PENGERTIAN Dan Jenis MAKALAH ATAU ARTIKEL

Sebuah tulisan yang baik sekalipun jika tidak disosialisasikan kepada khalayak umum, akan memiliki nilai yang rendah. Mengapa? Pertama, tulisan tersebut tidak memiliki nilai kegunaan bagi orang lain. Kedua, nilai “terpendam” tulisan tersebut akan menjadi usang jika telah melalui kurun waktu tertentu, baik karena kehilangan momentumnya maupun karena manfaatnya telah banyak dikenal atau dilakukan orang lain.


Saat ini jabatan guru merupakan jabatan profesional. Guru tidak lagi hanya mengajar tetapi juga meneliti, membuat karya inovatif dan menulis. Guru harus terus belajar agar kemampuan mengajar menjadi lebih baik dan lebih profesional. Belajar dapat dilakukan secara mandiri dengan membaca buku atau belajar bersama melalui mengikuti diklat, menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi, mengikuti seminar, menerbitkan tulisan, berdiskusi dan sebagainya. Dalam proses guru belajar dan mengajar inilah, guru dapat membagikan pengalaman dan pengetahuannya pada orang lain (teman sejawat) melalui tulisan. Salah satu cara guru menunjukkan kepakarannya di bidang pendidikan dan pengajaran adalah melalui karya tulis ilmiah.

Sebuah tulisan yang baik sekalipun jika tidak disosialisasikan kepada khalayak umum, akan memiliki nilai yang rendah. Mengapa? Pertama, tulisan tersebut tidak memiliki nilai kegunaan bagi orang lain. Kedua, nilai “terpendam” tulisan tersebut akan menjadi usang jika telah melalui kurun waktu tertentu, baik karena kehilangan momentumnya maupun karena manfaatnya telah banyak dikenal atau dilakukan orang lain.

Oleh karena itu, publikasi merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah karya tulis ilmiah. Dengan publikasi maka selain ide atau gagasan tersebut dapat tersampaikan kepada khalayak ramai untuk mendapatkan pengakuan, juga berguna untuk mendapatkan umpan balik baik saran, kritik, maupun pendapat yang berguna untuk perbaikan dan penulisan

Jenis KTI yang terkait dengan publikasi antara lain makalah atau artikel. Dalam Bahasa Inggris biasanya tidak dibedakan dan disebut dengan paper. Dalam tulisan ini, makalah diistilahkan untuk paper yang dipresentasikan pada suatu forum atau pertemuan ilmiah , sementara artikel digunakan sebagai istilah untuk paper yang diterbitkan pada suatu berkala ilmiah atau ilmiah populer.


Makalah atau artikel berturut-turut merupakan karya tulis ilmiah yang dipresentasikan pada suatu forum ilmiah atau diterbitkan pada suatu berkala ilmiah. Secara umum, makalah atau artikel dapat dibedakan ke dalam dua jenis: hasil penelitian, dan hasil kajian/telaah

A. Makalah atau Artikel Hasil Penelitian

Bagian-bagian makalah atau artikel hasil penelitian, seperti halnya pada laporan penelitian, berisi pengantar/pendahuluan, metodologi penelitian, kajian pustaka dan kerangka teori, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran. Perbedaannya dengan laporan penelitian, pada makalah/artikel bagian-bagian ini bisa bergabung misal kajian pustaka dan metodologi dijadikan satu, juga pada artikel disajikan dalam versi yang lebih singkat. Bagian penutup digunakan untuk menyampaikan simpulan hasil penelitian (dan saran, jika ada). Terakhir ditutup dengan Daftar Isi.

B. Makalah atau Artikel Hasil Kajian Ilmiah (Studi Kepustakaan)

Makalah/artikel hasil kajian ilmiah adalah makalah/artikel yang isinya bukan merupakan hasil penelitian dalam pengertian tidak ada penggunaan sampel & populasi, jadi hanya merupakan kajian kepustakaan. Namun demikian, struktur penulisan makalah/artikel hasil kajian mirip dengan makalah/artikel hasil penelitian, jadi pada makalah/artikel hasil kajian tetap ada masalah dan metodologi pemecahannya.

Makalah hasil kajian ilmiah dapat dipandang sebagai kajian pra penelitian karena sifatnya yang teoretik bukan empirik. Namun demikian, makalah kajian pustaka dapat merujuk pada hasil penelitian orang lain dimana hasil penelitian orang lain tersebut dipandang sebagai landasan teoretik.

