Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016
Jangan Lewatkan! Nonton Bareng Gerhana Matahari Total 2016

Bagi masyarakat Indonesia yang penasaran dengan peristiwa menakjubkan ini, jangan lewatkan "nobar" Gerhana Matahari Total 2016.

Peristiwa langka Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan melintas di 11 daerah di Indonesia membuat seluruh mata dunia tertuju ke Indonesia pada 9 Maret mendatang.

Radius GMT sendiri mencapai 150 kilometer, jadi menurut perkiraan para ilmuwan, akan melewati daerah bagian barat dari mulai Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu dan Palembang.

Berbagai rencana telah dipersiapkan untuk menikmati peristiwa langka tersebut. Salah satunya dengan mengundang Kapal Majapahit yang akan berpartisipasi dalam acara tersebut.

"Pemberangkatan Kapal Majapahit ke Jepang akan diresmikan pada acara GMT. Jadi harapannya nanti kapal ini bisa menjadi background saat semua orang memotret dan mengabadikan acara," tutur Hari Untoro, Staff Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural di Jakarta pada Selasa, 19 Januari 2016.

Tak hanya itu saja, pemerintah juga akan mengundang akademisi, ilmuwan, mahasiswa dan para pelajar untuk bersama-sama mengunjungi Bangka Belitung dengan menaiki Kapal Pelni.

Selain melakukan penelitian, para ilmuwan juga akan mengikuti seminar internasional yang digelar sehari sebelumnya. Sedangkan untuk ratusan kapal pesiar yang datang dari negara tetangga akan merapat di perairan Manggar dan Tanjung Pandang sehari sebelumnya.

"Ini masih rencana dan belum pasti kalau Presiden akan melakukan sidang kabinet di kapal menuju Belitung," imbuh Safri Burhanuddin, Deputi Bidang Sumberdaya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim.

Bagi masyarakat Indonesia yang penasaran dengan peristiwa menakjubkan ini, tanpa perlu datang ke 11 kota yang dilintasi, Anda dapat menyaksikan melalui salah satu televisi nasional. Rencananya, pemerintah akan menggandeng stasiun tv untuk acara nonton bareng GMT.
Disinilah Gerhana Matahari Total 2016 di Indonesia Dimulai

Semakin ke timur Indonesia, puncak gerhana total terjadi semakin lama.
Berbagai pihak telah bersiap menyambut fenomena langka, Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret mendatang. Selain potensi pariwisata, Kepala LAPAN, Thomas Jamaludin mengungkapkan pentingnya proses pembelajaran dan penelitian dalam peristiwa besar tersebut.

GMT sendiri akan terjadi lebih awal di wilayah barat Indonesia. Hal ini menuai banyak pertanyaan, karena lazimnya matahari terbit dari ufuk timur. Menggunakan kata matahari memang membuat masih ada masyarakat keliru dengan fenomena alam ini.

Sebagian masyarakat Indonesia juga sering mengaitkan GMT dengan mitos Buto Ijo. Mereka menganggap Buto Ijo datang dari sebelah barat dan perlahan memakan bulan sehingga terjadilah gerhana.

Mematahkan mitos tersebut, Thomas pun menjelaskan alasan ilmiah mengapa gerhana terjadi lebih awal di wilayah barat Indonesia.

Pada saat pagi terjadi GMT, bulan akan bergeser menghalangi cahaya matahari. Pergerakan bulan dalam mengitari matahari terjadi dari arah barat menuju timur sehingga GMT akan terjadi dari arah barat hingga ke lautan Hindia. Lalu melintasi 12 provinsi yang berada di wilayah Indonesia dan kemudian berakhir di Samudra Pasifik.

"Di sini terjadi paling pagi di Pulau Pagai. Lebar jangkauan gerhana 100-120 kilometer. Puncak gerhana di wilayah barat pada pukul 7.20 sekitar 1,5-2 menit. Lalu bagian tengah pukul 8.35 WITA selama 2 menit. Sedangkan wilayah timur jam 9.50 WIT sekitar 2-3 menit," jelas Thomas di Hotel Sari Pan Pasific pada Senin, 25 Januari 2016.

Pulau Pagai adalah salah satu daerah di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Thomas menambahkan, semakin ke timur puncak gerhana total memang terjadi semakin lama. Diperkirakan di daerah Maluku Utara mencapai 3 menit 17 detik.

"Di tempat yang mengalami GMT, matahari yang sudah mulai meninggi akan tertutup piringan bulan dari mulai atas hingga tertutup sempurna. Saat itu akan muncul korona, nah pada saat inilah momen yang paling ditunggu-tunggu pemburu gerhana," tegas Thomas.


Kemeriahan 3 Provinsi yang Dilintasi Gerhana Matahari Total

Paket wisata menarik, atraksi budaya, hingga beragam festival siap digelar ketiga provinsi ini untuk menyambut Gerhana Matahari Total 2016.

Sejumlah daerah telah bersiap menyambut peritiwa Gerhana Matahari Total (GMT) dengan paket-paket wisata yang menarik. Diantaranya, Sumatera Selatan yang mengalami peritiwa GMT tepat di ibukota provinsi, Palembang.

Disampaikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin bahwa masyarakat Palembang telah bersiap untuk menutup Jembatan Ampera dan melakukan pesta rakyat. Berbagai sajian tradisional khas Sumatera Selatan pun akan tersaji lengkap menyambut para wisatawan yang datang ke Sungai Musi.

"Meskipun hanya 1 menit 59 detik tapi kami adakan pagelaran budaya. Lalu ada glowing night run, ritual komunitas supranatural dan masih banyak lagi," tutur Alex di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin, 25 Januari 2016.

Selain itu, Sumsel juga akan mengadakan festival lomba foto internasional, pertunjukan barongsai sepanjang 30 meter. Serta bekerjasama dengan LAPAN menggelar tur edukasi untuk anak-anak sekolah.

Senada dengan Alex, Gubernur Sulawesi Tengah Longky Djanggola juga menyatakan siap menyambut kedatangan Wisman dan Wisnus ke daerahnya. Bahkan ia berani menjamin keamanan Kabupaten Poso, yang selama ini terkenal sebagai daerah konflik.

"Sejak 2015 sudah mensosialisasikan dan sekarang semua akomodasi full booked. Kasus Santoso (teroris) tidak mempengaruhi kenyamanan masyarakat lokal meskipun di tingkat nasional sering digembar-gemborkan," ungkap Longky menambahkan.

Longky juga menyatakan bahwa kejadian teror bom Santoso justru membuat sebagian turis asing merasa tertantang untuk melihat Poso secara langsung. Hingga saat ini, sejumlah daerah telah menerima banyak permintaan dari wisman untuk menyediakan lapangan sebagai tempat berkemah.

"Kita juga akan menyelenggarakan seminar mengenai Gerhana Matahari Total di Sulteng," terangnya.

Begitu pula dengan Maluku Utara yang telah melakukan persiapan menyambut ilmuwan-ilmuwan dunia yang akan datang ke Maba, Ternate dan Tidore. Diungkapkan Gubernur Abdul Ghani Kasuba bahwa pihaknya telah menyiapkan akomodasi untuk menuju Maba.

"Akomodasi dan transportasi siap. Atraksi budaya yang terkenal dengan empat kesultanan juga akan kami tampilkan," tutupnya.