Zulkifli Hasan jadi Ketum PAN Periode 2015-2020


Zulkifli Hasan terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020. Ketua MPR itu, mengungguli pesaingnya Hatta Rajasa dengan perolehan 292 suara.

Sementara itu, Hatta hanya memperoleh 286 suara. Pemilihan kursi nomor satu di partai berlambang matahari biru itu, dilakukan di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3/2015) malam.

Adapun pemilihan Ketua Umum PAN ini dilakukan dengan mekanisme voting. Voting dilakukan dengan cara mencontreng nama calon.

Dalam pemilihan ini, terdapat 584 pemilik suara. Namun hanya 582 suara yang hadir. Sedangkan 6 suara tidak sah.

Selanjutnya, usai pemilihan Ketua Umum, agenda Kongres IV PAN akan dilanjutkan dengan rapat pleno komisi-komisi.

Kader PAN Bertakbir Saat Zulkifli Terpilih
Kader PAN Bertakbir Saat Zulkifli Terpilih
Kader PAN Bertakbir Saat Zulkifli Terpilih

Kericuhan didalam ruangan Kongres IV PAN kembali terjadi saat perhitungan suara detik-detik terakhir suara Zulkifli Hassa Ungguli Hatta Rajasa.

"Hore Zulkifli menang. Allahu Akbar Zulkifli," teriak pendukung Zulkifli Hasan saat perhitungan suara, Minggu (1/3/2015) malam.

"Tenang, tenang, perhitungan suara belum usai. Masih ada suara yang harus dihitung," pekik pantia kepada para peserta pemilik suara.

Meski diingkatkan agar tertib dan tenang, kubu Zulkifli Hasan tetap berteriak kemenangan dan meraksek maju kedepan perhitungan suara sambil menyayikan Indonesia Raya.

Pengamat: PAN Lebih Butuh Zulkifli Ketimbang Hatta

Partai Amanat Nasional (PAN) harus bisa mengembalikan citra partainya sebagai parpol yang membawa aspirasi reformasi. Untuk itu dua kandidat calon Ketua Umum (ketum) PAN, Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan harus bisa membawa visi misi perubahan tersebut.

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan tantanganan yang dihadapi bangsa ini seperti perlindungan terhadap HAM dan kalangan minoritas harusnya bisa dijadikan salah satu program PAN untuk ikutserta memajukan bangsa.

Untuk itu, visi calon ketua umum mendatang haruslah bisa mengakomodir dan menjawab semua tantangan bangsa.

"Kalau kita liat dari dua sosok calon ketua umum yang akan maju tentu Zulkifli Hasan sesuai dengan kebutuhan PAN kedepan dibandingkan Hatta Rajasa. Namun, tentunya Ketua MPR itu harus mulai tertib administrasi untuk membenahi PAN kedepan," katanya di Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Menurutnya, selama limat tahun terakhir ini PAN kehilangan jati dirinya sebagai parpol yang lahir dari masa reformasi.

Hal itu bisa dilihat dari sikap politik PAN yang mendukung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lewat mekanisme DPRD.

"Hal ini sangatlah bertentangan dengan semangat reformasi. Padahal PAN sebagai Partai yang lahir karena reformasi justru mengalami kemunduran dalam 5 tahun belakangan ini," katanya.

Ray mengatakan, PAN harus bisa menjadi parpol independen, sehingga PAN harus bisa lepas dari bayang-bayang Partai Demokrat. Disamping itu, PAN juga harus bisa dan berani mengapresiasi kritikan yang membangun dari masyarakat.

"PAN harus berani tampil dimasyarakat dengan segala konsekwensinya. Kritikan sebagai partai pengekor harus dijawab dengan program yang pro rakyat tidak hanya sekedar lips saja," jelasnya.

Sementara itu, Dukungan terhadap Zulkifli Hasan sebagai kandidat ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) terus mengalir jelang pelaksanaan kongres partai berlambang matahari itu di Bali, 28 Februari-2 Maret mendatang.

Pemegang hak suara di kongres seperti ketua DPD (kabupaten/kota) dan ketua DPW (setingkat provinsi) pun beramai-ramai menyatakan dukungan mereka untuk pencalonan Zulkifli.

Sebelum berangkat ke Bali, mereka lebih dulu dikumpulkan di Yogyakarta untuk menjalani konsolidasi dan pemantapan. Dukungan yang diberikan para DPW dan DPD ini tidak terlepas dari harapan mereka bahwa Zulkifli akan membawa regenerasi dan perubahan bagi PAN. Zulkifli diyakini bisa melakukan itu dibanding Hatta Rajasa yang merupakan calon petahana.

Wakil Ketua DPW PAN DKI, Boy Ade menyatakan, partainya kini butuh regenerasi kepemimpinan untuk penyegaran seiring semakin beratnya tantangan ke depan. Ade pun meyakini Zulkifli merupakan sosok tepat untuk memimpin PAN selama lima tahun ke depan. Menurut dia, Zulkifli yang mewakili kalangan muda akan mampu mendongkrak kinerja partai yang kini dipimpin Hatta Rajasa.

"PAN adalah partai dinamis. Jadi, harus diregenerasi," kata Ade. 
[inilahcom]