11 Pelajar Indonesia akan Bersaing di Ajang Sains di Los Angeles

11 Pelajar Indonesia akan Bersaing di Ajang Sains di Los Angeles
Sebanyak 11 pelajar SMA yang merupakan pemenang kompetisi sains nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan diberangkatkan oleh Intel Indonesia ke Los Angeles Amerika Serikat dalam ajang Intel ISEF 2014 pada 11-16 Mei 2014.

"Mereka bersebelas memiliki karya yang orisinal dan berdampak positif, jadi mereka layak mewakili pelajar Indonesia untuk ikut di ajang Intel ISEF di Amerika ya. Karena kualifikasinya 11 pelajar ini sudah memenuhi syarat untuk bersaing dengan ribuan pelajar SMA lainnya dari seluruh negara," ungkap Director Public Affairs Intel Indonesia, Deva Rachman, Kamis (8/5/2014).

Menurutnya, 11 perwakilan pelajar tersebut sebelumnya diseleksi oleh tim Intel Indonesia bersama LIPI dan Kemendikbud melalui proses yang ketat, sehingga mereka terpilih dari yang terbaik dan yang paling cerdas dengan masing-masing inovasinya.

"Pada saat proses seleksi saya mengalami kendala yang cukup jadi beban sih. Soalnya saya jadi terbagi konsentrasi antara projek dengan ujian nasional," ucap Alfy Fathnur Aziza dari SMA Al Hikmah Surabaya dengan karya ilmiah berjudul "Removal of Dissolved Heavy Metal Pollutant Using Tropical Peat Soils of Indonesia".

Adapun kesebelas pelajar SMA tersebut adalah:
Ahmad Aulia Justisiananto dan Galih Pradipto Wisnujati dari SMAN 1 Yogyakarta dengan karya ilmiah berjudul Quadratic Tool.

Dwi Indah Anggraini dan Gigih Setyawan dari SMAN 1 Salatiga, Jawa Tengah berjudul Electromagnetic Energy Harvester to Power LEDs Illumination.

Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri dari SMAN 1 Sekayu Sumatera Selatan dengan karya Green Refrigerant Box.

Edwin Luthfi Saputra dan Anisa dari SMAN 10 Malang, Jawa Timur dengan judul karya ilmiahnya Go-Sengon: Sengon Wood for Wind Turbine Blades.

Nur Amaliah dan Inayatul Azisah dari SMAN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan dengan karya berjudul How the Tallasa Kamase-Mase and Customary Law Saved the Tana-Toa Forest and Water Resources.

"Harapan kami semoga dari perwakilan pelajar yang kami kirim tahun ini menang ajang internasional ya. Seperti tahun 2013 lalu pelajar Indonesia dapat juara special award untuk kategori "consortium for ocean leadership an outstanding project of marine geoscience," papar Deva kepada Kompas.com.

Deva menjelaskan, adapun hadiah yang diberikan oleh pihak penyelenggara Intel ISEF yaitu lebih dari 4 juta dollar AS dan beasiswa sarjana 1 baik dalam dan luar negeri bagi para pemenang.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kepada kesebelas perwakilan Indonesia tersebut agar dapat fokus dan mencari pengalaman dalam ajang internasional tersebut kemudian dapat meraih kemenangan.

Adapun Intel International Science and Engineering Fair atau Intel ISEF merupakan ajang kompetisi sains bertaraf internasional bagi kalangan pelajar terbesar dunia sejak 1997. Kemudian Intel Indonesia sendiri sudah menyelenggarakan program tersebut sejak 4 tahun yang lalu.

Sebelumnya tahun 2013 Intel Indonesia memberangkatkan 9 perwakilan pelajar Indonesia ke ajang Intel ISEF tersebut.

Dalam acara ini, para inovator muda akan mempresentasikan hasil riset dan penemuannya masing-masing di hadapan lebih dari 70 negara dengan total 1.700 pelajar SMA dari seluruh dunia. Untuk perwakilan dari Indonesia sendiri sebanyak 11 orang dengan berbagai macam kategori karya ilmiah. Antara lain bidang Matematika, Lingkungan Hidup, dan Sains.(kompas)