Kenali bibit, bebet, bobot pasangan termasuk dalam hal keuangan

Kenali bibit, bebet, bobot pasangan termasuk dalam hal keuangan

"Bibit, bebet, bobot" adalah gen yang menurun dari orangtua kepada anak-anaknya. Hal ini terkait nilai, ajaran, norma yang diperoleh seorang anak dari agama, budaya, serta pengalaman masa lalunya. Semua hal ini akan menjadi blueprint (mindset) atau pola pikir yang berada dalam pikiran bawah sadar dan tercermin dalam perilaku dan kebiasaan seseorang. 

Karenanya, Anda juga bisa mengetahui blueprint keuangan seseorang dengan berkomunikasi dengannya.

Mengenali blueprint keuangan penting bagi Anda sebelum memilih pasangan. Sehingga benarlah kata orangtua, bahwa sebelum memutuskan siapa yang akan menjadi pendamping hidup, sebaiknya memilah dan memilih seseorang dengan pola keuangan sejalan. Selain juga memiliki visi jangka panjang ke depan. Cara berpikir seperti ini bisa menjadi dasar pijakan untuk melangkah bersama dalam berumah tangga.

Lantas bagaimana kalau sudah terlanjur cinta, namun ternyata blueprint keuangan tak sejalan? Apakah pola pikir seseorang dapat di-format ulang? Ya, bisa, namun memerlukan usaha yang cukup keras dan waktu yang relatif lebih lama. Anda perlu bersabar menghadapi perbedaan pola pikir, termasuk dalam keuangan. Pola pikir sudah menjadi karakter dan pola laku, yang diterapkan seseorang dalam berbagai tindakan di kehidupan sehari-hari.

Bagaimana cara mengetahui blueprint keuangan?
Mudah saja mengenali blueprint keuangan seseorang. Caranya, lakukan komunikasi keuangan dengan pasangan selama masa pacaran dan sebelum pernikahan. Dengan berkomunikasi terbuka, dan memperhatikan perilaku keuangannya, Anda dapat mengetahui pola pikir keuangan pasangan.

Pola pikir keuangan pasangan bisa dikenali dari beberapa perilaku seperti:
* Barang-barang yang dibelinya selama ini.
* Tagihan kartu kredit.
* Kebiasaannya membayar semua tagihan.
* Berapa gaji yang digunakan untuk berinvestasi.
* Apakah gaya hidupnya mencerminkan gajinya?
* Apakah gaya hidupnya terlalu mewah dan boros?
* Bagaimana pekerjaan dan prospek masa depannya dalam perusahaan tempatnya bekerja kini? * Apakah ia gemar mengembangkan diri dan mengikuti berbagai pelatihan keterampilan?

Mengetahui dan memahami seseorang sebelum memasuki gerbang pernikahan jauh lebih penting. Daripada menunggu dan membicarakannya setelah Anda berada dalam ikatan perkawinan. Komitmen dan kesepakatan sebaiknya dicanangkan sebelum semuanya terlambat. Sehingga Anda masih memiliki waktu untuk berpikir ulang, apakah tetap melangkah atau mundur beberapa langkah lebih dahulu.

Perkawinan adalah kesepakatan seumur hidup yang serius dan sakral, sehingga perlu dibangun dengan pondasi yang kokoh. Salah satunya adalah dengan mengetahui bibit, bebet, bobot dari masing-masing pihak.

(Chic/Freddy Pieloor, CFP, Financial Planner)