Selain dibedakan atas hasil penelitian dan hasil kajian, makalah/artikel juga dapat dibedakan berdasarkan keketatan struktur dan kebahasaannya, yaitu:

a. Ilmiah (non-populer)

Jenis makalah/artikel ini menuntut tata tulis, bahasa, dan kedalaman kajian yang cukupketat. Jenis ini biasanya dipresentasikan pada seminar nasional atau internasional oleh lembaga yang resmi, muncul dalam prosiding seminar atau diterbitkan pada jurnal- jurnal ilmiah yang memiliki struktur dan format penulisan tertentu yang harus diikuti. Antara jurnal yang satu dengan jurnal yang lain, memiliki struktur dan format penulisan yang mungkin berbeda-beda tetapi memiliki satu kesamaan: adanya struktur dan format penulisan yang harus diikuti. Berdasarkan strukturnya, maka perbedaan jenis makalah/artikel ini dengan yang lain terletak pada antara lain adanya bagian abstrak/sari (abstract), kata kunci (keywords), dan nomor klasifikasi topik kajian (bergantung pada disiplin ilmu tertentu).

b. Ilmiah Populer

Makalah/artikel ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang populer/umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca. Secara umum, makalah/artikel ilmiah populer juga memuat tiga komponen, yaitu bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian penutup, namun tidak terikat aturan yang ketat. Bagian pendahuluan dan bagian penutup pun dapat ada, dapat pula tidak. Sebagai tulisan ilmiah, bagian daftar pustaka harus ada. Satu hal yang pasti, tulisan itu tidak meninggalkan kaidah penulisan ilmiah, topik dalam ruang lingkup kajian ilmiah, dan memerlukan sikap ilmiah.

3. KARAKTERISTIK DAN STRUKTUR PENULISAN MAKALAH/ARTIKEL YANG BAIK

A. Karakteristik Makalah/Artikel yang baik

Makalah/artikel yang baik juga harus mengikuti karakteristik KTI yang baik. Selebihnya, suatu makalah/artikel sebaiknya mengikuti beberapa ciri sebagai berikut:
  • Menyesuaikan dengan struktur penulisan paper, yang secara umum bersifat ringkas, “to the point”, dan lugas. Berbeda dengan penulisan buku atau laporan penelitian yang cenderung harus lengkap dan detail.
  • Menyesuaikan dengan format yang ada di sebuah forum ilmiah atau berkala ilmiah.
  • Menyesuaikan dengan bidang keilmuan suatu foum ilmiah atau berkala ilmiah. Dengan mengikuti ketentuan penulisan, maka naskah kita menjadi layak untuk diterbitkan (untuk lolos tidaknya bergantung pada dewan redaksi suatu berkala).
B. Struktur Penulisan Makalah/Artikel Yang Baik

Struktur penulisan makalah/artikel berbeda dengan penulisan bentuk buku. Daftar isi, daftar tabel, daftar simbol, daftar kata, lampiran, kata pengantar, halaman peruntukan, kata sambutan, struktur bab, serta kover tidak diperlukan dalam penulisan sebuah paper.

Secara umum, struktur paper dibagi ke dalam 3 bagian:

Bagian pendahuluan

Bagian ini memuat latar belakang atau alasan penulisan topik yang dipilih. Diungkapkan urgensinya dan perbedaannya dengan topik pada KTI yang lain. Ditulis pula secara singkat metodologi dalam penelitian atau pengkajian yang telah ditempuh. Penulisan metodologi ini harus singkat dan jelas, tidak perlu bertele-tele, apalagi menggunakan judul atau subbab tersendiri (seperti pada laporan penelitian). Bagian yang perlu diutarakan adalah metode penelitian/pengkajiannya, sampel dan populasi (untuk penelitian), metode statistiknya (untuk penelitian), serta permasalahan penelitian/ pengkajian. Bagian pendahuluan tidak perlu dibuat dengan beberapa subjudul, bahkan beberapa tipe makalah/artikel tidak mencantumkan judul “pendahuluan”.

Bagian pembahasan

Bagian ini merupakan bagian yang paling penting karena memuat ide atau gagasan “baru” dari penulis. Pada tahap awal disampaikan hasil-hasil dari penelitian, lalu disusul dengan analisis atau pembahasannya. Sementara untuk bentuk kajian literatur disampaikan lansung pembahasannya. Pada bagian ini dimungkinkan dibagi-bagi ke dalam beberapa subjudul, sesuai dengan bobot pembahasan dan kepentingan subjudul tersebut.

