Cara Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan

Pemimpin biasanya didapati pada struktur militer, karena dasar dari militer dibangun dengan kepemimpinan. Kepemimpinan itu sendiri tidak harus bergaya militer, tetapi memiliki banyak kesamaan. Dan faktor manusia berlaku untuk kedua kasus tersebut.

Kepemimpinan tidak terbatas hanya pada bisnis, pemerintahan ataupun layanan berbasis sosial serta organisasi. Pada akhirnya, kepemimpinan adalah tentang memimpin diri Anda sendiri sehingga Anda bisa memimpin orang lain, dan juga Anda bisa mengerti kebutuhan orang lain. Kepemimpinan harus dimulai dari dasar, agar bisa menjadi lebih luas.



1. Pertimbangkan bagaimana kepemimpinan berperan dalam pekerjaan Anda. Seorang pemimpin harusnya menginspirasi dan memotivasi serta memastikan tim nya bekerja, tetapi jika pemimpin tidak memiliki kekuatan untuk menyelesaikan deadline, ataupun tidak mampu meneruskan serta bertindak berdasarkan masalah, maka kualitas kepemimpinan akan gagal karena ketidak mampuannya untuk bertindak dan menyelesaikan masalah, serta kehilangan rasa hormat dari anggota tim Anda.

2. Analisa kekuatan dan kelemahan Anda untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan Anda. dalam bisnis, hal ini dapat dilakukan dengan analisa SWOT, yaitu Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats. Analisa ini juga bisa Anda lakukan untuk kepemimpinan pribadi. Metode ini dapat Anda lakukan dengan menuliskan hal yang Anda rasa kekuatan, kelemahan, dan sebagainya, dan lalu mempersilahkan orang lain memberikan opini terhadap Anda. Hal ini membuat Anda menciptakan aliran ide serta membuat Anda dapat melihat masalah yang mungkin tidak Anda sadari.

3. Pertimbangkan apakah perasaan pribadi Anda itu dan dimanakah kekurangan kualitas standar kepemimpinan Anda, sambil Anda bertindak sesuai dengan hal tersebut. Dengan ini Anda bisa mengetahui kekurangan Anda sendiri. Jika Anda pemimpin sebuah tim tetapi Anda tidak memiliki rasa hormat untuk posisi ataupun untuk tim Anda, maka nantinya masalah yang akan menunggu Anda didepannya. Selesaikan masalah yang ada dengan membangun kualitas pada fondasi dan memperbaiki ataupun menyingkirkan bagaian yang rusak dalam struktur tim.

Ironisnya, mungkin bahkan tragisnya, orang-orang terus menjaga perasaan pribadi mereka dari pekerjaan sejauh mungkin, tetapi sebenarnya ‘perasaan pribadi’ adalah wawasan dari pemahaman manusia dan ‘bisnis’ berasal dari manajemen pengalaman Anda. kekurangan dari pemisahan ini adalah seseorang tidak mengerti kegagalan diri mereka sendiri, dan akan terus-menerus memiliki masalah yang sama pada hal pribadi serta bisnis mereka, dan tidak dapat mengatasi hal ini. Kedua hal ini harus berjalan beriringan dengan kesadaran, serta pemahaman luas terhadap sebab akibat, tindakan dan hasil.