Black Box dan Badan AirAsia QZ 8501 Ditemukan


Tim SAR Temukan Badan Pesawat AirAsia
Badan AirAsia Ditemukan Kapal Singapura
Black Box Berhasil Dievakuasi

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) F Henry Bambang Soelistyo mengatakan, badan pesawat AirAsia QZ 8501 telah ditemukan oleh tim SAR gabungan.

"Bagian body (badan) pesawat dengan satu sayap pesawat masih menempel ditemukan pada hari ini," ujar Soelistyo di kantor Pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Ia menjelaskan bahwa yang menemukan badan pesawat tersebut merupakan kapal Angkatan Laut dari Singapura pada pukul 15.05 WIB.

"Lokasi badan pesawat yang ditemukan berjarak 3.000 meter dari penemuan ekor dan 800 meter dari ditemukannya Flight Data Recorder (FDR)," ungkapnya.

Ia memastikan bahwa badan pesawat yang berdimensi 30x10x3 meter ini merupakan badan AirAsia QZ 8501.

Sebelumnya, ekor merupakan penemuan objek pesawat AirAsia yang sempat menarik perhatian pada hari ke-tujuh pencarian pesawat ini.

Pada operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ 8501 hari ke-16, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dan mengangkat FDR di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah, Senin (12/1) pada pukul 07.11 WIB.

Selanjutnya pada hari yang sama, para penyelam tim SAR kembali menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang berjarak 20 meter dari lokasi penemuan FDR.
CVR ini baru diangkat dari dasar laut hari berikutnya, yaitu pada operasi pencarian hari ke-17, Selasa, 13 Januari, hingga kemudian dibawa ke Jakarta menyusul FDR yang terlebih dahulu dipindahkan ke Ibu Kota untuk diinvestigasi lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sembari terus mencari bagian-bagian pesawat lain, Basarnas dan tim gabungannya tetap memusatkan perhatiannya pada pelaksanaan pencarian korban yang rencananya diubah menjadi operasi harian, setelah operasi pencarian pokok dihentikan.

Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen menyatakan kapalnya menemukan badan pesawat AirAsia QZ 8501. Posisinya 2 kilometer dari lokasi ditemukannya ekor pesawat beberapa hari lalu.
Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) F Henry Bambang Soelistyo telah mengatakan bahwa badan pesawat AirAsia QZ 8501 telah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen berbicara melalui telefon dengan komandan Task Group untuk operasi bawah laut Kapal Penyelamat MV Swift, SLTC Chow Khim Chong. Dia menanyakan kebenaran berita itu.

“Dia mendeskripsikan kepada saya bagaimana sonar mereka pertama mendeteksi badan pesawat berjarak sekira 2 kilometer dari ekor pesawat ditemukan,” kata Menteri Eng Hen melalui akun Facebook miliknya, Rabu (14/1/2015).

“Kemudian Task Group mengirim kendaraan yang dioperasikan melalui remote control untuk memastikan kebenaran posisi pesawat itu. Kemudian, mereka menginformasikannya kepada Basarnas. Badan pesawat itu bersayap dan memiliki panjang sekira 26 meter,” lanjutnya.

Soelistyo memastikan bahwa badan pesawat yang berdimensi 30x10x3 meter itu merupakan badan AirAsia QZ 8501. Ia pun salut dengan kerja keras perwakilan negaranya.

“Saya meminta kepada Khim Chong untuk menyampaikan terima kasih kepada kru. Saya yakin warga Singapura bangga atas kerja keras mereka,” sambungnya.
Black Box Berhasil Dievakuasi, Operasi SAR AirAsia Tetap Lanjut

Keberhasilan tim SAR menemukan dan mengevakuasi ekor pesawat, Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) tidak serta merta membuat operasi pencarian korban dan evakuasi pesawat AirAsia QZ-8501 dihentikan.

Tim akan terus mencari badan pesawat yang diduga di dalamnya masih banyak korban terjebak. Demikian janji Panglima Armada TNI AL Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Widodo selaku Komandan Satgas SAR TNI di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (13/1/2015).

Pangarmabar mengatakan bahwa CVR ditemukan saat tim penyelam pertama yang berjumlah tiga orang turun ke laut di kedalaman 32 meter pada pukul 05.33 Wita. Tim penyelam kemudian melakukan observasi di dasar laut dan sekira pukul 06.59 Wita, tim penyelam kedua berjumlah tiga orang menggantikan turun ke dasar laut. CVR itu ditemukan tim penyelam gabungan TNI AL pada pukul 07.13 Wita. Penyelam yang mendapatkan CVR antara lain Lettu Laut Pelaun Aan Zaenal, Sertu Widodo Hadi dan Serda Rajab Suwarno.

Sekira pukul 07.13 Wita, mereka naik ke permukaan dengan membawa CVR ke Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh. CVR tersebut selanjutnya diperiksa oleh Tim KNKT untuk memastikan benar milik pesawat AirAsia atau bukan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti, Tim KNKT selanjutnya sudah dapat memastikan bahwa CVR tersebut benar milik AirAsia QZ-8051.

“Bagian kotak hitam berisi data rekaman suara di Cockpit AirAsia tersebut ditemukan di kedalaman Laut Jawa, dekat Selat Karimata pada koordinat 03 derajat 27 menit 33 detik Lintang Selatan dan 109 derajat 42 menit 71 detik BT,” kata Pangarmabar.

Pangarmabar Laksda TNI Widodo didampingi Pangkoops I TNI AU Marsda ‎TNI Dwi Putranto secara resmi menyerahkan CVR ke Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi di atas geladak KRI Banda Aceh. Selanjutnya CVR AirAsia dibawa ke Jakarta pada petang hari itu juga oleh Pangarmabar bersama Pangkoops I TNI AU dan Ketua KNKT.

“CVR dibawa menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dan selanjutnya dibawa ke kantor KNKT untuk diteliti lebih jauh dengan pengawalan ketat TNI,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa saat ini sudah dua bagian Black Box AirAsia yang berhasil ditemukan. Keduanya adalah rekaman data penerbangan atau FDR yang tengah dalam proses pengunduhan data, serta bagian lain berisi rekaman suara cockpit atau CVR.

“Operasi SAR yang dilakukan TNI merupakan instruksi khusus dari Panglima TNI dengan sasaran mengevakuasi korban dan pencarian Black Box. Hal ini diperkuat dengan pembentukan Satuan Tugas SAR dan berkoordinasi dengan Basarnas dan KNKT,” tutup Pangarmabar.

Sumber okezone.com