Melanjutkan Investasi atau Pendidikan Tinggi?

Melanjutkan Investasi atau Pendidikan Tinggi?
Melanjutkan pendidikan tinggi bisa menjadi investasi diri asalkan ilmu tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan peluang karier lebih baik di masa mendatang.

KOMPAS.com - Tanya: Saya sekarang masih sendiri dan telah bekerja. Saya sedang memikirkan untuk mengambil S-2 di sebuah universitas ternama di Jakarta, dan setelah memeroleh informasi, saya cukup kaget juga mengetahui besarnya dana pendidikan yang dibutuhkan. Saya jadi ragu, apakah saya harus meneruskan niat mengambil S-2 dengan "mengorbankan" dana investasi, dan untuk sementara tidak bisa melanjutkan cicilan investasi masa depan? Baiknya bagaimana ya, pendidikan atau investasi masa depan? (Nancy, Jakarta)

Jawab:
Sebelum memutuskan untuk meneruskan rencana pendidikan atau tidak, sebaiknya Anda kaji dan pertimbangkan kembali. Apakah pendidikan S-2 ini akan menambah peluang karier di masa depan? Apa manfaat yang mungkin akan Anda peroleh setelah meraih S-2?

Bila peluang karier dan pekerjaan akan lebih baik di masa depan dengan mengambil pendidikan S-2 ini, maka biaya dana pendidikan yang akan Anda bayarkan, dapat dikategorikan sebagai "Investasi Diri".

Investasi diri merupakan investasi yang paling berharga dan akan memberikan tingkat pengembalian (return) yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis investasi mana pun. Jadi, manfaatkan dana investasi yang Anda miliki dan keleluasaan waktu saat ini (saat lajang) untuk menimba ilmu dan memperkuat kompetensi diri demi masa depan cemerlang. Pendidikan adalah investasi terbaik.

(Chic/ Freddy Pieloor, CFP, Financial Planner)