Renungan tentang Masalah

Renungan tentang Masalah

Sahabat sekalian...
Menjalani kehidupan ibarat kita berlayar di lautan bebas.
Kadang airnya tenang, kadang bergelombang.
Kadang airnya surut, kadang airnya pasang.
Kadang ombak mengalun lembut, kadang menerjang.
Kadang angin berhembus pelan, kadang teramat kencang.
Kadang bertemu batu karang kecil, kadang besar.
Itulah roda kehidupan. Berputar dan terus berputar.

Hidup tak akan luput dari masalah.
Bahkan masalah kadang bagai makanan sehari-hari.
Masalah satu belum selesai, datang masalah baru.
Luka lama belum sembuh, sudah datang luka baru.

Saat tengah dirundung masalah, dunia seakan begitu sempit.
Waktu pun berputar begitu lambat dan lama.
Mentari pagi yang cerah tak mampu menghangatkan jiwa.
Embun pagi tak mampu melembutkan hati.
Gundah gulana dan gelisah pun membahana.
Sarapan lezat tak mampu dinikmati.
Teh manis hangat terasa seperti basi.
Segala yang indah bagai tertelan bumi.
Semuanya pergi dan seakan tak mungkin kembali.

Aku tak boleh pasrah dengan keadaan ini.
Aku tak boleh kalah.
Aku tak boleh menyerah.
Aku harus hadapi semua masalah.

Ya Allah...
Bantulah aku untuk selesaikan masalah satu demi satu.
Meski rasanya aku tak akan mungkin mampu.
Namun pilihanku hanya DUA:
1. Hadapi masalah lalu selesaikan.
2. Lari dari masalah lalu menyerah.

Tentu saja ku harus mengambil pilihan pertama.
Aku tak boleh kalah dan menyerah.
Meskipun sejuta masalah hadir bagai air bah.
Aku memang manusia lemah.
Dan aku tak akan mampu hadapi semuanya sendiri.
Dengan segala kelemahan dan kekurangan diri.

Ku terhenyak sejenak dalam pikirku.
Ku tercenung khusyuk dalam dzikirku.
Hatiku pun luruh dalam kepasrahan yang dalam.
Sadarku pun mengemuka.
Aku manusia biasa yang berlumuran salah dan dosa.
Bagaimana mungkin aku mampu hadapi masalahku.
Bila aku tak meminta pertolongan Penciptaku.

Yakinku pun bertambah dan bertambah.
Allah seakan hadir bersama cinta-Nya yang indah.
Allah seakan hadir bersama duka dan bahagiaku.
Hingga aku pun jatuh bersimpuh ke hadirat-Nya.
Dalam kepasrahan dan kebergantunganku sebagai seorang hamba.

Ya Allah, walau masalahku sebesar batu karang.
Namun kuyakin karunia-Mu seluas lautan.
Mahasuci Engkau ya Rabb.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu ( tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal." (QS. Ali 'Imraan: 160)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan mengamalkannya. Aamiin.