6 Tips Aman Mengemudi Mobil Saat Hujan Lebat

6 Tips Aman Mengemudi Mobil Saat Hujan Lebat

6 Tips Aman Mengemudi Mobil Saat Hujan Lebat
Tips Mengemudi Mobil Saat Hujan. Sebuah mobil memang didesain sebagai sebuah kendaraan yang dapat digunakan dalam berbagai macam cuaca, termasuk saat hujan deras. Tetapi faktor keamanan mengemudi dikala hujan lebat, perilaku pengemudi juga menjadi faktor utama lainnya selain kondisi mobil yang prima.

Kemudian permukaan jalan yang licin saat mobil melintas membuat pengemudi harus sigap agar tidak terpeleset dan berakibat pada kecelakaan. Karena mengemudi saat kondisi hujan harus ekstra waspada dan banyak faktor lainnya yang menentukan keselamanan penumpang mobil maka akan kami bahas tips mobil tentang cara bagaimana mengemudi yang aman saat kondisi hujan.

1. Jarak Aman

Pandangan pengemudi saat turun hujan menjadi berkurang karena terganggu air yang menempel di kaca mobil. Oleh karena itu perlu ditambah jarak aman dengan mobil lain yang berada di depan. Jika saat kondisi kering jarak minimal mobil di depan adalah 2 detik, maka dalam kondisi hujan ditambah menjadi 3 detik atau 4 detik. Hal ini dikarenakan saat kondisi hujan daya cengkeram ban menjadi berkurang. Dengan jarak yang aman dapat membantu pengemudi jika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.

2. Perlambat Kecepatan Mobil

Masih berkaitan dengan pandangan pengemudi yaitu kecepatan mobil perlu sedikit diturunkan. Misalnya saja jika dalam kondisi cuaca baik saat melintas di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam maka saat kondisi hujan diturunkan menjadi 80 km/jam. Karena saat hujan akan tercipta genangan air yang bisa membahayakan dan kondisi lainnya diluar kendali pengemudi. Jadi pilih aman saja brosis!

3. Menghadapi Aquaplanning

Istilah Aquaplanning adalah kondisi ban yang mengambang akibat melewati genangan air sehingga daya cengkeram ban terhadap aspal menjadi berkurang. Biasanya hal ini terjadi saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi dan sangat berbahaya karena pengemudi bisa kehilangan kontrol. Jika terjadi demikian jangan panik, hindari menekan pedal rem secara spontan dan kurangi kecepatan secara bertahap hingga mobil berada dalam posisi normal kembali.

4. Gunakan ABS Jika Ada

Manfaatkanlah rem ABS jika harus melakukan pengereman darurat. Biasanya kebanyakan pengemudi masih enggan menekan pedal rem keras-keras karena takut tergelincir. Hal tersebut tidak berlaku jika mobil memiliki teknologi ABS karena ban tetap memiliki traksi optimal jika pedal rem ditekan keras-keras. Teknologi ABS dapat mengurangi gejala mengunci ban yang dapat menyebabkan selip.

5. Air dari Samping

Biasanya hal ini terjadi apabila ada mobil yang berlawanan arah melintasi genangan air. Pada saat ini beberapa detik pandangan pengemudi terhalang dan kebanyakan pengemudi secara spontan menekan pedal rem karena panik. Padahal hal tersebut sangat berbahaya karena menambah kemungkinan tertabrak mobil dari belakang.

Untuk menghindarinya adalah jangan panik dan perlambat kecepatan mobil secara bertahap, kemudian biarkan wiper berkerja membersihkan air yang mengganggu pandangan tadi. Untuk menghindari rasa panik yang muncul saat mengemudi mobil adalah biasakan memantau kondisi di sekitar mobil dengan bantuan spion, sehingga jika terjadi sesuatu anda sudah bisa mempertimbangkan apa yang harus dilakukan karena sudah mengetahui kondisi sekitar.


6. Penggunaan Lampu Hazard

Ketika hujan lebat hindari penggunaan lampu hazard, gunakanlah lampu besar saja untul lebih mudah dilihat pengendara lainnya. Karena lampu hazard yang berkedap kedip terus menerus akan mengganggu pandangan mobil yang ada di belakang. Cahaya lampu rem juga menjadi berkurang karena efek dari lampu hazard ini sehingga pengemudi di belakang anda menjadi kurang peka dan resiko tertabrak jadi belakang jadi meningkat.