Menyakiti Istri Membuat Rejeki Menjadi Seret. Benarkah?

Menyakiti Istri Membuat Rejeki Menjadi Seret. Benarkah?
Menyakiti istri. Suami adalah imam yang jadi panutan dalam keluarga. Tugas utamanya adalah memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga. Suami memiliki kedudukan paling tinggi dalam keluarga. Dengan kedudukannya tersebut, banyak suami yang lupa diri dan selalu menyakiti istri nya sebagai pendamping.

Tak jarang suami melakukan tindakan yang justru bisa melukai hati istrinya. Seorang suami yang menyakiti istrinya, bukan saja berakibat buruk pada hubungan rumah tangga, tetapi juga dapat menutup pintu rejekinya.

Bukalah pintu rejeki lebar-lebar untuk keluarga. Membahagiakan istri adalah salah satu caranya. Selain membuka pintu rejeki, membahagiakan seluruh anggota keluarga juga merupakan tanggung jawab suami.

Lalu kenapa menyakiti hati seorang istri dapat membuat rejeki menjadi seret? Berikut penjelasannya.

Menyakiti istri
Menyakiti istri membuat rejeki menjadi seret
Perasaan buruk istri akan menular

Seorang istri yang merasa sakit hati dan tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada suami, akan memendam perasaan tersebut di dalam hatinya. Perasaan itu jika dibiarkan dapat menular dan mempengaruhi anggota keluarga yang lain, terutama suami. Perasaan buruk dapat menunda rejeki yang baik untuk datang.

Jika ingin pintu rejeki terbuka lebih lebar, salah satu caranya adalah dengan menjaga perasaan istri agar tetap baik. Banyak terjadi, suami yang bertengkat dengan istrinya di rumah, ketika pergi mencari rejeki ada saja halangannya, seperti kehilangan sesuatu, pecah ban, hingga kecelakaan.
Istri menjadi tidak bersyukur

Seorang suami tidak boleh menyakiti perasaan istrinya. Doa mereka yang sedang tersakiti, apalagi istri akan segera dihijabah oleh Allah SWT. Hal tersebut juga akan membuat mereka tidak bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh suaminya.

Jika kekesalan istri pada suami sudah berlebihan, terkadang mereka justru mendoakan agar tidak diberikan rejeki yang lebih. Seorang suami yang memiliki banyak uang akan mudah berubah dan melakukan hal-hal yang tidak disukai istrinya.
Suami tidak dilayani dengan baik

Perasaan sakit hati yang dirasakan oleh istri dapat mempengaruhi perilakunya ketika melayani suami. Dalam keadaan tersebut, biasanya istri tidak ikhlas dalam melakukan sesuatu atau melayani suaminya.

Hal tersebut tentu akan berpengaruh terhadap suami ketika mencari nafkah. Perasaan tidak tenang dapat mempengaruhi pekerjaan, belum lagi menghadapi istri yang selalu muram di rumah. Akhirnya, perasaan dan pikiran negatif timbul dan menutup kebaikan dan rejeki yang datang.
Suami tidak didukung

Salah satu dampak perasaan negatif seorang istri yang timbul akibat sakit hati adalah tidak lagi mendukung suami. Apapun yang dilakukan suami, ia tidak peduli. Suami akan kehilangan semangat mencari rejeki dan kesulitan dalam menghadapi masalah pekerjaan. Suami akan berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Mempengaruhi pendidikan anak

Seorang istri yang sering dikecewakan dan memendam banyak perasaan negatif, tidak dapat diandalkan untuk mendidik anak. Semua perasaan negatif seorang istri akan berdampak kurang baik terhadap anak. Memiliki anak-anak yang shaleh dan shalihah merupakan rejeki yang tak ternilai. Rejeki bukan semata berbentuk materi. Senyum seorang anak juga merupakan rejeki bagi orang tuanya.

Dari berbagai alasan tersebut, selalu membuat istri bahagia, menjaga perasaan dan tidak menyakiti hatinya dapat membuka pintu rejeki. Sebaliknya, tidak menghargai istri dan selalu menyakitinya dapat membuat rejeki menjad seret. Semoga bermanfaat.