5 Kesalahan Fatal Saat Wawancara Kerja

http://dangstars.blogspot.com/2014/02/5-kesalahan-fatal-saat-wawancara-kerja.html

Apabila di antara Anda ada yang belum juga mendapatkan pekerjaan impian, mungkin saja kendalanya bukan pada nilai akademis dan keterampilan yang tidak mumpuni. Siapa tahu, selama ini kendalanya ada pada kekeliruan saat proses wawancara kerja.

Jika beberapa hari mendatang, Anda memiliki janji wawancara dengan sebuah perusahaan incaran. Sebaiknya simak beberapa kesahalan yang kerap tidak disadari oleh sejumlah calon karyawan. Semoga di lain waktu, Anda tidak mengulanginya kembali.


Kesan pertama menentukan kelanjutan peluang Anda dalam mendapatkan pekerjaan, maka dari itu sebaiknya tibalah di lokasi yang telah disepakati, setidaknya 30 menit lebih awal. Tujuannya, agar Anda memiliki kesempatan dan dapat mempersiapkan diri.

Intinya, jika Anda datang terlambat saat wawancara kerja, itu sama saja dengan menyia-nyiakan kesempatan untuk masa depan yang lebih baik.


Malam sebelum melakukan wawancara kerja, siapkanlah busana yang sesuai dengan posisi yang Anda lamar, dan juga budaya perusahaan yang bersangkutan. Disarankan untuk mengenakan busana formil, seperti blazer, rok atau celana pantalon katun, dan kemeja berwarna netral.


Akan menjadi nilai tambah, apabila Anda terlebih dahulu mencari banyak informasi mengenai perusahaan tempat Anda melamar, seperti sejarah berdirinya perusahaan, industri yang ditekuni, pencapaian dan prestasi yang berhasil diperoleh perusahaan. Pada era dengan akses informasi yang luas seperti sekarang ini, rasanya bukanlah pekerjaan yang sulit untuk mengetahui latar belakang dan profil sebuah perusahaan lewat internet.


Sebelum melamar sebuah posisi pada suatu perusahaan, sebaiknya Anda cari tahu dahulu apa minat dan tujuan hidup Anda. Cara ini memudahkan Anda dalam menyeleksi sejumlah perusahaan saat akan mengirim lamaran, sehingga tidak membuang banyak waktu dan biaya mempersiapkan administrasi surat lamaran.

Sebagai seseorang yang mendalami ilmu psikologi dan sumber daya manusia, pihak pewawancara bisa mempelajari juga membaca apakah Anda benar-benar bisa dipercaya untuk posisi tersebut atau tidak. Maka dari itu, sesuaikanlah posisi dan pekerjaan yang dituju selaras dengan latar belakang akademis dan minat Anda.


Seluruh syarat dan kualifikasi yang diinginkan perusahaan, semuanya ada pada diri Anda. Namun, mengapa (lagi-lagi) Anda belum juga dipekerjakan? Oh ternyata, masalahnya ada pada rasa percaya diri.

Mungkin saja nilai akademis Anda cemerlang, bahkan keahlian lain yang Anda miliki terbilang istimewa. Namun sayang sekali, perusahaan tidak melihat bahwa Anda kandidat yang tepat untuk mereka. Alasannya, bisa jadi terdengar miris, yaitu saat ditanyakan apa kelebihan dan visi mis Anda dalam hidup, Anda menjawabnya dengan kikuk dan grogi. Alhasil semua jawaban yang Anda tuturkan terkesan lemah dan dinilai kurang mampu memberikan nilai positif yang dibutuhkan perusahaan.


Penulis : Melissa Hendrasari
Sumber :
GalTime.com