Bagian kesimpulan

Bagian ini tidak mengungkapkan sesuatu yang baru, hanya memuat ikhtisar dari pembahasan yang disampaikan sebelumnya. Hal-hal lain yang mungkin ada adalah implikasi dari temuan yang telah disampaikan dan/atau berupa rekomendasi untuk pihak- pihak tertentu terkait kesimpulan tersebut. Jika tanpa bagian implikasi atau rekomendasi, maka bagian kesimpulan tidak perlu dibut sub-subjudul.

4. PENGEMBANGAN TOPIK DAN MASALAH PAPER

Setiap pemilihan topik penulisan artikel selalu dilandasi oleh 2 hal: ketertarikan (interes) dan keahlian (competency). Jika kita ingin sekali menulis tentang suatu topik tetapi tidak memiliki kompetensi terkait dengan topik tersebut, maka akan cukup memakan waktu karena harus “belajar” terlebih dahulu, sebaliknya bila kita merasa memahami atau memiliki kompetensi pada suatu topik tetapi tidak memiliki ketertarikan maka juga akan menghambat dalam penulisan. Jadi, sebaiknya untuk menetapkan topik suatu tulisan, dipilih yang paling menarik bagi Anda sekaligus memiliki pemahaman yang cukup terhadap topik tersebut.


Walaupun demikian, karena informasi sudah tersebar sangat masif di dunia maya, maka terkadang kita dapat “mengabaikan” kompetensi tersebut, dalam pengertian jika kita merasa belum begitu kompeten maka kita dapat mempelajarinya dengan cepat. Caranya? Gunakanlah informasi dengan cara yang selektif dari “melimpahnya” informasi yang relevan di dunia maya (internet).

Selain itu, untuk menemukan topik-topik yang menarik dan layak untuk ditulis, maka kegiatan menelusuri dan membaca artikel-artikel orang lain akan sangat berguna. Sumber informasi tersebut dapat dipergunakan sebagai referensi penulisan, selain itu dari paper-paper tersebut kita juga dapat menemukan sesuatu yang “baru” yang belum ditulis atau terlupakan dalam paper tersebut.

Dalam pemilihan judul makalah/artikel sebaiknya memenuhi kriteria berikut ini.
  1. Judul paper menarik, ringkas, dan informatif.
  2. Topik yang dipilih penting atau “up to date”.
  3. Judul memiliki ruang lingkup yang cukup, tapi jangan terlalu luas.
Contoh
  • Miskonsepsi Siswa SMP pada Pokok Bahasan Kesebangunan dan Kekongruenan.
  • Kemampuan Siswa SMA dalam Mengaplikasikan Konsep Limit dan Turunan.
  • Permasalahan Mendasar dalam Implementasi Kurikulum 2013 (belajar dari pengalaman penulis di SD Melimpah)
Contoh yang kurang baik.
  • Pembelajaran Matematika SMP (terlalu luas, kurang spesifik, kurang menarik)
  • Metakognitif Belajar Matematika (kurang spesifik)
  • Masalah Pembelajaran Sifat Non-Komutatif pada Konsep Matriks di Kelas XI pada SMAN 12 Kecamatan Bulan Kabupaten Matahari Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Analisis Pekerjaan Tugas (terlalu panjang, terlalu spesifik)
Refleksi dari pengalaman mengajar dapat memunculkan ide penelitian atau ide tulisan. Untuk membantu dalam mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran, panduan berikut ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif.

Identifikasikan permasalahan dalam pembelajaran berdasarkan beberapa aspek yang Anda tentukan sendiri, misalnya aspek strategi pembelajaran, aspek pemanfaatan media, aspek motivasi siswa, aspek karakteristik materi ajar dan sebagainya. Kemudian, buatlah daftar permasalahan berdasarkan aspek-aspek tersebut.
Berikut adalah contoh permasalahan dalam pembelajaran yang diadaptasi dari Paket Pembelajaran BERMUTU (Wardhani, dkk, 2008).


