Pengungsi Sinabung sudah bisa pulang

Pengungsi Sinabung sudah bisa pulang

MEDAN - Gunung Sinabung mulai menunjukkan tanda-tanda menuju normal. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Pemprovsu dengan BNPB, kementerian dan instansi terkait membahas penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung. Dalam rapat yang berlangsung di rumah dinas Gubsu, Jalan Sudirman, Medan hari ini.

ini juga mengemuka rencana mengembalikan 4.639 KK dan 13.828 jiwa pengungsi dari 16 desa di luar radius 5 Km jika kondisi SInabung terus menurun. Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho saat memimpin rapat menjelaskan, diperlukan kebersamaan semua pihak terutama bimbingan dan arahan serta fasilitasi dari BNPB yang sangat sarat pengalaman dalam menangani kebencanaan di dalam dan luar negeri.

"Kami berharap melalui Rakor ini terbangun sinergitas antara Pemprovsu dengan BNPB/Kementerian dan Lembaga Terkait, sehingga terbangun komitmen bersama bahwa bencana adalah urusan kita semua," katanya memberikan pengantar pada Rakor yang dipimpin langsung kepala BNPB Syamsul Maarif.

Hadir dalam rapar tersebut Kasdam/1 BB, wewakili Kapolda Sumut, dari Kementerian PU, Kementerian Pertanian dan Kementerian Pendidikan serta Kesehatan. Sementara dari Pemprovsu hadir seluruh jajaran kepala SKPD terkait Gubsu juga memberikan arahan langsung kepada pimpinan SKPD jajaran Pemprovsu menindaklanjuti apa-apa yang menjadi perhatian dari penyampaian dan arahan Kepala BNPB sebagai Komandan Satgas Nasional. Gubsu mengapresiasi peran TNI POLRI yang terus aktif dan sigap memberikan pelayanan kepada masyarakat pengungsi di Kabupaten Karo.

Rencana pemulangan pengungsi dari 16 desa diungkapkan Kepala BNPB Syamsul Maarif. Menurutnya saat ini perkembangan Gunung Sinabung dari hari ke hari semakin baik dan tenang. Sehingga diusulkan pengungsi dari 16 desa di luar radius 5 km sudah bisa kembali ke pemukiman. Rencana ini masih dalam tahap sosialisasi dan pengamatan terus menerus.

Tahap pertama, lanjutnya setelah PVMBG menyatakan bahwa radius 5 km sudah aman, maka kita akan memulangkan 16 desa dengan jumlah 4.639 KK sebanyak 13.828 jiwa.

Pemulangan baru bisa dilaksanakan dengan catatan infrastruktur desa sudah ready. Mislnya jalanan sudah bersih bisa dilalui, aliran listrik PLN harus hidup. Jika kondisi terus membaik maka masuk tahap kedua, memulangkan warga dari radius 3 km.

Makanya, kalau seandainya 16 desa ini di kembalikan ke desa masing-masing maka pemerintah juga harus memperhatikan lahan pertanian mereka baik, penyediaan bibit, benih dan alat-alat pertanian. Selain itu diberikan cash for work (padat karya) sebesar Rp.50.000,- per hari, jaminan hidup dari Kemensos Rp. 6.000, termasuk orang yang tidak mengungsi contohnya orang yang membantu pembersihan dan perbaikan lahan perkebunan pengungsi.

"Itu kalau benar-benar aman, kalau kita lihat dari hasil pemantuan di radius 5 KM pohon pisang dan talas masih tumbuh di bekas lahan yang terkena awan panas, hal ini membuktikan bahwa lahan tersebut masih bisa ditanami," kata Syamsul Maarif yang segera melaporkan perkembangan ini ke Presiden.

Untuk masalah pendidikan UN tetap dilaksanakan sesuai jadwal, maka akan disediakan tempat khusus untuk bimbingan belajar bagi ag akan segera mnak-anak pengungsi.

"Dari USU sudah siap untuk memberikan bimbingan. Juga bantuan keperluan sekolah akan disampaikan Kemendikbud berupa pakaian seragam dan keperluan proses belajar mengajar lainnya," katanya.

Untuk bantuan ke Siswa akan diberikan. Bea siwa yakni 1 juta untuk siswa SD, 1,5 untuk siswa SMP sederajat dan 2 juta untuk siswa SMA sederajat per tahunnya sedangkan untuk mahasiswa diberikan
2,1 Juta per semester.

Erupsi Mulai BerkurangSementara itu Kepa Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto menyampaikan paparan singkat tentang kondisi SInabung terkini. Antara lain dipaparkan tentang : Erupsi yang disertai awan panas yang besar terjadi pada tanggal 11 dan 16 Januari 2014, dan berangsur berkurang jumlahnya hingga saat ini.

