STPK Matauli ini sudah berdiri dan menerima mahasiswa angkatan pertama pada tahun 2016

Mulai tahun 2016, Pemkab Tapteng bekerjasama dengan Yayasan Matauli, Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Riau (UNRI) akan mendirikan Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli.

Mulai tahun 2016, Pemkab Tapteng bekerjasama dengan Yayasan Matauli, Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Riau (UNRI) akan mendirikan Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli.



Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Plt Bupati Tapteng, H Sukran J Tanjung, mantan Rektor USU Syahril Pasaribu, Dekan Akademik Fakultas Perikanan UNRI Dr Sofyan Siregar dan Ketua Yayasan Matauli Drs H Chuzairin Pasaribu di ruang kerja Bupati Tapteng, Kamis (10/12).

Plt Bupati Tapteng, H Sukran J Tanjung pada pertemuan itu menyampaikan, berdasarkan sejarah, Tapteng sejak zaman dahulu kala dikenal sebagai daerah maritim, yang dibuktikan dengan keberadaan Pelabuhan Fansyuri.

Salah satu pelabuhan niaga terbesar di dunia sejak zaman sebelum masehi. Keberadaan Tapteng yang berbatasan langsung dengan laut Aceh, Nias, Natal, hingga Australia di sepanjang Samudera Hindia, menyimpan berbagai potensi kekayaan yang luar biasa, khususnya komoditi berbagai jenis ikan. Sayangnya, walau sebagian produksi ini sudah diekspor ke mancanegara, potensi kekayaan alam ini masih belum dimanfaatkan, dikelola dan dipelihara dengan baik.

Dirinya merasa optimis, STKP akan berkembang pesat. Sebab, selain kedua jurusan sesuai dengan potensi daerah, letak Tapteng yang sangat strategis, karena berada ditengah-tengah beberapa kabupaten kota lainnya, pastinya akan menarik minat mahasiswa untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi itu.

Syahril yang juga putra daerah asli ini mengatakan,pendirian STKP ini merupakan salah satu sumbangsih para putra daerah untuk kemajuan kampung halaman.

Perlu kami laporkan, pada saat ini, rencana pendirian STKP ini sudah pada tahap pengurusan izin dari Kemenriset dan Perguruan Tinggi. Kita akan menggandeng sekaligus menjalin kerjasama dengan Universitas Riau dan Yayasan Matauli Pandan yang akan membuat komitmen bersama dengan Pemkab Tapteng,katanya.

Sementara itu Dr Sofyan Siregar mewakili UNRI menyampaikan, ada berbagai tahapan yang harus dilaksanakan untuk pendirian STKP, diantaranya penyusunan studi kelayakan, rancangan rencana strategis 2015 sampai 2020, rancangan status, penyusunan sitem organisasi tata kelola dan sistem penjamin mutuinternal, rancangan program akademik perencanaan fisik, rancangan peraturan akademik.

Kesemuanya syarat ini akan dirangkum dalam suatu pendirian Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli untuk diajukan agar mendapatkan izin pendirian dari Kemenriset dan Perguruan Tinggi. Untuk mendukung perkuliahan, STKP harus memiliki dosen sebanyak 18 orang yang setidaknya harus didukung minimal 6 orang dosen berpendidikan S2, katanya.

Selanjutnya untuk dana operasional pertama membutuhkan dana Rp 1.632.000.000 yang bersumber dari Uang Sekolah Mahasiswa sebanyak 40 orang, katanya.



Sumber (Medanbisnisdaily)