ASPEK CONTOH MASALAH
Pengembangan
Kurikulum


  • Guru kurang terampil mengembangkan silabus, RPP yang mencerminkan PAKEM dan mudah diterapkan
  • Guru kurang paham mengembangkan indikator pencapaian kompetensi yang sesuai untuk siswanya
  • Guru kesulitan dalam memilih dan menggunakan metode atau media yang sesuai dengan materi ajar
  • Guru belum memahami hakikat tujuan mata pelajaran matematika
  • Guru kurang terampil mengembangkan instrumen penilaian hasil belajar yang sesuai dengan tujuan mata pelajaran matematika
  • Guru kurang terbiasa membuat pedoman penilaian hasil belajar yang mengakomodasi variasi cara berpikir siswa
Penguatan Materi

  • Siswa belum terampil melakukan operasi bilangan bulat
  • Siswa tidak terampil menyelesaikan soal berbentuk cerita
  • Siswa tidak terampil melakukan operasi bentuk aljabar
  • Siswa kurang kuat pemahamannya tentang konsep dan rumus matematika
  • Siswa kurang mampu menerapkan pemahaman konsep matematika ke pemecahan masalah
  • Siswa kurang mampu memberikan alasan jawaban yang runtut dan logis
Praktik Mengajar

  • Siswa pasif
  • Siswa kurang lancar mengkomunikasikan pemikirannya
  • Siswa sulit memahami persoalan yang berbeda dengan contoh dari guru
  • Siswa kurang antusias mengikuti pembelajaran


Berdasarkan daftar masalah tersebut, buatlah daftar ide tulisan sebagai solusi dari permasalahan atau penjelasan atas permasalahan tersebut. Perhatikan contoh berikut ini.


ASPEK IDE TULISAN
Pengembangan
Kurikulum


  • Pengembangan RPP untuk mata pelajaran matematika
  • Penggunaan metode atau media pembelajaran matematika
  • Hakikat tujuan mata pelajaran matematika
  • Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar
  • Pedoman penilaian hasil belajar yang mengakomodasi variasi cara berpikir siswa
Penguatan Materi

  • Penyelesaian soal berbentuk cerita
  • Penyelesaian soal operasi bentuk aljabar, operasi bilangan bulat
  • Konsep dan rumus matematika
  • Pemecahan masalah matematika
  • Komunikasi Matematis
Praktik Mengajar

  • Strategi pembelajaran matematika
  • Motivasi belajar/minat belajar matematika


Ide tulisan dapat berupa tema atau topik yang masih agak umum atau luas cakupannya. Untuk itu perlu dipertajam apa fokus permasalahan yang akan ditulis sehingga diperoleh judul. Jika judul tidak spesifik maka Anda akan mengalami kesulitan dalam menyusun tulisannya.

Selain contoh cara mengidentifikasi permasalahan seperti di atas, Anda dapat memperoleh ide tulisan dari hal-hal yang menarik perhatian Anda. Tulisan yang berdasarkan ketertarikan akan mendorong Anda untuk lebih produktif dan kreatif untuk mewujudkannya dalam suatu makalah. Namun jika Anda masih kesulitan dalam mencari ide, maka refleksi pembelajaran dan identifikasi dalam beberapa aspek dapat membantu dalam menemukan ide tulisan yang menarik.

5. LANGKAH-LANGKAH PENULISAN MAKALAH

Setelah mendapat ide tulisan, bagaimana langkah selanjutnya agar ide tersebut berkembang menjadi makalah atau artikel?

Langkah pertama yang paling strategis adalah mengembangkan ide tulisan tersebut menjadi kerangka makalah. Kerangka makalah akan menjadi panduan Anda dalam mengembangkan tulisan, sama halnya dengan membuat denah rumah sebelum Anda membangun rumahnya.

Langkah-langkah menyusun kerangka makalah menurut Mahmudi (2013:38) adalah sebagai

1. Menentukan tema karya tulis

Contoh
Tema: Media Pembelajaran untuk topik bangun ruang sisi lengkung
Berdasarkan tema tersebut, Anda dapat menentukan fokus media pembelajarannya misalnya menggunakan program animasi. Dengan demikian, Anda dapat memformulasikan judulnya, sebagai berikut.
Judul: Penggunaan Program Animasi …. untuk Pokok Bahasan Kerucut

2. Mendaftar gagasan atau hal-hal yang akan dikembangkan dalam tulisan
Contoh
a. Kesulitan siswa dalam mengabstraksikan kerucut
b. Manfaat penggunaan visualisasi yang dapat dimanipulasi siswa
c. Keunggulan dan kelemahan program animasi ….
d. Cara penggunaan program animasi … untuk pembelajaran topik kerucut

