Industri Ban Vulkanisir, Nasibmu Kini

Ban setelah di vulkanisir


Industri Ban Vulkanisir, Nasibmu Kini

Bagi pemilik kendaraan niaga seperti truk dan bus, untuk menghemat biaya mereka kebanyakan memilih membeli ban vulkanisir ketimbang ban baru.

Ban vulkanisir yaitu ban bekas yang dipasang kembali karet baru untuk menutup tapak yang mulai halus. Dengan menggunakan ban vulkanisir, pemilik kendaraan bisa menghemat pembelian ban.

Ban-ban vulkanisir amat mudah ditemukan di bengkel-bengkel pinggir jalan. Bahkan, ada bengkel yang memang khusus untuk menjual dan melayani vulkanisir ban.

Nilai bisnis ban vulkanisir tidak main-main. Di tengarai nilainya terbesar kedua setelah ban baru. Pengendalinya pebisnis skala kecil atau rumah tangga (home industry).

    Nilai bisnis ban vulkanisir tidak main-main.

Tapi, belakangan muncul tantangan: dibukanya keran impor ban oleh pemerintah menjadi masalah besar bagi industri ini.

Pertama, harga ban impor, terutama di China, lebih murah. Kedua, ban impor yang memiliki kualitas jelek tidak bisa divulkanisasi. Ban yang bersifat sekali pakai itu mengakibatkan ketersediaan ban bekas semakin berkurang.





Data Ban Vulkanisir

Selama lima tahun sejak 2013, kapasitas produksi ban vulkanisir terus meningkat. Setiap tahun rata-rata tumbuh 4%. Artinya, sama seperti bengkel-bengkel yang lain, nilai bisnisnya cukup besar dalam menopang perekonomian nasional.

Realisasi Produksi Ban Nasional 2013-2017

Yang mendorong permintaan ban vulanisir terus tumbuh yaitu harganya yang lebih murah dibanding ban baru.

Meski murah dan hasil pengukiran ulang, ban vulkanisir bukan berarti tidak aman digunakan.

Saat ini, memang ada tantangan tersendiri bagi industri ban vulkanisir untuk bisa menjamin kualitas produk ban yang dihasilkan melalui sertifikasi yang menjadi tolak ukur standar keamanan ban vulkanisir.



Asosiasi Pabrik Vulkanisir Ban Indonesia sebagai asosiasi yang membidangi industri ban vulkanisir di Tanah Air terus berupaya untuk menginventarisasi pelaku industri dalam rangka menyelaraskan standar manajemen kualitas dari produk ban vulkanisir yang diproduksi.

    Pemerintah diharapkan hadir membantu industri ini agar tetap berkembang.

Pemerintah diharapkan hadir membantu industri ini agar tetap berkembang mengingat potensinya yang cukup besar terhadap perekonomian.

Misalnya, dengan membantu mengatur regulasi impor ban, melakukan sertifikasi atau standardisasi terkait pengujian kualitas mutu ban vulkanisir.

Pengujian kualitas menjadi dilematis mengingat harga yang harus dibayar cukup tinggi. Padahal, pelaku industri ini mayoritas usaha skala rumah tangga.

Masak Ban Vulkanisir

Fakta lainnya, saat ini di Thailand, produsen ban Michelin sudah mengembangkan bisnis vulkanisir ban untuk ban pesawat terbang.

Hal ini tentu menjadi konsen di mana ban vulkanisir hadir menjadi solusi bagi industri lain, khususnya industri transportasi dan logistik.

Dengan biaya yang lebih irit, ban vulkanisir mampu diandalkan untuk pelaku bisnis dalam menggunakan ban tanpa harus membeli ban baru.●

Sumber: Spire Research and Consulting