Bengkel Vulkanisir Diamuk Jago Merah

Genset Korslet, Bengkel Vulkanisir Diamuk Jago Merah | Diduga karena korslet yang berasal dari genset, bengkel vulkanisir ban milik Tulus Haryadi (35), warga Kundhen Lingkungan Bibis RT 03 RW 10, Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar terbakar, Rabu (9/10) sekitar pukul 09.30 Wib. Kejadian itu sempat membuat warga setempat geger dan khawatir.

Tidak ada korban jiwa, meski demikian Tulus mengalami luka-liuka di bagian kaki dan wajah, ketika bersama-sama warga sekitar memadamkan api yang berkobar.

Ketika ditemui kaki Tulus masih belepotan dengan oli, terlihat luka-luka di wajah dan sekujur tubuhnya. Dia mengaku tidak tahu dari mana api berasal. Sebab api tiba-tiba sudah muncul dari genset. "Ketika saya lihat, sudah ada api di dalam genset, dan kemudian membesar," jelas dia.

Kemudian dia bersama warga sekitar memadamkan api, dan juga ada yang melaporkan peristiwa itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Tak lama kemudian, satu buah mobil pemadam datang memadamkan api. Supri, salah seorang saksi mata mengatakan, api sudah berhasil dipadamkan warga ketika mobil pemadam kebakaran datang. Warga juga sempat mengeluarkan ban-ban daari tempat itu.

Saat si jago merah beraksi, aliran listrik di tempat yang padat penduduk itu pun putus karena kabel listrik terkena api. Akibat kejadian itu, satu buah genset, dinamo dan mesin vulkanisir dan ruangan di bengkel itu mengalami kerusakan. Kerugian materi dari peristiwa itu ditaksir sekitar Rp 15 juta.

Kepala BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto yang terjun ke lokasi mengatakan, api diduga berasal dari genset yang solarnya mampet. Kemudian panas dan lalu menimbulkan api yang kemudian terjadi kebakaran.

"Beruntung, sebelum menjalar lebih hebat, api bisa dipadamkan oleh warga dan juga satu mobil pemadam kebakaran," terang pria yang akrab dipanggil Heru tersebut.

Dia juga mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan siaga terhadap bahaya kebakaran, khususnya pada musim kemarau seperti saat ini. Heru membeber data, selama Juli hingga awal Oktober ini sudah terjadi 27 kasus kebakaran dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Sumber http://www.suaramerdeka.com