BPJS Ketenagakerjaan Jamin JHT Aman

BPJS Ketenagakerjaan Jamin JHT Aman

Kepala PT Jamsostek Cabang Cimahi Her Prayogo Basuki kepada wartawan, menegaskan, jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) untuk 122.000 peserta BPJS Ketenagakerjaan dipastikan aman.

PT Jamsostek yang sekarang berubah nama menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memastikan jika jaminan hari tua (JHT) untuk para pekerja di Kota Cimahi dan KBB aman.


"Jadi masyarakat jangan khawatir dengan JHT. Kepada seluruh anggota atau peserta, tetap akan mendapatkan JHT sesuai dengan aturan dan waktu yang sudah ditentukan," terangnya akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, dalam mencairkan JHT memiliki tahapan atau proses sesuai dengan undang-undang. Di antaranya, jelas dia, pertama dari usia harus mencapai 55 tahun atau meninggal dunia, peserta PT. Jamsostek sudah nonaktif dari perusahaan minimal satu bulan serta pegawai asing yang bekerja di Indonesia.

Karena ada aturannya, syarat syarat itu harus terpenuhi dan tidak sembarangan dicairkan.

Dia menerangkan, status PT Jamsostek yang asalnya di bawah naungan BUMN, kini berubah status menjadi sebuah badan yang langsung di bawah presiden. Hal ini agar pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan yang baik dan maksimal.

Mengenai jumlah total klaim untuk semua program pada 2013 lalu, dia mengaku, pihaknya sudah membayar sebesar Rp109 miliar.

"Itu total semua program. Kalau untuk JHT kita sudah bayarkan sebanyak Rp97 miliar dan untuk santunan kematian mencapai Rp2,6 miliar kepada 700 perusahaan di Cimahi dan KBB," bebernya.

Sebelumnya, kekhawatiran para pekerja ini tergambar saat ratusan serikat pekerja (SP) Kota Cimahi mendatangi Kantor PT Jamsostek Cabang Cimahi yang berlokasi di Jalan Sangkuriang pekan lalu.

Mereka meminta kejelasan aturan teknis pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, kedatangan mereka juga mempertanyakan kejelasan jaminan hari tua (JHT) setelah PT. Jamsostek berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan.(inilah.com)