Pamor BlackBerry di Indonesia


Dalam Angka, Ini Pamor BlackBerry di Indonesia
Meski dilaporkan akan mengalami penurunan pangsa pasar di Indonesia, namun sejauh ini permintaan dan pengguna BlackBerry di Indonesia masih cukup stabil.

BlackBerry tengah berjuang untuk mampu meladeni ketatnya persaingan di industri smartphone. Gempuran produk berbasis Android dengan berbagai varian harga yang dilepas sejumlah vendor, membuat pangsa pasar perusahaan kian terkikis. Belum lagi Apple dan Microsoft turut meramaikan persaingan.

Perusahaan peneliti pasar, Juniper Research, baru-baru ini mengukapkan bahwa BlackBerry dipercaya masih tetap sebagai pemain global, kendati begitu perusahaan juga akan mengalami penurunan pangsa pasar di beberapa wilayah, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari dua operator di Indonesia, gadget (gawai) besutan perusahaan asal Kanada itu masih banyak dipilih pengguna smartphone di Tanah Air.

Menilik dari total pengguna smartphone Indosat, 46 persen di antaranya masih menggunakan BlackBerry per kuartal pertama tahun ini. tapi, per Mei 2013, pelanggan Indosat yang menggunakan BlackBerry turun menjadi 44 persen. Indosat sendiri memiliki 56.6 juta pelanggan.

Kemudian sebesar 20.75 juta pelanggan Telkomsel tercatat menggunakan smartphone per Juli 2013, di mana 8.98 juta di antaranya menggunakan BlackBerry.

Pelanggan BlackBerry sebagaimana diungkapkan Head of Device Bundling and Costumization Division Telkomsel. Arief Praditya, terus mengalami peningkatan.

Dia memaparkan, per Juni 2013, pelanggan BlackBerry Telkomsel mencapai 6,3 juta, kemudian naik 400 ribu menjadi 6,7 juta per Juli 2013. Berdasarkan laporan sebelumnya, pelanggan Telkomsel saat ini mencapai 125 juta.

Penjualan Stabil, BlackBerry 'BM' Meningkat Meski gempuran smartphone berbasis Android mempengaruhi penjualan BlackBerry, namun secara keseluruhan minat konsumen Indonesia terhadap handset besutan perusahaan yang dulunya bernama Research In Motion (RIM) itu cukup stabil.

“Permintaan sejauh ini masih stabil, justru yang kurang stabli dari suplai. Maka tak heran kalau BlackBerry dari Black Market (BM) yang beredar di pasar meningkat,” Direktur Marketing Communication Erajaya Group Djatmiko Wardoyo kepada Okezone.

Oleh sebab itu, lanjut Djatmiko, isu banyaknya produk BlackBerry BM menjadi pekerjaan rumah bagi para distributor. Bahkan tingkat peredaran BlackBerry BM tahun ini lebih tinggi ketimbang laporan tahun-tahun sebelumnya yang diterima Erajaya Group.

“Kami mengetahui ada masalah banyaknya perpindahaan pengguna BlackBerry ke perangkat lain. Tapi bagi kami itu bukan masalah, yang mana kami sebagai distributor sebisa mungkin menekan peredaran produk BM,” tutur Djatmiko.

Sayangnya, ketika ditanya perihal penjualan BlackBerry di Indonesia, dia enggan membeberkan angkanya, dengan alasan sudah menjadi policy perusahaan untuk tidak memberikan informasi spesifiki penjualan produk dari brand ke brand. (fmh)
okezone.com