Kemnaker Masih Tunggu Laporan PHK

Kemnaker Masih Tunggu Laporan PHK
Seiring kondisi ekonomi global yang tidak menentu serta sengitnya persaingan bisnis di Tanah Air, isu seputar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun bermunculan seakan khawatir perusahaan-perusahaan di Indonesia akan banyak yang gulung tikar.

Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) mengklarifikasi persoalan PHK yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat. Sebagaimana banyak diberitakan, perusahaan otomotif asal Amerika, Ford akan angkat kaki dari Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kemenaker, Sahat Sinurat, mengatakan pihaknya telah mendatangi langsung Ford untuk meminta klarifikasi.

Ford memang berencana akan melakukan PHK karyawan, tapi sampai sekarang belum dilakukan. Kemenaker pun meminta Ford memenuhi semua hak pekerja bila PHK dilakukan.

“Kita melakukan koordinasi dengan Ford sendiri, mendatangi Ford, mengklarifikasi apa masalahnya. Kalau memang PHK terjadi, maka kita minta Ford menjamin hak-hak pekerja,” ujar Sahat.

Perusahaan asal Amerika lainnya, Chevron, yang dikabarkan memangkas 1.200 pekerja juga telah disambangi Kemenaker. Seperti halnya Ford, PHK juga belum terjadi di Chevron.

“Saya dengar belum. Seperti Chevron belum ada melakukan PHK, hanya mengarah ke sana, mereka mau melakukan efisiensi,” ujarnya.

Pengecekan juga dilakukan ke Panasonic Gobel Group. Menurut Sahat, nyatanya sampai sekarang Panasonic masih membayar gaji para karyawannya seperti biasa. Saat ini, Panasonic masih bermusyawarah dengan para pekerjanya untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

“Belum ada PHK, Panasonic sampai sekarang masih bayar upah, mereka masih berunding cara penyelesaiannya,” ungkapnya.

Presiden PT Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel, menyatakan pengunduran diri 508 pekerja disebabkan mereka menolak pindah ke pabrik baru. Gobel menjelaskan para pekerja itu berasal dari pabrik pembuatan lampu jenis CFL.

Panasonic pun telah menawarkan para pekerja untuk dipindahkan ke pabrik lain. Tetapi banyak yang lebih memilih mengundurkan diri karena pertimbangan biaya hidup dan sebagainya.

“Beberapa ada yang pilih untuk buka usaha baru, bahkan yang saya dengar ada yang sudah diterima di perusahaan baru,” kata Gobel.

Kondisi yang terjadi di Panasonic saat ini adalah permintaan pasar saat ini bergeser ke lampu jenis LED. Biaya produksi lampu LED pun semakin murah, sementara biaya produksi lampu CFL justru makin mahal padahal permintaannya semakin menurun. Tentu saja, untuk menyikapi persaingan pasar yang makin ketat, perusahaan harus upaya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Sumber http://waspada.co.id/warta/kemnaker-masih-tunggu-laporan-phk/