AirAsia QZ 8501 Ditemukan

Bagaimana AirAsia QZ 8501 Bisa Ditemukan?

Tim pencari akhirnya berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang sejak Minggu pagi. Beberapa negara terlibat dalam aksi pencarian. Bagaimana sampai lokasi bisa ditemukan?


Pencarian AirAsia QZ 8501 dilanjutkan hari Selasa (30/12) dengan bantuan beberapa negara, antara lain Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Australia dan Cina. Akhirnya sekitar pukul 12 siang WIB, makin jelas bahwa tim pencari sudah menemukan lokasi jatuhnya pesawat naas itu.

Petunjuk pertama mengenai lokasi kecelakaan berasal dari keterangan para nelayan lokal yang kemudian disampaikan pada Kepolisian Air.

Inilah kronologi penemuan lokasi jatuhnya AirAsia QZ 8501 yang membawa 155 penumpang dan 7 awak pesawat, yang kami rangkum dari kantor berita AFP, DPA dan situs merdeka.com.

10.43 WIB: Kepolisian Perairan Polda Kepulauan Bangka Belitung menerima laporan penemuan serpihan benda berbentuk segi empat. Laporan itu berasal dari seorang nelayan asal Kecamatan Belinyu pada Senin (29/12), malam.

11.41 WIB: Badan SAR Nasional mengirimkan dua unit pesawat ke lokasi ditemukannya serpihan benda yang dilaporkan oleh nelayan asal Kecamatan Belinyu pada Senin (29/12), malam.

12.41 WIB: Benda mirip pintu darurat pesawat terlihat tim pencari pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita AFP lewat akun Twitternya.

13.37 WIB: Tim SAR melaporkan penemuan sejumlah serpihan benda yang diduga pesawat AirAsia QZ 8501. Fotografer AFP yang ikut dalam penerbangan mencari AirAsia melihat serpihan-serpihan itu mengapung di laut.

14.50 WIB: Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo menyatakan serpihan-serpihan ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

14.59 WIB: Basarnas menetapkan Bandara Iskandar di Pangkalanbun sebagai pusat evakuasi penumpang AirAsia. Bandara ini dipilih karena lokasinya sangat dekat dengan lokasi temuan serpihan.

15.07 WIB: Direktur Operasi Basarnas Marsekal Pertama TNI AU Supriyadi mengatakan, anggotanya menemukan 3 jenazah yang diduga penumpang AirAsia QZ 8501. Penemuan di perairan berjarak 97 mil dari Pangkalanbun.

15.28 WIB: Supriyadi mengatakan, evakuasi korban dan material dari pesawat Air Asia QZ-8501 akan dilakukan oleh TNI Angkatan Laut dengan menggunakan KRI Bung Tomo.

16.12 WIB: Basarnas: Lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di wilayah perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, tidak jauh dari pantai. Banyak serpihan yang hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari bibir pantai.

17.15 WIB: Tim SAR melaporkan penemuan barang-barang milik penumpang pesawat AirAsia QZ-8501 di laut. Barang-barang itu dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Laut.

17.26 WIB: Kapal perang Indonesia, KRI Bung Tomo, dilaporkan telah mengevakuasi sekitar 40 jasad penumpang AirAsia QZ 8501 dari tengah laut.




Kontak Terputus

Pesawat AirAsia tipe Airbus A320-200 yang mengangkut 162 penumpang dan awak sedang menerbangi rute Surabaya menuju Singapura ketika kontak dengan tower bandara hilang sekitar 40 menit setelah pesawat bernomor penerbangan QZ8501 itu lepas landas. Pesawat dinyatakan hilang dan di hari ketiga pencarian dipastikan pesawat jatuh ke laut Jawa.

Jatuh ke Laut Jawa

Sebelumnya pilot AirAsia meminta izin naik ke ketinggian 38.000 kaki sebagai upaya menghindari awan dan cuaca buruk. Tapi permitaan ditolak, karena lalu lintas udara padat dengan tujuh pesawat terbang di rute tersebut. Jejak pesawat yang hilang ditemukan di perairan Laut Jawa sekitar Pangkalan Bun. Tima Basarnas mengevakuasi pecahan pesawat, kargo dan jenazah penumpang.

AirAsia QZ8501 Ditemukan Dekat Pangkalan Bun

Tim pencari AirAsia QZ8501 menemukan sejumlah pecahan yang diduga dari pesawat yang hilang. Basarnas memastikan 95 persen, obyek yang ditemukan berasal dari Air Asia yang hilang.



Tim Basarnas menemukan koper dan jasad yang diduga penumpang mengapung di lautan. Sebelumnya beberapa obyek berwarna oranye juga ditemukan tim pencari di kawasan perairan sekitar 150 sampai 200 km di selatan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

"Pesawat militer Indonesia melihat adanya obyek berwarna putih, merah, hitam dan obyek seperti pelampung penyelamat pesawat", ujar jurubicara Basarnas Yusuf Latif.

Basarnas sudah mengirim sebuah helikopter untuk mengambil sedikitnya 10 obyek yang mengapung di lautan untuk pengecekan lebih lanjut. "Ini merupakan penemuan paling siginifikan, dan 95 persen dipastikan berasal dari pesawat Air Asia yang hilang ", ujar ketua Basarnas, Henry Bambang Soelistyo.

Basarnas menyatakan sudah melihat bayangan gelap berbentuk pesawat di dasar laut yang tidak terlalu dalam.

Seperti diketahui warna pesawat AirAsia yang hilang dengan 162 penumpangnya adalah merah dan putih. Pesawat Airbus A 320-200 itu hilang kontak saat penerbangan dari Surabaya ke Singapura Minggu (28/12) pagi sekitar 40 menit setelah mengudara. Sebelumnya pilot minta mengubah rute dan naik ke ketinggian 38.000 kaki karena diduga melihat adanya awan badai.
(afp, dpa, dangstars,merdeka.com)