Isu "Presiden Boneka" akan terjawab

http://dangstars.blogspot.com/2014/11/isu-presiden-boneka-akan-terjawab.html
Presiden Joko Widodo diprediksi akan menghadapi tantangan besar dalam pemerintahannya lima tahun ke depan. Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha menilai, mampu atau tidaknya Jokowi menghadapi tantangan tersebut akan menjawab keraguan publik atas sebutan 'presiden boneka' yang kerap melekat di Jokowi.

"Soal bisnis, ekonomi, hubungan internasional, akan menjadi ujian terberat Jokowi sekaligus menjawab keraguan politik apakah presiden boneka itu terbukti," ujar Hanta di Jakarta, hari ini.

Hanta menyebut, naiknya Jokowi sebagai presiden memunculkan antitesa politik di Indonesia. Ia mengatakan, Jokowi bukan merupakan ketua umum mau pun pejabat teras partai politik seperti presiden-presiden sebelumnya. Jokowi pun tidak lahir dari trah politik dan tidak pernah menjadi pejabat politik nasional.

"Dia lahir dari kepala daerah. Dia berprestasi jadi Wali Kota di Solo kemudian jadi Gubernur di Jakarta. Itu kebaruan, jadi peluang sekaligus tantangan berat," kata Hanta.

Oleh karena itu, Jokowi diharap dapat membuktikan kepada masyarakat bahwa seseorang yang lahir bukan dari dunia politik juga mampu menggerakkan negara dengan baik. Tantangan lain yang perlu dihadapi Jokowi, kata Hanta, yaitu mewujudkan nawacita yang selama ini digembor-gemborkan menjadi visi misi pemerintahannya.

Jokowi pun diminta membuktikan bahwa kabinet yang dibentuknya benar-benar kabinet yang siap bekerja, bukan sekadar kabinet hasil kompromi politik. "Mudah diucapkan tapi sulit direalisasikan karena sulit menghindari kompromi politik. Tapi stabilitas kekuasaan ditentukan sejauhmana mampu menjaga dukungan publik secara vertikal," kata Hanta.

KMP kuasai parlemen
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, konflik di DPR akan segera berlalu setelah Koalisi Merah Putih berhasil menguasai parlemen dengan berbagi kekuasaan di posisi pimpinan parlemen dan alat kelengkapan DPR. Menurut Yunarto, solidnya KMP semata-mata hanya untuk memenuhi hasrat kekuasaan, tidak lagi atas alasan dukungan kepada mantan kandidat presiden Prabowo Subianto.

"Mereka solid karena mereka sudah mendapatkan kekuasaan itu. Kasarnya, gunanya Prabowo apa lagi setelah mereka memenuhi libido kekuasaan?" ujar Yunarto dalam sebuah diskusi di Jakarta, hari ini.

Yunarto mengatakan, KMP telah menelan pil pahit saat calon presiden yang diusungnya kalah dan gugatan mereka ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. Namun, kata Yunarto, keadaan kini seolah berbalik. KMP terus berambisi menguasai parlemen hingga hasrat utama mereka tercapai.

"Semua parpol pasti bicara soal kavling kekuasaan. Saat mereka sudah mendapatkan (kekuasaan) mereka pasti solid karena mereka butuh hitung-hitungan," ujarnya.

Yunarto menduga, perpecahan di DPR tidak akan berlangsung lama karena bagaimana pun KMP yang menguasai parlemen tetap membutuhkan pemerintah sebagai pemegang anggaran. Menurut dia, tidak ada lagi alasan yang kuat bagi KMP untuk mempertahankan koalisinya ketika porsi kekuasaan telah terbagi rata di koalisinya.

"Masa puncak mereka sudah lewat. Dengan sendirinya KMP akan pecah karena pemerintahan Jokowi yang menetukan anggaran," ujarnya.

Isu "Presiden Boneka" akan terjawab (waspada.co.id/kompas.com/image okezone.com)