Hari Raya Nyepi 2013

Hari Raya Nyepi 2013 | Perayaan Nyepi Sebagai Langkah Penyelamatan Lingkungan
Hari Raya Nyepi 2013 | Selasa, 12 Maret 2013. Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1935 | Perayaan Nyepi Sebagai Langkah Penyelamatan Lingkungan

Ternyata Pemerintah provinsi Bali menjadikan hari raya Nyepi ini sebagai salah satu aksi nyata dalam penyelamatan lingkungan. Nyepi menurut informasi dari warga Hindu Bali adalah Catur Brata yang mempunyai beberapa makna diantaranya, amati geni ( tidak menyalakan api ), amati karya ( tidak melakukan aktifitas ), amati lelungan ( tidak bepergian ), dan amati lelanguan ( tidak bersenang-senang ).

Hari raya nyepi memang memiliki nilai positif dalam upaya penyelamatan alam, karena dengan berhantinya aktifitas selama 1 hari maka kebersihan udara di pulau bali bisa di optimalkan. Selain itu penggunaan listrik juga bisa di minimalkan. Pengalaman saya saat di Bali beberapa tahun silam, listrik harus di matikan di setiap perumahan warga termasuk di tempat kos saya.

Menurut opini saya Nyepi lebih optimal dari Car Free Day. Kalau car free day menghentikan penggunaan kendaraan bermotor yang di ganti dengan sepeda gayung atau jalan kaki, namun nyepi akan menghentikan semua aktifitas berkendara. Perayaan Nyepi memberikan kepada Bumi kita sehari atau 24 jam untuk lebih bernafas bebas tanpa dicampuri oleh polusi. Jadi 24 jam bumi kita bersih, bumi kita bernafas dengan lega, tidak dicampuri oleh CO2, tidak dicampuri oleh zat-zat kimia. 

Pada tahun ini pelaksanaan Hari Raya Nyepi jatuh pada Selasa, 12 Maret 2013. Selama 24 jam seluruh aktivitas di Bali dihentikan pada saat Nyepi termasuk penghentian aktivitas penerbangan hingga siaran radio dan televisi. Pada sore hari sebelun melaksanakan nyepi seperti biasa akan diadakan pawai ogoh-ogoh di beberapa banjar atau desa. 

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan, biasanya dalam wujud Raksasa.

Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Naraka, seperti: naga, gajah, garuda, bidadari, bahkan dewa. Proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia).

Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.

Tak lupa Dangstars Blog turut mengucapkan 

Selamat Hari Raya Nyepi kepada semua umat Hindu di dunia. Mari kita jaga keharmonisan hidup berdampingan dan bersaudara walaupun berbeda Agama.

Sumber : http://www.magetanindah.com/2013/03/perayaan-nyepi-sebagai-langkah-penyelamatan-lingkungan.html