Makna Kue Onde-Onde dalam Perayaan Cap Go Meh

SAMA seperti kue keranjang saat Imlek yang memiliki makna, kue onde-onde yang merupakan makanan khas perayaan Cap Go Meh juga memiliki makna tersendiri.

Cap Go Meh merupakan bagian dari rangkaian perayaan Imlek yang digelar lima belas hari setelah Imlek. Makanan yang identik dengan perayaan Cap Go Meh adalah kue onde-onde. Makan onde-onde pada perayaan Cap Go Meh juga merupakan salah satu tradisi lama. Kebiasaan ini dimulai dari masa Dinasti Song (tahun 960-1279 Masehi). Seiring berkembangnya tradisi ini, masyarakat Tionghoa di Cina Utara menyebutnya dengan yuanxiao, sementara masyarakat di bagian Selatan menyebutnya dengan tangyuan.

Seperti halnya sajian Tiongkok lain yang sarat dengan arti dan makna, begitupula onde-onde yang memiliki makna tersendiri. Pengamat kuliner dari Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (APTI), Aji 'Chen' Bromokusumo menjelaskan, kue onde-onde memiliki arti keberuntungan.

"Onde-onde memiliki bentuk bulat serta memiliki permukaan yang berwarna kekuningan setelah digoreng. Permukaan onde-onde juga tertutup dengan banyaknya biji wijen, hal ini melambangkan suatu keberuntungan," kata Aji kepada Okezone, melalui pesan singkat, Selasa, 24 Februari 2015.

Sementara bentuk onde-onde yang mekar saat digoreng, lanjut Aji, melambangkan harapan semoga usaha yang sedang dilakukan semakin berkembang.

Di tempat asalnya yakni Tiongkok, onde-onde hanya berisi satu jenis bahan, yakni gula merah yang berwarna kecoklatan. Sedangkan di Indonesia, onde-onde banyak mengalami penyesuaian dengan tersedianya beragam isian onde-onde. Meskipun begitu onde-onde tetap sama saja, terbuat dari tepung beras ketan memiliki tekstur yang kenyal dan garing setelah digoreng.

Saat ini onde-onde tidak hanya bisa ditemui saat perayaan Cap Go Meh, tetapi setiap hari kue ini bisa dengan mudah ditemui di pasaran.(Makna Kue Onde-Onde dalam Perayaan Cap Go Meh )