Proses atau cara memilih dan menentukan jurusan kuliah

Proses atau cara memilih dan menentukan jurusan kuliah

1.Kenalilah Hal-Hal yang Kamu Sukai. Mulai dari Hobi.


‘Bekerja di Germany atau menjadi Pilot Aatau Pramugari? Tetapi saya juga ingin menjadi fotografer. Ehm…, namun di SNMPTN saya memilih jurusan kuliah TV dan film. Yang mana ya?’ 

Nah, salah satu cara yang dapat membawamu lebih mengenali tentang ‘apa sih yang aku inginkan’ adalah dengan mengetahui apa saja yang menjadi kesukaanmu. Ambillah kertas kosong (Lembar A) dan tuliskan apa saja yang kamu sukai, jangan buat batasan. 

Tuliskan saja semuanya, sebanyak-banyaknya, apa yang terpikirkan. Sesudah semua tertulis, lihat kembali daftar itu, lalu berilah nomor (ranking, peringkat) yang menandakan tingkat kesenanganmu terhadap hal-hal tersebut. Nomor 1 berarti hal yang paling kamu sukai, dan seterusnya. 

Semakin besar nomornya, berarti semakin kurang disukai. Nah, lihat sekitar 30-40 persen teratas dari daftar itu (misalnya kamu tadi menuliskan 10 kata/hal; berarti fokuskan pada urutan 1 sampai 4). Tulislah kembali secara berurutan atau berdasar peringkat, dari hal yang paling disukai (nomor 1) sampai 4 teratas. 

Kemudian, tuliskan di sebelahnya, profesi yang dilakukan oleh bidang/kegiatan tersebut. Sekarang kamu telah memperoleh bidang kerja atau ilmu yang sebetulnya kamu sukai. Ini dapat dilihat sebagai minatmu. Eh, tapi tunggu, ini belum selesai. Lanjutkan ke langkah kedua dan ketiga, ya… .


2.Lihat Potensi-Potensi yang Ada di Dirimu

Langkah kedua adalah bagaimana kamu mengenali apa saja dan bagaimana potensi yang ada dalam dirimu. Dengan mengetahui potensi diri, kamu dapat menentukan strategi untuk mendalami bidang ilmu, bidang kerja, atau bidang yang akan dipilih. 

Terlebih ketika mendapati minat tidak didukung dengan potensi yang dimiliki saat ini. Mengenali potensi diri dapat dilakukan misalnya dengan melakukan tes minat bakat yang dipandu psikolog. Selain itu, secara sederhana, mengenali potensi diri dapat pula dengan melihat nilai atau prestasi belajar. Lihat dan renungkan, pada mata pelajaran apa kamu merasa paling mudah atau paling cepat paham? Biasanya kamu mendapat nilai yang bagus pada bidang studi itu.

Selain potensi pada hal hard skill (ilmu dasar), penting juga untukmu mengetahui potensi yang berkaitan dengan keterampilan sosial (soft skill). 

Kembali, ini dapat dengan jelas dipetakan atau diungkap melalui tes psikologi. Selain itu, kamu juga bisa mencatat hal-hal yang kamu (anggap) kuasai. Misal, mungkin kamu adalah orang yang mudah mencari teman? Orang yang sangat teliti dalam mengerjakan sesuatu? Mudah menggerakkan teman-teman dan membuat kegiatan bersama? Nah, tuliskan kelebihan-kelebihanmu pada selembar kertas berikutnya.

Sekarang, ambil selembar kertas lagi (Lembar B). Tuliskan pada lajur pertama: mata pelajaran atau bidang studi yang cepat kamu pahami dan bernilai baik. Pada lajur lain (sebelahnya), tuliskan kelebihan keterampilan sosialmu (soft skill). Nah, sekarang kamu sudah memiliki peta sederhana yang menggambarkan potensi diri kamu secara umum.


3.Kenali Bidang-Bidang Aktivitas yang Ingin Kamu Dalami

Nah, langkah selanjutnya untuk semakin memantapkan pilihan, baik untuk memilih bekerja ataupun memilih jurusan kuliah, adalah, kenalilah gambaran dan detil bidang yang ingin kamu geluti. Misalnya, berangkat dari kebingungan yang kamu sampaikan, ada baiknya mempelajari apa saja aktivitas kerja pramugari, fotografer, dan pekerja di Korea. 

Carilah informasi tentang apa saja yang dilakukan, dan lingkungan kerja seperti apa yang akan dialami. Dengan demikian, kamu akan memperoleh gambaran lebih jelas tentang kegiatan dan dunia tersebut. Kembali, tuliskan detail gambaran tiap bidang tersebut pada selembar kertas lain, ya.

Nah, sekarang kamu sudah mendapatkan poin-poin untuk memberi gambaran yang lebih jelas tentang ‘sesuatu’ yang kamu impikan untuk dijalankan di masa depan atau menjadi profesimu nanti. Letakkan ketiga lembar kertas itu berurutan: (A) bidang atau hal yang kamu inginkan, (B) potensi atau modal diri yang dibutuhkan, dan (C) gambaran aktivitas tentang bidang tersebut. Kemudian cara untuk semakin mengerucutkan pilihan adalah sebagai berikut: :


++Lihatlah pada 4 urutan teratas bidang yang kamu inginkan.

++Lalu lihat ke kertas yang memaparkan tentang gambaran pekerjaan, fokuskan pada 4 bidang teratas yang telah kamu putuskan pada Lembar A.

++Sesudah itu, lihatlah kembali dari potensi-potensi yang kamu miliki, bidang mana saja yang paling terdukung?

Nah, dari keempat bidang pilihan tersebut, bidang yang paling tepat kamu pilih adalah bidang yang:

1.Paling banyak didukung oleh potensi yang kamu miliki

2.Memiliki gambaran pekerjaan yang akan mampu kamu kerjakan dan mampu kamu pelajari

Apabila dari keempat bidang teratas (nomor 1 -4) saling kontradiktif (berseberangan) dan tidak membuatmu merasa yakin, coba lakukan proses penilaian pada bidang nomor 5-8 dan seterusnya. Intinya, ketika kamu dapat menemukan keselarasan/kesesuaian antara bidang yang kamu sukai, dengan dunia yang akan kamu masuki (dari lembar C), dan didukung oleh potensi-potensi yang kamu miliki, maka bidang itu tepat untukmu. 

Kamu bisa memilihnya sebagai jurusan kuliah yang tepat karena, selain didukung oleh kesenangan atau minat dirimu, didukung pula oleh oleh potensi atau bakat yang akan menjadi modal besar untuk mendalami dan mengembangkan diri nantinya. Niscaya kamu akan berhasil dan menjadi ahli dalam bidang tersebut.

Oke , semoga penjelasan proses atau cara memilih dan menentukan jurusan kuliah ini dapat membantumu mengobati kegalauan dalam waktu yang semakin sempit ini, ya. 

Selamat menjemput masa depan impian!