2014, Apa yang Bakal Dilakukan BlackBerry?


Chen mengawali tulisannya dengan mengatakan bahwa banyak pesaing yang memanfaatkan cerita negatif tentang BlackBerry di masa lalu. Namun, Chen tak akan fokus pada masa lalu, ia memilih untuk fokus pada BlackBerry di hari ini dan masa yang akan datang.

Chen mengungkap fakta bahwa saat ini BlackBerry memiliki posisi keuangan yang kuat. Selama dua bulan menjabat, Chen juga mengaku berhasil menemukan strategi yang tepat untuk menyelamatkan BlackBerry dari keterpurukan.

"Kurang dari dua bulan, tim BlackBerry dan saya telah merencanakan sebuah strategi baru untuk menstabilkan perusahaan, kembali ke kekuatan inti dalam dunia enterpise dan keamanan, dan memaksimalkan efisiensi," tulis Chen.

Fokus di dunia enterpise dan keamanan

Chen menjelaskan fokus baru mereka adalah dunia enterprise, messaging, QNX, dan bisnis perangkat keras. Setelah fokus tersebut tercapai, BlackBerry akan mulai beralih ke fokus lainnya, yaitu software dan layanan.

Chen juga mengklaim bahwa BlackBerry masih menjadi pemimpin di dunia enterprise. Menurutnya, perusahaan Kanada itu punya pengalaman membuat produk yang lebih aman ketimbang para kompetitornya.

"Saat berbicara enterprise, kami masih menjadi pemimpinnya. Jangan tertipu dengan klaim retorika kompetitor yang menyatakan mereka lebih aman dan lebih berpengalaman dari BlackBerry," ujar Chen.

Chen juga menggarisbawahi bahwa ponsel BlackBerry masih menjadi pilihan utama, bahkan tidak tergantikan di kalangan Pemerintah AS. Menurutnya, hanya ada satu perangkat yang mendapat status "Boleh Digunakan" di Departemen Keamanan AS, yaitu BlackBerry.

"Ini artinya, Departemen Keamanan AS hanya boleh menggunakan BlackBerry. Di seluruh dunia, tujuh dari tujuh pemerintahan G-7 juga merupakan pelanggan BlackBerry," ungkapnya.


Dari bisnis BlackBerry Messenger (BBM), Chen mengungkapkan, aplikasi berkirim pesan mobile tersebut mendapatkan sukses yang besar. Buktinya, dalam 60 hari belakangan, BBM telah mendapatkan 40 juta pengguna baru dari platform iOS dan Android.

"Kami akan terus berinvestasi pada layanan populer ini dan membangun fitur dan layanan channel, dengan rencana untuk mengubahnya menjadi aliran pendapatan di tahun mendatang," kata Chen.


Dalam tulisannya di situs CNBC ini, Chen juga sedikit membahas mengenai rencana BlackBerry untuk memproduksi perangkat ponsel. Chen membeberkan, BlackBerry akan bekerja sama dengan pemanufaktur Foxconn untuk memproduksi ponsel pintar BlackBerry di Indonesia.

"Dengan memanfaatkan skala dan efisiensi Foxconn juga akan memungkinkan kami untuk bersaing lebih efektif dan menciptakan kecepatan ke pasar karena kami dapat mendesain siklus hidup produk yang lebih cepat," tulis Chen.

Sebagai penutup, Chen mengungkapkan bahwa BlackBerry telah memiliki berbagai modal untuk terus bertahan di industri ini. Modal-modal yang disebutkan oleh Chen adalah keuangan yang masih sangat kuat (BlackBerry mengklaim memiliki kas 3 miliar dollar AS) dan teknologi yang terpercaya.

"Perjalanan baru dimulai," tutup Chen.

Sumber: CNBC