Bandara Paling Menakutkan di Dunia

Menurut pantauan Dangstars banyak terdapat beberapa bandar udara atau bandara yang dianggap paling menakutkan di muka Bumi ini. Mulai dari memiliki medan pendaratan yang sulit hingga pendeknya landasan pacu bandara.






Bandara Paro, Bhutan

Paro International Airport, demikian nama resminya, merupakan sebuah bandara yang terletak di Paro, Bhutan. Bandara ini merupakan satu-satunya bandara internasional di Bhutan dan juga merupakan tempat pangkalan utama bagi maskapai Druk Air.

Bandara Paro dikelilingi oleh bukit-bukit yang ketinggiannya kurang lebih 5.500 meter, sehingga menjadikan bandara ini adalah salah satu bandara paling berbahaya untuk didarati.

Mendarat di bandara ini mengharuskan para pilot ‘bernegosiasi’ dengan serangkaian gunung, turun dengan cepat, kemudian berbelok curam ke kiri segera sebelum mendarat.

Tercatat hingga Oktober 2009, hanya ada delapan pilot di seluruh dunia yang diberikan sertifikasi untuk mendarat di bandara ini.

Penerbangan di Bandara Paro hanya dibolehkan ketika kondisi cuaca sedang baik dan hanya boleh berlangsung dari matahari terbit sampai matahari terbenam saja.

Bandara Matekane Air Strip, Lesotho

Matekane Air Strip adalah sebuah bandar udara di Lesotho, Afrika dengan landasan 400 meter yang membentang di tepi tebing setinggi 600 meter.

Bandara yang dimiliki oleh Sam Matekane Matekane Group of Companies, sering digunakan oleh organisasi amal dan para dokter untuk mengakses desa-desa terpencil di pedalaman Lesotho.

Matekane Air Strip juga ini dilabeli sebagai salah satu bandara yang memiliki landasan pacu paling menyeramkan di dunia.

Bandara Juancho E Yrausquin, Pulau Saba, Karibia

Juancho E Yrausquin Airport adalah satu-satunya bandara di Pulau Saba di kepulauan Karibia. Bandara ini sangat terkenal dengan bagaimana cara pesawat dapat take off dari landasan.

Bandara ini memiliki porsi yang besar dalam melayani penerbangan di Pulau Saba. Beberapa pakar penerbangan memiliki opini bahwa bandara ini merupakan salah satu bandara paling berbahaya di dunia, walaupun belum ada tragedi besar yang terjadi di sini.

Di ujung landasan terdapat huruf X besar yang menandakan bahwa bandara ini tidak untuk penerbangan komersial.

Bahaya datang dari kondisi geografis dari bandara itu sendiri. Pesawat harus terbang ke tebing sebelum membuat sebuah belokan tajam ke kiri dan akhirnya mendarat dengan mulus.

Landasan ini terletak tinggi di atas lautan sekitarnya, dengan tebing terjal di tiga sisi.

Bandara Tenzing-Hillary, Nepal

Tenzing-Hillary Airport yang dikenal juga sebagai Bandara Lukla, adalah sebuah bandara kecil di kota Lukla, di Khumbu, Distrik Solukhumbu, Zona Sagarmatha, Nepal Timur.

Pada Januari 2008, bandara ini diganti namanya untuk menghormati Sir Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay, orang pertama yang mencapai puncak Gunung Everest dan juga menandakan usaha mereka dalam pembangunan bandar udara ini.

Tekanan udara yang tipis, cuaca yang dapat berubah-ubah, dan landasan pacu yang pendek dan miring membuat pendaratan di bandara ini menjadi salah satu pendaratan yang paling menantang di dunia.

Bahkan, program History Channel, Most Extreme Airports, menempatkannya sebagai bandara 'paling ekstrem' di dunia.

Bandara ini sangat populer, karena Lukla merupakan tempat di mana banyak orang memulai pendakian mereka ke Gunung Everest.

Terdapat penerbangan harian antara Lukla dan Kathmandu, ibukota Nepal, pada siang hari, dengan catatan cuaca sedang bagus.


Bandara Internasional Madeira, Portugal

Ini adalah sebuah bandara internasional yang berlokasi di dekat Funchal, Madeira, Portugal. Bandara ini memandu lalu lintas udara domestik dan internasional di Pulau Madeira.

Bandara Internasional Madeira dikenal sebagai satu bandara paling berbahaya di dunia. Penyebabnya, bandara ini memiliki landasan pacu yang pendek dan posisinya dekat dengan tebing.

Pada 1980, pesawat Boeing 727 jatuh di ujung landasan saat akan mendarat. Akibatnya, sebanyak 131 penumpang tewas. Karena itu landasan pacu diperpanjang di atas laut dengan 150 tiang beton untuk menopangnya.

Meski landasan tidak lagi pendek, posisinya yang berdekatan dengan pegunungan dan laut menimbulkan masalah lain, yakni turbulensi ekstrem dan kondisi cuaca buruk.

Kondisi itu memberikan masalah bagi pilot, bahkan yang paling berpengalaman, saat lepas landas atau mendarat.



Bandara Barra, Skotlandia

Bandara Barra ini merupakan satu-satunya bandara di dunia yang memakai pantai sebagai landasannya.

Bila Anda ingin mengunjunginya, Anda bisa memesan tiket pada maskapai British Airways yang melayani jalur ke Barra dari Glasgow atau Benbecula.

Bandara ini dipenuhi air sewaktu pasang tiba. Dan jika Anda datang pada sore menjelang malam hari, Anda mungkin menemukan beberapa mobil diparkir dengan lampu yang menyala untuk membantu pilot mendaratkan pesawat.

Bandara Internasional Princess Juliana, St Martin

Melihat foto di atas, pasti Anda sudah tahu seperti apa berbahayanya bandara yang berada di wilayah negara Belanda ini.

Bandara yang terletak di lokasi wisata tropis ini sangat dekat dengan Pantai Maho yang selalu dipenuhi oleh para turis yang sedang berjemur.

Walaupun belum pernah ada kecelakaan serius yang mengakibatkan korban jiwa, tetapi baik saat tinggal landas maupun saat mendarat, semburan jet dari pesawat-pesawat tersebut dapat menyebabkan kecelakaan fatal bagi turis yang berada di sekitarnya.

Pertanyaanya adalah mengapa bandara ini masih digunakan, bahkan untuk penerbangan komersial yang padat?

Jawabannya: bagaimanapun juga bandara ini tetap merupakan tempat yang paling aman untuk penerbangan dari seluruh lokasi yang ada di pulau ini.

Bandara Courchevel, Pegunungan Alpen

Bandara Courchevel adalah sebuah bandar udara milik Perancis yang melayani wilayah Courchevel, sebuah wilayah ski di Pegunungan Alpen.

Bandar udara ini memiliki landasan pacu yang sangat pendek, yaitu hanya sepanjang 537 meter dengan tingkat kemiringan hingga 18,6 persen. Saking pendeknya, pilot harus mendaratkan pesawat di landasan yang menanjak dan menerbangkan pesawat ke arah landasan yang menurun.

Berada pada ketinggian 2.008 meter di atas permukaan laut, bandara yang dikelilingi oleh salju ini hanya melayani pendaratan dan penerbangan dengan pesawat kecil dan helikopter.

Bandara Courchevel pernah masuk layar lebar ketika aktor Pierce Brosnan melakukan pendaratan di sini saat membintangi James Bond di film Tommorow Never Dies.