Kemudian, pertumbuhan kubah lava dan aliran lava masih terjadi. Guguran-guguran lava pijar dari kubah /aliran lava terus terjadi ke arah Selatan-Tenggara yang mencapai jarak terjauh lk. 1500 m.

Data kegempaan didominasi oleh Gempa Guguran (400-450/hari)dan Gempa Hybrid (rata-rata 150/hari), diinterpretasikan sebagai proses pertumbuhan kubah /aliran lava masih berlangsung di Kawah G unung Sinabung. Jumlah Gempa Guguran perlahan naik sejak 23 Januari 2014. Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Low Frekuensi (LF) dan Tremor menerus masih terekam.

Data deformasi dan hiposenter gempa mengindikasikan adanya perpindahan tekanandari tempat yang dalam menuju tempat yang lebih dangkal.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya Gunung Sinabung, lanbjutnya bahwa status kegiatan Gunung Sinabung masih tetap AWAS (Level IV)

Maka. Potensi bahaya saat ini dan yang akan datang adalah: Erupsi masih berpotensi terjadi, yang menghasilkan material berukuran abu (hujan abu lebat) sampai lapili (berukuran 2-6 cm) yang ancamannya dapat mencapai radius 5 km. Erupsi juga dapat disertai awan panas yang mengarah ke Selatan dan Tenggara sejauh lk. 5 km.

Juga Pertumbuhan kubah berpotensi menimbulkan aliran lava, guguran lava pijar dan aliran awan panas yang mengancam ke arah Selatan dan Tenggara.Begitu juga Potensi longsor di lereng Utara (Lau Kawar) Gunung Sinabung masih tinggi. Pemicunya karena terdapat lubang tembusan fumarola baru yang diikuti beberapa kali kejadian longsor di lereng Utara.

Potensi untuk terjadinya lahar masih tinggi yang berasal dari endapan abu/material erupsi dan sering terjadinya awan panas dan curah hujan tinggi. Lahar berpotensi terjadi di lembah-lembah sungai yang berhulu di Gunung Sinabung.

"Untuk itu, Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas pada radius 5 km dari Kawah Sinabung. Begitu juga masyarakat di 17 Desa dan 2 Dusun yaitu : Desa Guru Kinayan, Desa Sukameriah, Desa Berastepu, DesaBekerah, Desa Gamber, DesaSimacem, Desa Perbaji, Desa Mardinding, DesaKuta Gugung, Desa Kuta Rakyat, DesaSigarang-garang, Desa Sukanalu, DesaTemberun, Desa Kuta Mbaru, Desa Kuta Tonggal, Desa Tiga Nderket, Desa Slandi dan Dusun Sibintun serta Dusun Lau Kawar agar diungsikan," ujarnya.

Untuk Masyarakat di Kecamatan Naman Teran (Desa Kebayaken, Desa Naman, dan Desa Kutambelin), yang terletak di Timur Laut dan berada di luar radius 5 km berpotensi terkena material jatuhan. Desa Kuta Tengah, DesaPintubesi, dan Desa Jeraya (Kecamatan Simpang Empat), yang terletak pada arah Tenggara bukaan kawah Gunung Sinabung dan berada di luar radius 5 km dari puncak berpotensi terkena awan panas. Keenam desa tersebut agar agar diungsikan.

dan Jika terjadi hujan abu, masyarakat untuk diam di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan memakai masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata.

Untuk masyarakat yang terganggu akibat hujan abu vulkanik lebat terutama anak – anak dan masyarakat rentan lainnya di sekitar Gunung Sinabung, dapat diungsikan sementara hingga hujan abu lebat mereda
"Bagi atap rumah masyarakat yang terkena dampak dari hujan abu vulkanik tebal, agar segera membersihkan atap bangunan, untuk mencegah robohnya atap karena beban berat," katanya.

Sehubungan masih adanya potensi terjadinya hujan maka masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar.

Diminta agara masyarakat di sekitar Gunung Sinabung untuk tetap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang erupsi Gunung Sinabung, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Karo/Muspida Karo yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas Gunung Sinabung.

Perwakilan dari USU juga memaparkan bahwa pihaknya Mulai minggu depan akan melaksanakan bimbel khususnya untuk anak SMA.

Hal ini dilakukan full hari Sabtu dan Minggu 100 orang satu kelas, hingga 5 kelas. Perwakilan dari Unimed juga menyampaikan dalam rapat bahwa Seluruh mahasiswa yang kuliah di Unimed. Yang orangtuanya adlah korban erupsi Gunung Sinabung akan dibebaskan uang kuliah.

Editor: AGUS UTAMA
(dangstars/waspada//wol)