Pesawat AirAsia QZ8501 Rute Surabaya Singapura Hilang Kontak

Ini Titik Pencarian Pencarian AirAsia QZ 8501

Badan SAR Nasional (Basarnas) hari ini kembali melanjutkan pencarian pesawat AirAsia QZ 8501. Titik pencarian pun akan difokuskan dikawasan Belitung Timur hingga Sampit Barat.

Hal ini pun sudah dikoordinasikan dengan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang ikut membantu pencarian.

"Sudah berada dalam sebelah timur Pulau Belitung dan catatan koordinatnya jelas. Jadi, di antara sebelah timur Belitung terus Sampit barat itu cukup besar," kata Deputi Operasional Basarnas, Mayjen TNI Tatang Zainudin.

Selain dibantu dari jajaran TNI, Basarnas pun telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak lainnya, guna memperlancar pencarian pesawat yang hilang kontak sejak Minggu (28/12/2014) kemarin.

"Kita sudah melakukan koordinasi dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Penerbangan), Angkasa Pura I dan II, Dirjen Konsulat Kementerian Luar Negeri. Ini untuk mempercepat alat-alat pesawat yang bantu kapal dari luar negeri yang akan masuk. TNI, mereka sudah siap untuk membantu mempercepat prosesnya," tandasnya.

Seperti diketahui, pesawat AirAsia jenis Airbus A320 dengan nomor penerbangan QZ 8501 yang berangkat dari Surabaya menuju Singapura, diperkirakan jatuh di perairan Belitung dengan titik koordinat 03.22.46 LS dan 108.50.07 BT. Pesawat yang mengangkut 155 penumpang dan tujuh awak kabin, yang diterbangkan Kapten Irianto tersebut sebelumnya take off pukul 05.20 WIB. Namun beberapa saat kemudian, sekitar pukul 07.00 pesawat dengan nomor registrasi PK-AXC ini hilang kontak.



Mendagri Kirim Radiogram ke Kepala Daerah, untuk Bantu Pencarian AirAsia

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mendukung penuh pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang. Langkah awal yang telah dilakukan untuk membantu dengan mengirimkan radiogram kepada kepala daerah yang terlewati pesawat hingga akhirnya hilang.

"Radiogram sudah dikirim untuk para kepala daerah di Surabaya, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan dan Banten. Diharapkan daerah-daerah itu dapat ikut mendukung penuh pencarian serta mendatangi pusat informasi," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo lewat siaran pers, Senin (29/12/2014).

Tjahjo mengatakan, mencontohkan wali kota Surabaya sudah datangi pusat informasi di Surabaya. Dirinya meminta, seluruh kepala daerah yang daerahnya dilewati pesawat AirAsia harus membantu.

"Para kepala daerah harus membantu sarana yang mungkin diperlukan Basarnas dalam pencarian," ujarnya.

Tjahyo juga menunjukkan rasa keprihatinannya atas musibah yang membawa 155 orang tersebut. Dirinya juga mengatakan bahwa pemerintah melalui presiden dan wapres mendukung penuh secara optimal pencarian pesawat AirAsia.

"Kepada keluarga kita ikut mendoakan yang terbaik dan diberikan ketabahan menghadapi cobaan Tuhan Yang Maha Kuasa atas musibah ini," tutup Tjahjo.

Bos Virgin Air Richard Branson Beri Dukungan dan Kuatkan Tony Fernandes 


Hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 menjadi perhatian berbagai kalangan di seluruh dunia. Termasuk pemilik Virgin Air Richard Branson yang mengutarakan keprihatinannya terhadap bos AirAsia Tony Fernandes yang merupakan sahabatnya.

Lewat akun twitternya @richardbranson pada Minggu (28/12/2014), Branson menyatakan dirinya juga memberikan kekuatan terhadap CEO Group Air Asia Tony Fernandes atas musibah yang menimpa AirAsia.

"All our thoughts with the passengers & crew of #QZ8501 & their families. Stay strong @tonyfernandes & all the wonderful @airasia team," ujar Branson seperti yang dikutip detikcom, Senin (29/12/2014).

Seperti diketahui, Richard Branson dan Tony Fernandes merupakan teman dekat walaupun keduanya sesama pengusaha airlines. Bahkan keduanya pernah bertaruh yang membuat Branson -- yang kalah dalam taruhan itu -- harus mau menjadi pramugari waria di maskapainya sendiri dan melayani Fernandes.

Pesawat AirAsia QZ8501 berjenis air bus A320-200 ini membawa 155 penumpang, yang terdiri atas 138 penumpang dewasa, ada 16 anak dan satu bayi. Ada pula kru pesawat yang terdiri dari dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi.

Cuaca Ekstrim Jadi Kendala Terbesar Pencarian AirAsia QZ8501 di Hari Pertama 

Pencarian pesawat Air Asia hari ini tidak membuahkan hasil karena tidak didukung cuaca tidak bersahabat. Seluruh unsur TNI/Polri dan Basarnas melakukan pencarian termasuk Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda.

"Kita tadi sudah lakukan penyisiran menggunakan dua pesawat tapi tidak membuahkan hasil karena tadi kita harus kejar kejaran dengan awan yang tidak bersahabat," kata Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal), Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta pada wartawan di Puspenerbal Juanda, Minggu (28/12/2014) malam.

Ia mengungkapkan, pesawat TNI AL yang melakukan pencarian hanya mampu terbang dengan ketinggian 1.000-2.000 feet dengan jarak pandang 1 Km.

"Situasi di lokasi awan rendah, selama melaksanakan operasi pencarian hari ini kita belum berhasil menemukan," ungkapnya.

Selain itu, Sigit menyebut titik koordinat terakhir Air Asia hilang merupakan jalur penerbangan dan jalur laut yang banyak dilalui kapal.

"Tadi kita juga sudah melakukan pencarian menggunakan kapal dan bertemu banyak teman nelayan di sana karena merupakan jalur kapal," ungkap Sigit.


ELT Pesawat Air Asia Diduga Rusak


Pengamat Penerbangan Dudi Sudibyo menduga, Emergency Locator Transmitter (ELT) yang dimiliki Pesawat AirAsia QZ 8501 rusak.

Menurutnya, jika ELT tersebut berfungsi tentu petugas tidak akan kesulitan mencari pesawat berpenumpang 155 orang yang sampai saat ini belum ditemukan.

Artinya kata dia, pihak Basarnas tinggal mencari sinyal dari ELT Air Asia. Sebab, merujuk pada keterangan Basarnas, tidak mendapatkan sinyal dari ELT pesawat Air Asia.

"Nah ini yang menjadi pertanyaan kita kemana fungsi dari ELT, saya duga itu tidak berfungsi dan tidak bekerja," ujarnya kepada Okezone di Jakarta, Senin (29/12/2014).

Namun, dia berharap, pesawat tersebut dapat segera ditemukan oleh Basarnas.

Pesawat Air Asia QZ 8501 lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur menuju Singapura. pada Minggu pukul 05.36 WIB. Seharusnya, penerbangan hanya memerlukan waktu sekira dua jam 20 menit untuk tiba di Bandara Changi. Namun, hingga kini kabar tentang keberadaan pesawat yang seharusnya tiba di Singapura pada pukul 08.30 waktu setempat tersebut belum diketahui dengan pasti.