Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi

Berikut ini akan dibahas manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi dalam usahanya memenuhi kebutuhan hidup.


1. Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi

Pada dasarnya selalu membutuhkan dan bahkan tidak bisa terlepas dari orang lain, manusia disebut makhluk sosial (homo socius).  Manusia adalah makhluk sosial yang hidup bermasyarakat (zoon politicon). Hidup bermasyarakat berarti hidup bersama orang lain dengan bersama-sama menaati dan mematuhi tata aturan dan hukum yang ada.

 2. Manusia sebagai Makhluk Ekonomi 

Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi


Istilah homo economicus dikemukakan oleh Adam Smith yaitu manusia adalah makhluk yang senantiasa merasa tidak puas dengan apa yang telah diperolehnya dan terus-menerus berusaha memenuhi keinginannya tersebut. 

 Sekalipun sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi, ia juga tetap harus menyeimbangkan perannya sebagai makhluk sosial (homo socius). Keseimbangan peran tersebut penting agar terjadi keharmonisan dalam bermasyarakat.

Ketidakharmonisan masyarakat terjadi akibat manusia terlalu mementingkan diri sendiri (sebagai makhluk ekonomi), atau tidak terpenuhinya kebutuhan hidup akibat terlalu berorientasi sosial.

Tindakan, Motif, dan Prinsip Ekonomi
Tindakan Ekonomi
Tindakan memilih sesuatu atau langkah yang paling baik dan paling bermanfaat bagi kehidupan manusia tersebut dinamakan tindakan ekonomi. Dengan kata lain, tindakan ekonomi adalah segala tindakan manusia yang dilandasi prinsip ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini menyangkut tindakan yang rasional yang dapat dilakukan melalui skala prioritas, yaitu mendahulukan kebutuhan yang dianggap penting dan mendesak.

Contoh : Noval lebih mendahulukan menggunakan uangnya untuk membeli makanan daripada mainan. Menurutnya, mainan hanya untuk kesenangan sesaat saja, sedangkan makanan sebagai sumber energi dalam tubuh.

Motif Ekonomi dan Motif Non-Ekonomi
 
Motif Ekonomi
Motif ekonomi artinya faktor-faktor yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi.

-  Motif untuk Mencapai Kemakmuran

Kemakmuran diartikan sebagai kondisi di mana manusia dapat memenuhi sebagian besar kebutuhannya.

-  Motif untuk Memperoleh Kekuasaan di Bidang Ekonomi

Kamu mungkin pernah mendengar istilah monopoli yang berarti orang atau perusahaan  yang berhasil menjadi produsen tanpa ada pesaing.  

Motif Nonekonomi

Motif non-ekonomi tersebut adalah sebagai berikut : 

-  Motif untuk Memperoleh Penghargaan    

Motif ekonomi ini mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan, melainkan untuk dipandang dan mendapat penghargaan dari pihak lain. Misalnya, orang memakai baju atau mobil merek tertentu    bukan semata-mata karena ia butuh baju atau mobil tersebut, melainkan agar    mendapat pujian. 

-  Motif Sosial    

Motif sosial berarti motif yang mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi untuk kepentingan pihak lain. Contohnya, setiap hari kamu menyisihkan uang sakumu  untuk kamu berikan kepada pengemis.  

Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi berbunyi: “Dengan pengorbanan sekecil-kecilnya berusaha untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya

Berikut ini adalah ciri-ciri perilaku orang yang berpegang pada prinsip ekonomi :

-  Bersikap Hemat    

Orang yang menerapkan prinsip ekonomi akan bersikap hemat. Ia tidak akan bertindak boros karena bertentangan dengan prinsip ekonomi. 

-  Menentukan Skala Prioritas    

Skala prioritas adalah daftar urutan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya.

-  Bertindak secara Rasional dan Ekonomis    

Seseorang yang menerapkan prinsip ekonomi akan bertindak rasional atau bertindak sesuai dengan nalar akal sehat. Ia akan lebih memilih sesuatu yang sudah pasti hasilnya daripada sesuatu yang masih bersifat spekulasi (adu untung/rugi). 

-  Bertindak dengan Prinsip Cost and Benefit    

Seseorang yang bertindak berdasarkan prinsip cost and benefit selalu memperhitungkan antara biaya (cost) yang dikeluarkan dengan manfaat (benefit) yang akan diperolehnya sebelum melakukan tindakan ekonomi.