Pesawat tempur Sukhoi 27/30 TNI AU kembali memaksa mendarat sebuah pesawat asing

http://dangstars.blogspot.com/2014/11/pesawat-tempur-sukhoi-2730-tni-au-kembali-memaksa-mendarat-sebuah-pesawat-asing.html
Kali ini private jet dengan operator Saudi Arabian Airlines.

Pesawat jet pribadi jenis Gulfstream IV dengan no HZ-103 ini berangkat dari Singapura menuju Darwin Australia sebelum menuju tujuan akhir Brisbane.

"Pesawat dipaksa mendarat karena awaknya harus diperiksa oleh personel TNI AU sebab tertangkap basah masuk wilayah udara Indonesia tanpa ijin lengkap berupa dokumen Flight Clearance untuk memasuki wilayah kedaulatan Indonesia," kata Kadispen TNI AU, Marsekal Pertama hadi Tjahjanto, Senin (3/11).

http://dangstars.blogspot.com/2014/11/pesawat-tempur-sukhoi-2730-tni-au-kembali-memaksa-mendarat-sebuah-pesawat-asing.html


Pesawat ini sempat mencoba melarikan diri dengan kecepatan tinggi namun tetap dapat disergap oleh flight Sukhoi pada jarak 150 km timur laut Kupang pada ketinggian 41 ribu kaki dan kecepatan 450 kts dari Makasar.

Operasi penyergapan dilaksanakan di bawah kendali Pangkosek Hanudnas II yaitu Marsma TNI Tatang Herlyansah di Pusat Operasi Sektor Hanudnas II di Makassar, dengan dibawah komando penuh Pangkohanudnas Marsda TNI Hadiyan Sumintaatmaja dari Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional di Lanud Halim Perdanakusuma.

Pesawat yang berangkat dari Singapura dan Singapura mulai dicurigai tidak memiliki surat perijinan memasuki wilayah Indonesia oleh Kosek Hanudnas I Halim Perdanakusuma sejak melintasi wilayah udara kepulauan Riau dan memasuki Kalimantan dengan rute penerbangan M-774 menuju Australia.

http://dangstars.blogspot.com/2014/11/pesawat-tempur-sukhoi-2730-tni-au-kembali-memaksa-mendarat-sebuah-pesawat-asing.html

TNI AU segera mengerahkan 2 Su-30. Sempat terjadi kejar-kejaran dengan kecepatan suara sebelum akhirnya pilot-pilot TNI AU berhasil memaksa pesawat jet itu mendarat di lanud Eltari Kupang.

Sebelumnya TNI AU juga telah menyergap pesawat Australia di Manado dan pesawat Singapura di wilayah Natuna. Keduanya dibebaskan setelah membayar uang denda.