Tahap Perkembangan Payudara


Tahap Perkembangan Payudara


Payudara wanita adalah salah satu struktur tubuh yang rumit dan luar biasa. Payudara wanita mulai tumbuh pada masa puber dan terus berubah seiring dengan fluktuasi hormonnya. Biasanya payudara mulai kendur pada akhir usia 40-an. Seperti apa kondisi payudara payudara dalam setiap tahapan usia?


1. Usia 20-an

Pada masa pubertas ketika tubuh seorang gadis remaja pertama menghasilkan estrogen dalam jumlah cukup, payudaranya akan berkembang pesat, membentuk dua kerangka jaringan ikat serta sistem kelenjar, saluran, pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan saraf. Secara bersamaan, payudara juga mengembangkan sel-sel lemak yang membentuk gumpalan kelenjar payudara. Payudara juga lebih cepat terpengaruh gaya gravitasi. Untuk mencegahnya, kenakan bra yang mampu menyangga "aset" Anda ini dengan sempurna.


2. Usia 30-an

Selama kehamilan, payudara secara bertahap akan membesar. Boleh jadi bobot kedua payudara akan bertambah sebanyak setengah kilogram. Peregangan kulit di sekitar payudara akibat kenaikan berat badan juga bisa mengganggu produksi kolagen sehingga membuat kulit di sekitar payudara menjadi kendur, terutama setelah persalinan. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri sekali setiap bulan. Jika ibu atau saudari Anda memiliki riwayat kanker, lakukan mamografi di usia 35 tahun.



3. Usia 40-an

Walaupun Anda belum pernah hamil dan melahirkan, di usia ini kelenjar penghasil susu (lobule) akan mengecil sehingga payudara terlihat kendur. Penurunan berat badan yang drastis juga bisa membuat payudara terlihat kendur akibat lapisan lemak pada payudara menyusut. Push up bra bisa menyiasati hal tersebut. Mamografi disarankan setahun sekali.

4. Usia 50-an

Pada saat menopause, perubahan pada payudara yang biasanya terjadi selama siklus haid tidak terjadi lagi. Namun, risiko kanker payudara akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Pemeriksaan payudara menjadi lebih penting lagi dilakukan setelah menopause.

D. Kolostrum payudara

(Beberapa Faktor Pelindung Dalam ASI Air Susu Ibu)

Pada waktu lahir sampai bayi berusia beberapa bulan, bayi belum dapat membentuk kekebalan sendiri secara sempurna. ASI mampu memberi perlindungan baik secara aktif maupun pasif. ASI tidak saja menyediakan perlindungan yang unik terhadap infeksi dan alergi, tetapi juga merangsang perkembangan sistem kekebalan bayi itu sendiri.

ASI memberikan zat kekebalan yang belum dapat dibuat oleh bayi. Dengan adanya zat anti-infeksi dari ASI maka bayi ASI eksklusif akan terlindung dari berbagai macam infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. ASI juga ternyata mengandung zat anti-infeksi. “Sel darah putih” Setiap tetes ASI mengandung berjuta-juta sel hidup yang menyerupai sel darah putih sehingga dinamakan sel darah putih dari ASI. 

Sel-sel ini beredar dalam usus bayi dan membunuh kuman-kuman jahat. Sel yang sangat protektif ini jumlahnya sangat banyak pada minggu-minggu pertama kehidupan, saat sistem kekebalan tubuh bayi belum mampu membentuk antibodi dalam jumlah yang cukup. Setelah sistem kekebalan bayi matang maka jumlah sel-sel ini berangsur-angsur berkurang, walaupun tetap akan ada dalam

ASI sampai setidaknya 6 bulan setelah melahirkan. Selain membunuh kuman, sel-sel yang sangat berharga ini akan menyimpan dan menyalurkan zat-zat yang penting seperti enzim, faktor pertumbuhan, dan protein yang melawan kuman atau imunoglobulin.

Imunoglobulin atau antibiotik alami

ASI juga mengandung imunoglobulin, suatu protein yang beredar dan bertugas memerangi infeksi yang masuk dalam tubuh bayi. Dapat disamakan dengan suatu antibiotik alami yang tersebar di seluruh tubuh dan akan membunuh kuman-kuman jahat. Antibodi dari ASI akan melindungi bayi sampai saat sistem kekebalan tubuh bayi matang. Proses ini akan terus terjadi sampai akhir tahun pertama kehidupan bayi. Demikianlah bila sewaktu di kandungan janin mendapatkan makanan dan perlindungan dari plasenta, setelah lahir makanan dan perlindungan itu diperoleh melalui payudara.


Immunisasi Pasifdan Aktif Oleh Asi

Kolostum mengandung sel darah putih dan protein imunoglobulin pembunuh kuman dalam jumlah yang paling tinggi. Kolostrum dihasilkan pada saat sistem pertahanan tubuh bayi paling rendah. Jadi, dapat dianggap bahwa kolostrum adalah imunisasi pertama yang diterima oleh bayi. Selain itu ASI akan merangsang pembentukan daya tahan tubuh bayi sehingga ASI berfungsi pula sebagai imunisasi aktif.

Contoh imunisasi pasif oleh ASI adalah SIgA (Secretory Immunoglobulin A). SIgA adalah suatu anggota imunoglobulin yang penting. Pada minggu- pertama kehidupan ususnya masih seperti saringan yang akan membocorkan kuman–kuman dan benda asing lainnya. Di sinilah SIgA ASI akan melindungi dengan jalan menutupi kebocoran-kebocoran pada dinding usus tersebut.


Sitem Perlindungan Tubuh Yg Selalu Di Perbaharui

ASI akan memberikan perlindungan terhadap kuman-kuman sekitar bayi kita. Kuman-kuman sekitar kita akan terus berubah. Bila ada kuman baru yang masuk tubuh ibu maka tubuh akan membuat antinya. Melalui ASI, anti terhadap kuman baru ini dialirkan ke bayi sehingga bayi menjadi kebal juga terhadap bakteri baru yang akan selalu berubah. Proses imunisasi oleh ASI ini selalu akan beradaptasi untuk menghasilkan pasangan ibu-bayi dengan sistem pertahanan tubuh yang terbaik.Source : lusa.web.id