Korban' BPJS Temui Ketua DPR

http://dangstars.blogspot.com/2014/01/korban-bpjs-temui-ketua-dpr.html
Korban' BPJS Temui Ketua DPR: Bapak Tidak Kasihan Sama Saya?
Belasan warga datang ke Gedung Nusantara III, Kompleks DPR RI, Jakarta, untuk menyuarakan keluhannya. Salah satunya Maisaroh (24). Pasien kanker nasofaring ini bahkan menanyakan simpati Ketua DPR RI, Marzuki Alie, SE, MM.

"Saya kanker nasofaring stadium 4B. Kalau sekarang pembiayaan dihentikan, proses pengobatan saya bagaimana?" ungkap Maisaroh, Kamis (16/1/2014).

Diungkapkan oleh Maisaroh, sejauh ini dirinya masih berobat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Hanya saja ia bimbang karena sejak beralih ke BPJS, jatahnya untuk periksa hanya Rp 600 ribu untuk sekali kontrol. Biaya tersebut menurutnya belum cukup, ia juga tak mampu jika diminta untuk membayar kekurangan sisanya.

"Saya sakit dari tahun 2002, sebelumnya pakai KJS dan ditanggung semuanya. Saya masih harus periksa ke dokter setiap bulan, kadang 2 pekan sekali. Kalau tidak dilanjutkan, saya takut sel kankernya tumbuh lagi," tutur wanita yang suaranya kini sudah tak bisa terdengar sempurna lagi.

Ditinggal oleh almarhumah ibunya sejak kecil dan kini ayahnya tuna netra, membuat Maisaroh harus berjuang keras menghidupi dirinya sendiri. Belum memiliki pekerjaan yang pasti pun dirasakan oleh Maisaroh menjadi beban besar.

"Saya anak tunggal, ibu sudah meninggal sejak kecil. Bapak tuna netra. Saya hidup sendiri. Saya sekolah, nyari duit sendiri juga. Tolong Pak perjuangkan saya, rakyat kecil ini. Apakah bapak tidak kasihan sama saya dan pasien-pasien tidak mampu lainnya?" paparnya.

Menanggapi hal ini, Marzuki mengungkapkan inilah yang menjadi salah satu tujuannya menerima para warga. Yaitu untuk mendengarkan kisah dan keluhan mereka secara langsung. Ia pun kemudian meminta Ketua BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut, untuk secepat mungkin melakukan tindakan dan mengkaji akar penyebab munculnya keluhan-keluhan ini.


"Tentu hari ini tidak akan bisa diselesaikan semuanya. Ini semua merupakan tanggung jawab bersama. Tapi yang pasti akan kita usahakan untuk tuntaskan sesegera mungkin, kalau bisa besok," tegas Fachmi.(detik.com)