Kapal Selam Inggris 'Turun Tangan' Cari MH370 Australia Pesimistis

Kapal Selam Inggris 'Turun Tangan' Cari MH370 Australia Pesimistis
Kapal selam Inggris HMS Tireless kelas Trafalgar telah bergabung dalam pencarian pesawat MH370 di Samudera Hindia selatan yang hilang pada tanggal 8 Maret. Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein mengatakan bahwa rekannya yang seorang Menteri Negara Inggris, Philip Hammond telah mengatakan langsung melalui telepon.

"Ini merupakan kontribusi yang sangat berharga dari seorang teman jauh Malaysia,” katanya kepada Bernama pada Rabu (2/4).

Sejumlah tim pencari mengatakan bahwa dukungan dari Inggris akan sangat membantu. HMS Tireless didukung dengan peralatan canggih bawah air. Hal itu akan mendukung dalam mendeteksi lokasi pesawat MH370 yang dinyatakan jatuh di perairan Samudera Hindia selatan.

HMS Tireless juga diharapkan bisa membantu menemukan blackbox yang menjadi salah satu fokus utama pencarian. Wakil kepala angkatan laut Malaysia, Panglima Datuk Seri Panglima Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin menambahkan bahwa HMS Tireless adalah kapal selam nuklir yang mampu beroperasi di lingkungan maritim paling keras, seperti Kutub Selatan. Selain itu, Inggris juga mengirim HMS Echo untuk membantu dalam pencarian.

Australia Pesimistis Terhadap Pencarian MH370
 
Australia pesimis terhadap pencarian MH370 yang belum juga menunjukan tanda-tanda baik pada Rabu (2/4). Pesimisme ini terjadi setelah tidak juga ditemukannya serpihan yang menunjukan keberadaan pesawat setelah pencarian dilakukan selama lebih dari 500 jam.
"Jika serpihan tidak juga ditemukan, kita harus berkonsultasi dengan semua pihak yang berkepentingan tentang langkah selanjutnya," ujar Marsekal Angus Houston, pensiunan Kepala Angkatan Udara Australia. Marsekal Angus juga mengatakan hal ini mungkin akan segera datang dengan kecilnya harapan keberadaan MH370 ditemukan.

Dalam pencarian MH370 di Samudera Hindia beberapa minggu ini, Australia telah melakukan banyak cara untuk memenuhi harapan masyarakat internasional. Cara ini diantaranya dengan menandakan zona-zona yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya pesawat dan kemudian mengirimkan puluhan pesawat serta pendeteksi ke tiap zona. "Pencarian ini benar-benar luar biasa sulit," ujar Tony Abbott, Perdana Menteri Australia.

Hingga saat ini, Australia masih memperluas daerah pencarian MH370. Pada Selasa (1/4) lalu sebanyak 10 kapal dan 12 pesawat menjelajahi Samudera Hindia. Lebih dari 1000 personel dikerahkan di lautan ini untuk mencari kemungkinan masih dapat ditemukannya MH370 maupun hanya petunjuk keberadaannya.

Dalam beberapa hari ke depan, Australia akan melakukan pencarian dengan Kapal Angkatan Laut Australia, Ocean Shield. Kapal ini telah dilengkapi dengan pencari kotak hitam dari Amerika Serikat yang canggih. Dengan hal ini, meski pesimis, Australia berharap tetap dapat memenuhi keinginan masyrakat internasional terutama keluarga penumpang MH370(REPUBLIKA.CO.ID)