Pengaturan Angin Ban Dalam

Agar nyaman dalam berkendaraan baik itu roda dua ,roda tiga ,dan empat atau lebih tentunya pengaturan angin ban dalam harus diperhatikan selain untuk menjaga daya tahan ban luar juga menahan daya tahan ban dalam tersebut.

Pengaturan Angin Ban Dalam disetiap mobil memiliki standarnya masing-masing.Jika tidak sesuai bisa-bisa malah menimbulkan masalah dan membahayakan keselamatan pengemudi ataupun orang lain. 

Ketidak tepatan dalam mengisi angin pada ban mobil bisa menimbulkan efek tidak nyaman saat berkendara, misalnya terjadi getaran pada mobil , oleng atau yang lainnya.


Memang Pengaturan Angin Ban Dalam harus dicermati agar ketidak nyamanan terhindar. Berdasarkan standar oabrik , tekanan angin setiap mobil berbeda-beda. tekanan pada ban yang baru dipasang jenis sedan atau station wagon seperti kijang berkisar antara 30-33 psi. untuk jenis mobil spot yang banya tipis 40 psi, sementara untuk jenis mobil pick up maupun mobil box memiliki tekanan yang berbeda , tergantung muatannya.mobil yang muatannya lebih dari satu ton , dianjurkan tekana pada roda belakangnya 50-70 psi, dan bandepannya 45 psi.


Pengaturan Angin Ban Dalam jangan dianggap sepele, tapi sebenarnya sangat penting. jika anginnya kurang dapat menyebabkan ban tidak awet dan cepat habis. Karena tekanan ban yang kurang menyebabkan dinding ban pecah-pecah dan umur ban yang biasanya satu setengah tahun hanya menjadi satu tahun saja.

Dan bila tekanan ban terlalu banyak menyebabkan ban menjadi keras, dan biasanya kurang nyaman karena tedapat getaran yang besar. tekanan ban yang berlebihan juga menyebabkan ban tidak awet. dan bisa saja menyebabkan ban pecah saat dikendarai karena mungkin terkena benda tajam atau pemuaian terhadap kondisi jalan yang panas.


Maka dari itu Pengaturan Angin Ban Dalam harus diperhatikan agar perjalanan aman , nyaman, dan terkendali.


Pedoman Isi Angin Ban Mobil Yang Tepat

Simpel dan mudah tapi kita sering kali melupakan hal yang satu ini, yaitu menjaga tekanan angin ban mobil. Pastinya sangat mudah, dan bisa dikerjakan tanpa harus repot. Cara paling murah dan mudah bawa saja ke tukang tambal ban pinggir jalan.

Siapkan uang “seceng” (Rp 1,000) untuk satu roda, artinya hanya butuh Rp 4 ribu rupiah untuk melakukan pengecekan di tukang tambal ban pinggir jalan. Yang penting pastikan tukang tambal ban pinggir jalan itu memiliki alat ukuran tekanan angin di ban.

“Pengecekan tekanan angin harus dilakukan minimal sebulan sekali. Karena normalnya tiap satu bulan, tekanan angin akan berkurang hingga 1 psi,” tambah Adang Apandi, Manager-Product Technical, PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban GT Radial dan IRC.

Dan pastikan kondisi tekanan angin di ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil. Biasanya bisa dilihat pada buku panduan atau di sticker peringatan di pilar pintu pengemudi. Tapi itu bila kondisi ban masih standar. Bagaimana bila ban sudah tidak pakai bawaan pabrik?

“Tentunya ada perlakuan khusus. Untuk ban high performance atau ban yang memiliki aspec ratio 40 series (45, 40, 35) sebaiknya tekanan anginnya dinaikan antara 10 hingga 15 persen dari rekomendasi pabrikan mobil,” jelas Adang yang mengaku patokannya ini juga sama seperti yang direkomendasikan pabrikan ban di Eropa.

Misalnya dari 30 psi menjadi 33 sampai 35 psi. Ban high performance seperti GT Radial Champiro HPY dianjurkan untuk mengapikasi tekanan angin yang agak tinggi atau menggunakan standar tekanan angin untuk ban high performance. Karena umumnya ban seperti ini memiliki grade kompon yang lebih tinggi dibandingkan ban standard.