3. Mendaftar hal-hal yang harus ditulis dalam karya tulis dengan menjabarkan dari daftar gagasan (hasil langkah ke-2)
Contoh
a. Kesulitan siswa dalam mengabstraksikan kerucut
Untuk menjelaskan apakah siswa mengalami kesulitan dalam materi ini maka Anda perlu menyebutkan data nilai ulangan siswa pada pokok bahasan kerucut. Kemudian Anda juga perlu menjelaskan mengapa nilai ulangan tersebut tidak memuaskan misalnya dengan menjelaskan bahwa pembelajaran kerucut menggunakan gambar dua dimensi menyebabkan siswa sulit memahami.
b. Manfaat penggunaan visualisasi yang dapat dimanipulasi siswa

Untuk menjelaskan manfaat penggunaan visualisasi dalam pembelajaran kerucut, Anda harus menulis tentang siswa menyukai belajar dengan komputer sehingga pembelajaran kerucut dengan program animasi …. akan menarik minat siswa. Selain itu, Anda perlu menjelaskan bahwa siswa lebih mudah membayangkan kerucut dalam bentuk gambar tiga dimensi yang dapat digerakkan/bergerak dibanding hanya membayangkannya dalam bentuk gambar dua dimensi.

4. menyusun kerangka tulisan (outline) dengan membuat subjudul berdasarkan daftar gagasan (hasil langkah ke-2)

Kerangka makalah berguna dalam memandu tulisan agar lebih fokus dan tuntas pembahasannya. Meskipun demikian, ide tulisan dapat berkembang pada saat menulis.

F. Gaya Penulisan dan Daftar Pustaka

Terdapat banyak kaidah gaya penulisan dan cuplikan pustaka, lebih-lebih bila diterbitkan oleh suatu berkala ilmiah. Namun, ada beberapa kaidah penulisan daftar pustaka yang banyak diacu di dunia penulisan KTI, antara lain dari APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association of America), CMS (Chicago Manual of Style), ASA (American Sociological Association), dan Harvard Referencing.

Selain komponen dalam pustaka, juga terdapat beberapa aturan gaya huruf (tebal, miring, atau bergaris) tergantung pada jenis kaidah penulisan daftar pustaka yang diacu. Secara umum, terdapat beberapa aturan dasar dalam menulis pustaka dalam daftar pustaka. Untuk setiap jenis pustaka maka sekurang-kurangnya memenuhi beberapa komponen sebagai
  • Buku: nama penulis, judul buku, nama penerbit, tahun terbit.
  • Jurnal atau berkala ilmiah: nama penulis, judul artikel, tahun publikasi, halaman letak artikel pada berkala.
  • Surat kabar atau majalah: nama penulis, judul artikel, nama surat kabar atau majalah, tanggal publikasi, judul kolom/rubrik dan nomor halaman.
  • Website: nama penulis, judul artikel, url (lengkap), dan tanggal diakses.
  • Makalah pertemuan ilmiah: nama penulis, judul makalah, nama pertemuan ilmiah, tanggal pelaksanaan, nama penyelenggara.
Daftar Pustaka/Bacaan

Mahmudi. (2013). Penuntun penulisan karangan ilmiah untuk mahasiswa, guru dan umum (Editor: Ngalimun). Yogyakarta: Aswaja pressindo.
Mien A. Rifai. 1997. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suharjono. 2006. Peningkatan Karir Tenaga Kependidikan, khususnya dalam hal pembuatan Karya Tulis Ilmiah sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi. Makalah yang disajikan dalam Temu Konsultasi dalam rangka Koordinasi dan Pembinaan Kepegawaian Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Depdiknas di Griya Astuti, Nopember 2006.
Suhardjono. 2009. Tanya Jawab di Sekitar Karya Tulis Ilmiah dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Guru. Makalah bahan diskusi pada Rapat Koordinasi KTI Online, 17-20 Februari 2009, Hotel Sahid Surabaya.
Suhardjono, Suparno, Supardi, & Abdul Aziz Hoesein. (2011). Publikasi ilmiah dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. Malang: Penerbit Cakrawala Indonesia.
Sumardyono. 2011. Karya Tulis Ilmiah. Bahan Ajar Diklat PPPPTK Matematika. Edisi revisi 3. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.
The Liang Gie. 2002. Terampil Mengarang. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Wardani, dkk. 2007. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardhani, S., Sapriadi, & Rosadi, T. 2008. Panduan Belajar Bagi Guru Matematika SMP Paket Pembelajaran BERMUTU, Dirjend PMPTK, Jakarta.