Kelompok muslim di Inggris paksa perempuan tutup aurat


Kelompok muslim di Inggris paksa perempuan tutup aurat
Kepolisian Inggris, Scotland Yard, saat ini sedang menyelidiki laporan adanya tindak kriminal dilakukan sekelompok pria muslim di Ibu Kota London. Kelompok ini dilaporkan telah melakukan pemaksaan terhadap warga dengan melarang minuman beralkohol dan memaksa perempuan agar menutup aurat mereka.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (18/1), kelompok ini beroperasi menggunakan tutup kepala dan menamai diri mereka sebagai Patroli Muslim. Kelompok ini juga merekam saat mereka melancarkan operasi dan memanggil perempuan kulit putih seperti 'binatang telanjang tidak mempunyai harga diri'.
Kelompok itu juga terlihat mengambil minuman keras dari para peminum dan sempat merekam seorang pesepeda mabuk mengalami kecelakaan. Mereka mengatakan pesepeda itu mengalami kecelakaan lantaran hidup dengan tidak suci.
"Kami tidak peduli jika kalian terkejut dengan semua ini," kata seorang pria dari kelompok itu. Mereka menyebut operasi ini sebagai langkah untuk menegakkan Islam.
Kelompok ini kemudian mengunggah rekaman berdurasi tiga menit itu ke situs berbagi video Youtube akhir pekan lalu. Alhasil, klip dengan judul 'Kebenaran mengenai kehidupan Sabtu malam' itu membuat gempar dan sudah disaksikan 42 ribu kali.
Polisi mengatakan rekaman itu diambil menggunakan kamera telepon genggam pada malam hari di Wilayah Waltham Forest, sebelah timur London. Dalam rekaman itu juga terlihat sekelompok pria berteriak 'daerah ini adalah wilayah muslim'.
Rekaman itu juga memperlihatkan sekelompok pria memaksa seorang lelaki sedang berjalan agar membuang minuman alkohol sedang dibawa pria itu. Kelompok itu kemudian mengatakan mereka adalah Patroli Muslim dan minuman beralkohol terlarang.
Mereka juga sempat mengatakan kepada sekelompok wanita agar mereka tidak memakai pakaian seperti itu lantaran memperlihatkan aurat mereka di luar masjid.
Namun seorang perempuan justru terlihat membalikkan pernyataan kelompok itu dan menjawab agar kelompok itu melihat bahwa mereka juga tinggal di Inggris. "Mereka sendiri tidak menghargai orang yang tidak mematuhi Tuhan."
Pemimpin eksekutif organisasi muslim untuk perdamaian antar komunitas di Inggris, Yayasan Ramadhan, Muhammad Sahfiq, mengatakan dirinya mengutuk tindakan dibuat kelompok itu. "Kita tinggal di Inggris dan kita hidup di bawah hukum Inggris, tidak boleh ada aturan main hakim sendiri. Jika ada orang melakukan tindakan seperti itu maka ini sudah mengkhawatirkan."

Lihat videonya di bawah ini:
 

Sumber : merdeka.com