Berhati tak Memahami, Bermata tak Melihat, Bertelinga tak Mendengar

Berhati tak Memahami, Bermata tak Melihat, Bertelinga tak Mendengar | Adalah suatu kenikmatan tersendiri dapat merantau dan menuntut ilmu di bidang keahlian yang disukai. Juga merupakan keistimewaan tersendiri juga, dapat berkenalan, berinteraksi, dan kadang berkolaborasi dengan teman-teman, sesama pencari ilmu dan juga teman-teman professional yang begitu tekun dalam kesibukan pembelajaran dan kesibukan penajaman keahliannya masing-masing. 

 Besar dari daya, upaya, dan umur yang dialokasikan untuk mempelajari ilmu tentunya adalah hal terpuji yang diharapkan dapat meningkatkan derajat si penimba ilmu/keahlian melalui cita-cita penyebaran manfaat dan perbaikan bagi lingkungan sekitar.



Sempat terbaca satu ayat Al-Quran yang cukup menyentak diri:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ

“Dan sungguh akan kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak digunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS. Al-A’raf 179)



Seiring dengan habisnya jatah umur dalam rutinitas hidup, terkadang terkuras waktu yang tersedia untuk mempelajari ilmu agama. Menyitir pelajaran dari ayat suci diatas, jelas bahwa orang-orang yang lengah untuk mempelajari ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, diperingati dengan tempat berpulang terburuk, neraka Jahanam. “Berhati tak memahami, bermata tak melihat, bertelinga tak mendengar“, suatu ungkapan puitis yang menyimpan peringatan serius bagi yang tidak melakukan proses pembelajaran untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Semoga perelungan ayat di atas menjadi motivasi bagi kita untuk memberikan tempat spesial bagi aktifitas-aktifitas pendalaman ilmu akhirat, Amin.

Segala kebenaran datangnya hanya dari Allah swt, segala kesalahan berasal dari keterbatasan diri penulis sendiri, Wallahu ‘alam bishawab.


Wassalamualaikum Wr Wb