya sombong atau angkuh, suka menyerang jika terpojok. Marah berlebihan dan cenderung menyakiti orang lain dengan kata atau perilaku.

Harga diri yang miskin (low self-esteem) terbentuk dari kecil. Harga diri kita dibentuk oleh lima unsur atau area penting yakni: Akademis, Emosi, Sosial, Fisik dan spiritual.  Beberapa kita bertumbuh di area tertentu tapi terhambat di area lain. Harga diri ibarat tubuh, bertumbuh secara bertahap dan perlu penanganan yang baik agar tumbuh dengan sehat.

Jika harga diri Anda rendah atau minder, lakukanlah sesuatu (segera) untuk memperbaikinya. Tidak ada yang terlambat. Sebab Harga diri yang rendah berelasi dengan kemampuan Anda bergaul, studi, kepuasan pernikahan, hingga keberhasilan karir.

Kurangnya kegembiraan yang menyenangkan hati.

Jadikan kegembiraan Anda sebagai pemacu semangat. Dan, itu akan menjadi tenaga yang menguatkan lemahnya jiwa. Serta, jangan menggunakan kekuatan yang ada untuk melakukan sesuatu yang tidak berguna atau masalah sepele.
 
Hebatkan diri Anda lebih dulu. Karena inilah tujuan yang saya harapkan dari pembahasan tema kali ini. Dengan kehebatan dan kekuatan yang Anda miliki, membuat Anda menjadi pribadi tangguh, sehingga tidak mudah dikalahkan oleh lemahnya jiwa.