Pengertian Hilal - Hisab dan Rukyat

Pengertian Hilal - Hisab dan Rukyat
Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam.
Hilal - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
https://id.wikipedia.org/wiki/Hilal

Mungkin sebagian dari anda masih bingung apa pengertian hilal, dan mengapa setiap menjelang puasa dan lebaran selalu dimusyawarahkan oleh pemerintah dan ulama. Ada dua cara menentukan hilal yaitu dengan metode rukyat dan hisab. Biasanya selalu ada perdebatan antara metode rukyat dan hisab. Namun kita disini tidak membahas mana yang benar, hanya menjelaskan pengertian hilal tersebut.


Hilal adalah sebutan bahasa Arab untuk bulan yang muncul saat tanggal 1, 2 dan 3. Bulan yang muncul saat tanggal 4 dan seterusnya disebut qamar. Hilal merupakan fenomena tampakan Bulan yang dilihat dari Bumi setelah ijtimak atau konjungsi. Perbedaan tempat dan waktu di Bumi mempengaruhi tampakan hilal. Hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya Matahari atau mega senja. Dengan demikian hilal ini baru dapat diamati sesaat setelah Matahari terbenam.

Jadi pengertian hilal adalah sabit bulan baru yang menandai masuknya bulan baru pada sistem kalender Qomariyah atau Hijriah.

Kapan melihat hilal?

Hilal dilihat saat matahari terbenam di tanggal 29. Bentuk hilal berupa bulan sabit kecil yang muncul ketika matahari terbenam penuh. Kalau bentuknya bundar maka itu bukanlah hilal, melainkan qamar di akhir bulan berjalan.

Untuk memahami pengertian hilal ini saya gunakan contoh misalnya saat ingin menentukan tanggal 1 Ramadhan, orang-orang harus berkumpul untuk melihat hilal pada tanggal 29 Sya’ban. Tempat berkumpul jelas di tempat yang memudahkan untuk melihat matahari terbenam, yaitu di tempat yang tidak terhalang gunung atau gedung, seperti laut atau padang pasir.

Ketika matahari terbenam maka orang-orang mulai melihat dengan mata telanjang atau alat, apakah muncul bulan sabit kecil atau tidak. Kalau muncul, berarti telah masuk 1 Ramadhan. Kalau tidak, entah karena memang tidak tampak atau karena mendung, berarti bulan Sya’ban harus digenapkan menjadi 30 hari.

Hari setelah 30 Sya’ban otomatis adalah hari bertanggal 1 Ramadhan, karena bulan-bulan di kalendar hijriah bilangannya hanya dua, kalau bukan 29 pasti 30. Beda dengan kalendar Masehi yang terdiri dari 28, 29, 30 dan 31 hari. Dengan contoh ini semoga anda sudah bisa memahami pengertian hilal.


Hilal adalah sabit bulan baru yang menandai masuknya bulan baru pada sistem kalender Qomariyah atau Hijriah. Hilal merupakan fenomena tampakan Bulan yang dilihat dari Bumi setelah ijtimak atau konjungsi. Perbedaan tempat dan waktu di Bumi mempengaruhi tampakan hilal. Hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya Matahari atau mega senja. Dengan demikian hilal ini baru dapat diamati sesaat setelah Matahari terbenam.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tampakan hilal. Hal ini menyangkut kriteria visibilitas hilal. Kedudukan Bumi, Bulan, dan Matahari memungkinkan tinggi dan azimut Bulan dapat dihitung saat Matahari terbenam. Demikian halnya dengan beda tinggi dan jarak sudut antara Bulan dan Matahari. Tidak kalah pentingnya adalah faktor atmosfer dan kondisi pengamat yang ikut menentukan kualitas tampakan hilal.


Secara harfiyah HISAB bermakna ‘perhitungan’. Di dunia Islam istilah ‘hisab’ sering digunakan sebagai metode perhitungan matematik astronomi untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.

Penentuan posisi matahari menjadi penting karena umat Islam untuk ibadah shalatnya menggunakan posisi matahari sebagai patokan waktu sholat. Sedangkan penentuan posisi bulan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam Kalender Hijriyah. Ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat orang mulai berpuasa, awal Syawal saat orang mengakhiri puasa dan merayakan Idul Fitri, serta awal Dzulhijjah saat orang akan wukuf haji di Arafah (09 Dzulhijjah) dan hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).


Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis.

Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya. Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.

Nah itu dia tadi pengertian Hilal, Hisab, dan Rukyat? dan semoga saja dalam memahami dan memaknai semua ini para ulama kita tidak terlalu berlarut-larut dalam perbedan seputar Hilal.