Tanggap darurat Sinabung hingga 15 Februari 2014

Tanggap darurat Sinabung hingga 15 Februari 2014

Pemerintah Kabupaten Karo masih memperpanjang masa tanggap darurat bencana erupsi gunung Sinabung, 8-15 Februari 2014, karena gunung berapi tersebut masih dinyatakan dalam status “Awas” (level IV).

“Perpanjangan tanggap darurat tersebut, berdasarkan hasil rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait situasi terkini gunung Sinabung,” kata Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan dihubungi dari Medan, hari ini.
Bahkan, jelasnya, perpanjangan tanggap darurat berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karo Nomor 361/032/Bakesbang/2014 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo Tahun 2014.

“Masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Sinabung sebelumnya berlaku dari tanggal 2 – 8 Februari 2014,” ucap Jhonson.

Dia menambahkan, mengenai status gunung Sinabung tersebut, PVMBG memberikan kesimpulan, antara lain kegempaan masih didominasi oleh gempa hybrid yang mengindikasikan masih terjadinya tekanan di area dangkal di bawah Kawah Gunung Sinabung.

Hal ini terjadi, dan berkaitan dengan pertumbuhan kubah lava yang masih berlangsung hingga kini.

Kemudian, peningkatan jumlah gempa guguran berkaitan dengan ketidakstabilan kubah lava.

Data deformasi mengindikasikan adanya perpindahan tekanan dari tempat yang dalam menuju tempat yang lebih dangkal.

“Sementara itu, pemantauan visual dan instrumental menunjukkan bahwa potensi ancaman bahaya Gunung Sinabung hinggal tanggal 7 Februari 2014 pukul 12.00 WIB masih dalam status Awas (Level IV),” kata Jhonson mengutip rekomendasi PVMBG.

Data yang diperoleh di Posko Utama Penanggulangan Bencana Sinabung, Kabanjahe, jumlah pengungsi saat ini, Minggu (9/2) tercatat sebanyak 33.126 jiwa atau 10.297 kepala keluarga (KK).

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level “Siaga” menjadi “Awas” terhitung mulai Minggu, (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status “Awas” tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 Cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 Km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 Km dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.
(dangstars/wol/antara/waspada)