Kemasan Rokok Garpit - Gepe Baru Rasanya Mengecewakan

Kemasan Rokok Garpit - Gepe Baru Rasanya Mengecewakan | Beberapa minggu lalu saya pura-pura terkejut dengan kemasan Gudang Garam Filter atau biasa dipanggil Garpit, atau GePe kata orang Medan Kok Abeng tempat saya biasa membeli rokok, demikian mengatakan bahwa Garpit atau Gepe ganti kemasan. Oh, saya pikir tidak masalah kalau hanya merubah kemasan. Lebih dalam, ternyata tidak hanya kemasan, melainkan sampai pada rokoknya.

“Filternya pun makin kecil, dek” jelas Pak Asep.Kok Abeng

“Oh! kok udah nyoba belum?”

“Belum, bang. Nanti aja deh. Masih ragu nih, jangan-jangan rasanya beda!”

Sampai pada penjelasan di atas saya masih tetap meyakini bahwa rekan yang satu ini masih mempertahankan cita rasa. Keyakinan itu runtuh seraya menghisap pertama kalinya Garpit baru. Hambar! Ibarat pepatah lazim, sayur tanpa garam. Naga-naganya kok rekan yang satu ini tidak seperti biasanya. Mungkin ini hanya perasaan kaget saja, sebab kata “baru” di sini merujuk kepada sesuatu yang beda. Padahal sebenarnya rekan yang satu ini hanya merubah penampilan saja. Oke, ini baru sebatang pertama. Masih ada sebelas batang berikutnya untuk memastikan bahwa rekan yang satu ini rasanya tetap kompak.

Habis sebungkus rokok.

Waduh! Kenapa belum kompak juga rasanya? Perasaan sudah mengarah bahwa Garpit atau gepe yang satu ini sudah bertingkah aneh. Atau jangan-jangan Garpit yang biasa saya kenal sudah dilenyapkan secara paksa(?). Elemen dasar yang juga saya rasakan adalah aroma tembakau yang tereduksi. Apakah ada pergantian jenis tembakau atau tidak? Entahlah.

Gejolak semakin besar manakala sehabis makan atau meminum kopi, garpit yang menemani ini terasa hambar percakapannya. Makin dibayangkan, Makin hambar.

Ada pertaruhan yang dihadirkan apakah ingin mengganti rokok atau tetap dengan Garpit atau gepe yang baru ini. Karena pada akhirnya harus beradaptasi juga dengan masing-masing pilihan, maka dipilihlah mempertahankan kebersamaan dengan Garpit atau gepe baru.

Satu ketika secara tidak sengaja saya membaca melalui twitter, bahwa teman-teman yang juga menghisap Garpit memprotes akan cita rasanya. Kok Abengpun yang saya temui selang beberapa hari menyayangkan mengapa sampai mengganti sampai ke posisi inti. Dalam artian sampai ke rokoknya. Kemasan boleh diganti, asal jangan sampai menyentuh cita rasa rokok.

Keganjilan tentang Garpit baru terus berlanjut. Minggu lalu ketika saya ingin membeli sebungkus Garpit di bilangan Hegarmanah, pemilik warung mengatakan bahwa saat ini hanya menjual per batang. Dia mengatakan bahwa Garpit yang baru rasanya tidak enak dan pembeli banyak yang memprotes rasanya. Akibatnya, Garpit baru itu diretur.

Gunjingan mutakhir yang saya dapatkan sebelum menuliskan hal ini adalah perhatian kepada Garpit semakin menggelora dengan diterbitkannya sebuah petisi di laman change.org. Sampai sebegitu gentingnya akan cita rasa rokok, Garpit harus disuarakan kepada PT. Gudang Garam Tbk!
GG

Petisi yang meminta untuk lebih mempertahankan rasa. Sama dengan apa yang diinginkan oleh sebagai besar atau mungkin semua yang menghisap Garpit atau Gepe . Bahkan penulis petisi menampilkan resiko bahwa pihak Gudang Garam akan kehilangan pelanggannya jika tidak memperhatikan itu.

Ya, saya dan teman-teman yang sudah begitu akrab dengan Garpit atau Gepe tidak ingin direnggut kenyamanannya. Tidak perlu berakrobatik, kalau pada akhirnya harus bertepuk jidat. Cukup pertahankan yang ada, itu sudah amat nyaman.

Semoga cita rasa Garpit atau Gepe kembali seperti semula. Kalau pun tidak, ya mungkin sudah riwayatnya begitu alias good by