Terobsesi Mencari Cinta? Ini Tandanya

Terobsesi Mencari Cinta? Ini Tandanya | Menjadi lajang alias jomblo mungkin tidak menyenangkan ketika orang-orang di sekeliling Anda sudah berpasangan. Belum lagi harus menghadapi "bullying" karena Anda dianggap tidak laku.

Meski Anda terus menerus berharap segera mendapat pasangan, tetapi harus dipahami bahwa berhubungan dengan seseorang tak akan menyelesaikan masalah. Bahkan, terobsesi untuk menemukan si belahan jiwa bisa tidak sehat.

Ketahui ciri-ciri Anda memang terobsesi mencari cinta dan ketahui apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

- Mencari belahan jiwa

Sangatlah normal untuk berusaha mendapatkan pasangan yang cocok. Bahkan setiap orang menginginkan hubungan cinta yang langgeng. Tetapi jika tujuan hidup Anda hanyalah mencari pasangan yang merupakan belahan jiwa, Anda akan kecewa sendiri pada akhirnya.

- Memilih hubungan tidak sehat

Wanita yang terobsesi mencari cinta sering kali berakhir dengan hubungan yang secara emosional atau fisik tidak sehat. Ini karena baru kenal sebentar Anda sudah langsung menjalin komitmen dengannya.

Wanita bertipe ini pada umumnya juga akan berusaha mengontrol pasangannya, baik dalam hal keuangan, pertemanan, makanan, apa pun yang bisa dilakukan untuk menjaga agar hubungan ini awet.

Bahkan dalam kondisi mendapat perlakukan kekerasan, mereka akan menyalahkan diri sendiri dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Anda ingin mengakhiri semua ini tetapi khawatir tidak bisa menemukan pria lain yang mencintai Anda.

- Terikat terlalu kuat

Wanita yang memiliki citra diri rendah sering kali memiliki sikap tidak berdaya. Akibatnya mereka akan mengikatkan diri terlalu kuat pada pasangannya. Mereka merasa tak bisa berfungsi dengan utuh atau merasa tak berharga jika tak memiliki pasangan.

Jika Anda merasa diri terikat terlalu kuat atau terlalu mudah "jatuh cinta" dengan setiap pria yang baru dikenal, mungkin Anda juga memiliki kecenderungan tersebut. Jika Anda terlalu terikat dengan kekasih, Anda akan bersikap terlalu posesif atau memiliki sikap seperti orang yang "putus asa".

- Cintai diri sendiri

Sebelum Anda menginginkan hubungan yang sehat, Anda perlu mengubah cara memandang diri sendiri. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Bisa dimulai dengan melakukan aktivitas hobi sendirian tanpa kekasih. Citra diri yang positif dan menemukan hal-hal yang Anda cintai dari diri sendiri, akan membuat Anda menjadi orang yang positif dan menyenangkan.

Lagi pula Anda tidak selalu perlu seorang pria agar hidup merasa bahagia. Berhentilah menggantungkan kebahagiaan Anda pada diri orang lain.


Sumber :
WomansDay

Editor :
Lusia Kus Anna
Salam Vulkanisir