Penjagaan di Kaki Gunung Sinabung Diperketat

Penjagaan di Kaki Gunung Sinabung Diperketat
Pemukiman warga di Desa Sigarang Garang masih ditutupi debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (24/1/2014).

Pemerintah akan melakukan relokasi bagi warga yang bermukin di radius 3 kilometer dengan membangun hunian tetap dengan lahan seluas 25 hektar di daerah yang berjarak 5-7 kilometer. Erupsi Gunung Sinabung menyebabkan ribuan hektar tanaman di kawasan kaki gunung rusak dan sedikitnya 26.298 warga mengungsi. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji

Koordinator Media Center Posko Tanggap Darurat Letusan Gunung Sinabung, Johnson Tarigan, mengatakan aparat keamanan akan memperketat penjagaan di jalan-jalan tikus menuju kaki gunung terutama yang dalam radius 5 kilometer dari kawah.

Ini dilakukan agar musibah awan panas yang merengut nyawa tidak terulang lagi.

“Sekarang ada empat anggota Koramil yang terus berpatroli. Untuk mengantisipasi kejadian ini tidak terulang lagi, larangan untuk masuk ke radius 5 kilometer akan dipertegas. Penjagaan juga akan diperketat,” katanya kepada www.tribun-medan.com via telepon, Sabtu (1/2/2014) malam.

Johnson mengatakan, banyak penduduk dari luar daerah yang datang ke kampung-kampung di kaki Gunung Sinabung.

“Mungkin ini sesuatu yang baru bagi mereka. Jadi banyak yang melihat-lihat dan berfoto disana. Selama ini memang jika ketahuan patroli, mereka hanya dianjurkan untuk meninggalkan daerah yang berbahaya itu. Tapi sekarang akan dipertegas larangannya,” kata Johnson.

Empat belas orang meninggal dunia karena sengatan awan panas siang tadi. Tiga orang lainnya yang mengalami luka bakar sedang dirawat di RS Efarina Etaham. Proses pencarian akan dilanjutkan Minggu pagi karena diduga masih ada korban lainnya.

(ton/tribun-medan.com)