Cara Menggunakan Multimeter - Multitester

http://dangstars.blogspot.com/2014/11/cara-menggunakan-multimeter-multitester.html
Multimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur Voltage (Tegangan), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm (Hambatan/resistansi) dalam satu unit. Multimeter sering disebut juga dengan istilah Multitester atau AVOMeter (singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter). Terdapat 2 jenis Multimeter dalam menampilkan hasil pengukurannya yaitu Analog Multimeter (AMM) dan Digital Multimeter (DMM).

Sehubungan dengan tuntutan akan keakurasian nilai pengukuran dan kemudahan pemakaiannya serta didukung dengan harga yang semakin terjangkau, Digital Multimeter (DMM) menjadi lebih populer dan lebih banyak dipergunakan oleh para Teknisi Elektronika ataupun penghobi Elektronika.

Dengan perkembangan teknologi, kini sebuah Multimeter atau Multitester tidak hanya dapat mengukur Ampere, Voltage dan Ohm atau disingkat dengan AVO, tetapi dapat juga mengukur Kapasitansi, Frekuensi dan Induksi dalam satu unit (terutama pada Multimeter Digital).

Beberapa kemampuan pengukuran Multimeter yang banyak terdapat di pasaran antara lain :

  • Voltage (Tegangan) AC dan DC satuan pengukuran Volt
  • Current (Arus Listrik) satuan pengukuran Ampere
  • Resistance (Hambatan) satuan pengukuran Ohm
  • Capacitance (Kapasitansi) satuan pengukuran Farad
  • Frequency (Frekuensi) satuan pengukuran Hertz
  • Inductance (Induktansi) satuan pengukuran Henry
  • Pengukuran atau Pengujian Dioda
  • Pengukuran atau Pengujian Transistor

Bagian-bagian penting Multimeter

Multimeter atau multitester pada umumnya terdiri dari 3 bagian penting, diantanya adalah :

Display
Saklar Selektor
Probe

Gambar dibawah ini adalah bentuk Multimeter Analog dan Multimeter Digital beserta bagian-bagian pentingnya.Bagian-bagian Multimeter (Multitester)
Cara Menggunakan Multimeter untuk Mengukur Tegangan, Arus listrik dan Resistansi

Berikut ini cara menggunakan Multimeter untuk mengukur beberapa fungsi dasar Multimeter seperti Volt Meter (mengukur tegangan), Ampere Meter (mengukur Arus listrik) dan Ohm Meter (mengukur Resistansi atau Hambatan)

1. Cara Mengukur Tegangan DC (DC Voltage)

http://dangstars.blogspot.com/2014/11/cara-menggunakan-multimeter-multitester.html
Atur Posisi Saklar Selektor ke DCV
Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 6 Volt, putar saklar selector ke 12 Volt (khusus Analog Multimeter)
**Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang lebih tinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.

Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Probe Merah pada terminal Positif (+) dan Probe Hitam ke terminal Negatif (-). Hati-hati agar jangan sampai terbalik.
Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

Cara mengukur Tegangan DC

http://dangstars.blogspot.com/2014/11/cara-menggunakan-multimeter-multitester.html

2. Cara Mengukur Tegangan AC (AC Voltage)

  • Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV
  • Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 Volt, putar saklar selector ke 300 Volt (khusus Analog Multimeter)
**Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.
Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk Tegangan AC, tidak ada polaritas Negatif (-) dan Positif (+)

Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.



3. Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)

  • Atur Posisi Saklar Selektor ke DCA
  • Pilih skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Jika Arus yang akan diukur adalah 100mA maka putarlah saklar selector ke 300mA (0.3A). Jika Arus yang diukur melebihi skala yang dipilih, maka sekering (fuse) dalam Multimeter akan putus. Kita harus menggantinya sebelum kita dapat memakainya lagi.
  • Putuskan Jalur catu daya (power supply) yang terhubung ke beban,
  • Kemudian hubungkan probe Multimeter ke terminal Jalur yang kita putuskan tersebut. Probe Merah ke Output Tegangan Positif (+) dan Probe Hitam ke Input Tegangan (+) Beban ataupun Rangkaian yang akan kita ukur. 
Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar berikut ini.
Baca hasil pengukuran di Display Multimeter
http://dangstars.blogspot.com/2014/11/cara-menggunakan-multimeter-multitester.html

4. Cara Mengukur Resistor (Ohm)
http://dangstars.blogspot.com/2014/11/cara-menggunakan-multimeter-multitester.html
  • Atur Posisi Saklar Selektor ke Ohm (Ω)
  • Pilih skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda “X” yang artinya adalah “Kali”. (khusus Multimeter Analog)
  • Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik.
  • Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. (Khusus untuk Analog Multimeter, diperlukan pengalian dengan setting di langkah ke-2)Cara Mengukur Resistor (OHM)




Cara menggunakan avo meter atau multimeter lengkap dari awam sampe bisa

Sebagai hobi elektronika, anda pastilah wajib bisa menggunakan avo meter, Langsung saja ya. Sebelumnya mari kita mengetahui arti avo meter ini.