Lalu bagaimana dengan ban yang aspec ratio atau ketinggian bannya masih sesuai rekomendasi pabrik tapi hanya berbeda diameter pelek?

“Selama masih memiliki aspec ratio yang tidak jauh berbeda dengan ban standarnya, misal 60 atau 65 serta diameternya sama. Masih bisa mengikuti rekomendasi tekanan angin yang diberikan oleh pabrikan mobil,” lanjut Adang.

Batas Toleransi Tekanan Angin Ban Motor


Tekanan Angin Ban itu jangan dianggap sepele. selain bisa membuat ban tidak awet dan kembangnya habis tidak rata, yang paling berbahaya adalah bisa menyebabkan kecelakaan. ban yang terlampau keras akan berbahaya ketika di tikungan, bisa tergelincir karena bidang ban yang menempel pada aspal itu sedikit, dan akan membuat ban cepat habis dibagian tengahnya.

Begitu juga dengan tekanan angin yang terlalu sedikit maka motor akan berat dikendalikan akan terasa tidak stabil / oleng. dan akan menimbulkan kembang habis bergelombang. Nah, sebetulnya berapa sih tekanan angin yang direkomendasikan. Untuk Ukuran Tekanan Angin Ban Sepeda Motor itu berbeda-beda setiap produk ban tersebut.

Sebagai contoh. 

Tekanan angin Ban IRC ukuran depan rekomendasinya 26 psi, dan untuk toleransinya adalah 3 psi atau maksudnya paling rendah 23 psi dan paling tinggi 29 psi. dan untuk Ban FDR di angka 29 psi, toleransinya 2 psi. yaitu di angka 27 psi dan 31 psi.

Ukuran Tekanan Angin Ban Sepeda Motor
Lalu berapa ukuran angin untuk ban dengan merk lainya, sebetulnya semuanya sudah tertera di bannya itu sendiri. atau di bungkus ban tersebut. anda biasanya melihat kode ban,

Sebagai contoh : 

di ban tertulis Max Load 375 LBS AT 32 P.S.I. Cold. artinya, kekuatan ban tersebut bisa menahan beban berat maksimal 375 Lbs atau + 170 kg. diketahui ( 1Lbs = + 450 gr ) pada tekanan angin ban 32 psi dengan kondisi ban dingin. nah dari situ kita bisa tahu kekuatan beban maksimal ban tersebut dan ukuran tekanan angin ban. jika kita tidak dalam membawa beban berat, dan ingin mengurangi sedikit tekanan angin ban, bisa mengacu pada toleransi yang dipakai di ban IRC atau FDR

Risiko ban motor kurang tekanan angin: ban pecah!

Jangan anggap sepele sering mengendarai motor dengan ban yang kurang angin. Salah satu risiko mengendarai motor dengan ban yang memiliki tekanan angin kurang adalah ban pecah!

Saat ban motor diisi dengan angin yang kurang dari standar tekanan angin yang direkomendasikan oleh pabrikan, bagian sidewall atau dinding ban mendapat tekanan yang lebih berat. Apalagi jika membawa beban berlebihan, tekanan terhadap dinding ban jadi lebih berat lagi.

Jika terus-menerus mendapat tekanan melebihi beban yang sanggup ditanggung oleh sidewall ban, benang-benang nylon yang jadi "tulang" ban bisa putus dan mengakibatkan ban pecah karena dinding ban sobek.

Bahayanya lagi, masih banyak yang beranggapan bahwa saat membawa beban berat justru Anda harus mengurangi tekanan angin ban motor karena takut pecah.


Batas Toleransi

Di ban merek IRC, toleransi atas bawah tekanan angin ban depan skubek 3 psi dari 26 psi. Artinya, ambang batas bawah 23 psi dan atas maksimal 29 psi.

Sedangkan tekanan angin ban depan FDR untuk semua jenis motor harian 29 psi. Batas tertinggi dan terendahnya 2 psi. Kalau begitu, setelan angin ban FDR 27 psi-31 psi.

Gimana seandainya tekanan angin kelewat rendah? Bentuk ban luar jadi bergelombang karena ada yang gak menyentuh aspal dan ban dalam bakal tergesek dengan ban luar,lama lama bakal bocor

Kalau kelewat tinggi tekanannya juga bikin ausnya ban tidak merata. Hanya bagian tengah saja yang habis.