Presiden Datang Taksi Gelap Hilang di Medan

Presiden Datang, Ada yang "Hilang" di Medan...
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginap di tenda pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, mulai Kamis (23/1/2014). Selama kunjungan Presiden dan rombongan, ada yang "hilang" dari Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.
Presiden Datang Taksi Gelap Hilang di Medan

Tak seperti biasa, pada saat rombongan Presiden tiba, tak terlihat satu pun taksi "gelap" alias taksi tanpa izin di sekitar bandara. Selidik punya selidik, ternyata sehari sebelum kedatangan Presiden dan rombongan, ada pendekatan khusus untuk taksi ini. Pendekatan dilakukan oleh aparat kepolisian.

Kapolsek Beringin, AKP Iwan Kurnianto, mengumpulkan para pengemudi taksi tersebut, Rabu (22/1/2014). Kepada mereka, Iwan memohon agar pada 23 sampai 25 Januari 2014 jangan dulu menawarkan jasa angkutan di area terminal kedatangan.

"Kita semua bersaudara, maka dari itu saya berharap agar mulai hari ini, besok, dan lusa jangan ada yang mencari sewa lagi di sini. Ini tempat harus steril. Saya rasa kalian sudah tahu siapa yang mau datang. Ini bandara kebanggaan kita semua," ujar Iwan kepada para pengemudi taksi.

Kapolsek menjelaskan dia tidak pernah dan tidak bermaksud menghalangi para sopir mencari nafkah. Karena hal itu merupakan kewajiban. "Kalau masih mau bersahabat sama saya, tolong ngerti apa yang saya bilang. Jangan ada lagi yang di sini. Bandara ini juga menjadi perhatian negara lain," kata Iwan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan tiba posko utama di Kabajahe sekitar pukul 12.57 WIB. SBY didampingi Ibu Negara Ani Yhudoyono turut memboyong putra keduanya, Baskoro Yudhoyono, atau akrab disapa Ibas yang menjabat Sekjen Partai Demokrat. Sesaat setelah tiba SBY memaparkan program-program yang telah ia diskusikan berserta para menterinya.

Selepas itu, SBY melaksanakan shalat di Masjid Islamic Center dan langsung menuju paroki untuk menemui para pengungsi dan untuk beristirahat. Presiden SBY menginap di Posko Gereja Katolik Paroki Santo Petrus dan Paulus di Jalan Irian, Kabanjahe. Kepastian tersebut terlihat setelah berdirinya tenda utama beserta tenda pendukung lainnya.

(Dodi Esvandi)

Penulis : Palupi Annisa Auliani
Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber : Tribun Medan
kompas