SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Tapanuli Tengah Peroleh Penghargaan Sekolah Berintegritas Tahun 2016

Segudang prestasi, baik pada skala nasional, bahkan internasional, telah ditorehkan SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Tapanuli Tengah. Dicap sebagai salah satu sekolah jujur dalam melaksanakan Ujian Nasional (UN) 2015 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan kepada sekolah SMAN 1 Plus Matauli Pandan sebagai salah satu sekolah berintegritas nasional dari Peresiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.
Segudang prestasi, baik pada skala nasional, bahkan internasional, telah ditorehkan SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Tapanuli Tengah. Dicap sebagai salah satu sekolah jujur dalam melaksanakan Ujian Nasional (UN) 2015 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan kepada sekolah SMAN 1 Plus Matauli Pandan sebagai salah satu sekolah berintegritas nasional dari Peresiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.


Terakhir, prestasi ini tentu berkat dukungan dan doa semua pihak, mulai dari Yayasan Matauli, Pemerintah Daerah Tapanuli Tengah, Dinas Pendidikan serta hasil kerja keras bapak ibu guru,” ujar Kepala SMAN 1 Plus Matauli Pandan Murdianto SPd MM kepada New Tapanuli, Kemarin (27/12).


Dari 503 sekolah se-Indonesia yang memeroleh penghargaan sekolah berintegritas, Sumut menempatkan 7 sekolah. Di antaranya, SMAN 1 Matauli Pandan, SMA Swasta Sutomo, SMA Swasta St Thomas, SMA Negeri 5 Medan, SMP Swasta Sutomo, SMA Negeri 1 Binjai, dan SMA Negeri 2 Balige.

“Prestasi ini akan terus kita pertahankan pada tahun-tahun yang akan datang. Kita berharap ini menjadi momentum untuk semakin memberikan yang terbaik bagi pemerintah daerah dan masyarakat Tapteng khususunya,” jelas Murdianto.




Kebanggaan tersendiri bagi SMAN 1 Plus Matauli Pandan, dari seluruh kepada sekolah yang hadir ke Istana Negara menerima penghargaan ini, Murdianto sebagai kepala sekolah memeroleh kesempatan duduk tepat di samping Presiden Joko Widodo menghadap ke arah para guru yang hadir.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa. Saya dapat duduk tepat di samping Bapak Presiden,” ucap Murdianto bangga.


Pada penyerahaan penghargaan itu, Senin (21/12) Kemmendikbud Anies Baswedan menyampaikan sekaligus menekankan, pada saat ujian nasional (UN) nanti, konsentrasinya adalah jangan melaporkan 100 persen lulus UN. Tetapi, kata dia, yang dilaporkan adalah 100 persen jujur.


“Nanti kami ingin mengundang dari setiap kabupaten/kota, provinsi, sekolah-sekolah yang indeks integritasnya paling tinggi atau kategori baik. Kepala sekolahnya diundang ke Jakarta dan kita jadikan contoh. Inilah kepala sekolah yang jujur,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi kepada 503 sekolah jujur dalam Ujian Nasional (UN). Apresiasi diberikan kepada kepala sekolah dengan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) terbaik dari seluruh Indonesia selama 5 tahun terakhir.

“Pagi hari ini saya senang sekali bisa bertatap muka dengan 503 kepala sekolah dari SMP, Madrasah, MK dan SMA dengan integritas Ujian Nasional terbaik selama 5 tahun terakhir,” kata Presiden Jokowi mengawali sambutannya saat penganugerahan Sekolah Integritas ujian Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/12) pagi.

Presiden menegaskan, kejujuran adalah nilai-nilai fundamental, nilai dasar suatu negara dalam membangun bangsa. Sebuah bangsa akan dihormati oleh negara lain jika pemimpinnya jujur dan berintegritas, jika rakyatnya jujur dan berintegritas.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 503 Kepala Sekolah ini menjadi contoh, bahwa kejujuran bisa benar-benar dipraktikkan di sekolah secara konsisten. 

Sekolah dengan integritas pelaksanaan UN tertinggi ini, lanjut Mendikbud, diseleksi lebih dari 80.000 sekolah dan madrasah dari seluruh Indonesia selama 5 tahun berturut-turut, dan menunjukkan konsistensi tingginya indeks integritas dalam pelaksanaan UN.“Kita menyadari bahwa integritas merupakan fondasi untuk melahirkan generasi berkarakter, generasi yang percaya pada potensi dirinya,” kata Mendikbud.

Sumber : (Humas Matauli) (http://www.metrosiantar.com/) (gambar : www.antaranews.com)