Memahami Avometer
Avometer berasal dari "AVO" dan "meter". 'A' berarti ampere, untuk mengukur arus listrik.
'V' berarti tegangan, untuk mengukur tegangan atau tegangan. 'O' berarti ohm, untuk mengukur ohm atau hambatan. Dan meter adalah satuan atau ukuran. Sering disebut sebagai AVO meter Multimeter atau Multitester. Secara singkat AVO meter adalah alat untuk mengukur arus, tegangan, arus bolak-baik (AC) Arus searah (DC), hambatan dan listrik.

AVO meter adalah alat yang sangat penting dalam setiap pekerjaan elektronika karena dapat membantu menyelesaikan pengukuran mudah dan cepat. Tapi sebelum menggunakannya, pengguna harus mengetahui terlebih dahulu jenis AVO meter dan bagaimana menggunakannya untuk menghindari kesalahan dalam penggunaannya dan akan menyebabkan kerusakan pada AVO meter.

Berdasarkan prinsip kerja, ada dua jenis AVO meter:

1. AVO meter analog (menggunakan jarum putar / kumparan bergerak).
AVO meter menggunakan jarum sebagai skala analog pointer. Untuk mendapatkan hasil
pengukuran. Hasilnya harus dibaca dengan jangkauan atau skala. Keakuratan hasil pengukuran AVO meter analog dipengaruhi oleh lebar pointer skala, getaran dari pointer, keakuratan pencetakan gambar angka, kalibrasi nol, jumlah rentang skala.

Dalam pengukuran menggunakan AVO meter Analog, kesalahan pengukuran dapat terjadi karena kesalahan dalam pengamatan (ini adalah hal yang wajar, Dan nilai kesalahan karena penglihatan ini biasanya sangat kecil).

2. AVO meter digital (menggunakan display digital).
Pada AVO meter digital, hasil pengukuran dapat dibaca langsung dalam bentuk angka (digit).

Tapi yang akan saya bahas disini adalah cara menggunkan AVO meter analog, yang memang cara membacanya tidak seperti avo meter digital yang hasil pengukurannya langsung terbaca di layar.

Mengenal bagian-bagian multimeter.

berikut bagian-bagian avo meter dan penjelasannya. Agar anda lebih mudah mempelajarinya.

angka penunjuk : ini adalah gambar angka angka berbentuk melengkung terlihat pada layar dengan banyak angka. Pointer ini menunjukkan nilai-nilai membaca hasil pengukuran.

jarum: ini adalah garis hitam tipis di bagian paling kiri posisi gambar. Jarum bergerak ke nilai yang terukur.

Garis berbentuk busur. Terdapat beberapa bersusun dengan beberapa warnA dengan nilai angka masing-masing tiap garisnya. Garis-garis ini mewakili nilai pada tiap jenis pengukuran (tegangan, hambatan atau arus).

Permukaan seperti cermin yang sedikit lebih lebar dari pada garis-garis tadi, namun sejajar. Cermin digunakan untuk membantu mengurangi kesalahan saat melihat hasil pengukuran.

Sebuah saklar pemilih atau tombol: ini memungkinkan mengubah fungsi Atau memilih apa yang mau di ukur(volt, ohm,ampli) dan skala (x1, x10, dll) dari meter. Beberapa fungsi memiliki beberapa skala.

Hal ini penting untuk memilih atau men set jenis yang akan di ukurdengan benar, karena kerusakan bisa terjadi atau membahayakan diri anda mungkin terjadi.

Kebanyakan meter menggunakan jenis tombol pemilih pada posisi off, tetapi ada juga yang tidak. Terlepas dari itu, mereka sama. Beberapa meter memiliki "Off" saklar pemilih sementara yang lain memiliki tombol terpisah untuk membuat meteran off. Meter harus di set ke "Off" bila disimpan.

Jack atau lubang probe untuk melakukan pengukuran. Kebanyakan multimeter
memiliki beberapa jack. Yang umumnya avo meter memiliki hanya dua probe (probe adalah benda kecil seperti pulpen dengan kabel yang terhubuNg pada avo meter, digunakan untuk menyentuh titik yang akan diukur). Satu biasanya berlabel "COM" atau (-), untuk umum dan negatif. Ini adalah tempat probe hitam terhubung.
Ini akan digunakan untuk hampir setiap pengukuran diambil. Yang lainnya jack
diberi label "V" (+) dan simbol Omega ( tapal kuda terbalik atau lambang ohm) untuk Volt dan Ohm. Simbol + dan - mewakili polaritas probe ketika diatur untuk dan pengujian volt DC. Jika probe dipasang sesuai petunjuk diatas, maka probe merah akan positif dan negatif untuk probe hitam.

Banyak meter memiliki jack tambahan yang diperlukan untuk tes tambahan atau untuk tegangan tinggi. Hal ini sama pentingnya untuk memastikan probe terhubung ke jack yang tepat, karena fungsi pada saklar pemilih dan jenis tes (volt, amp, ohm) set. Semua harus benar. Baca buku manual meteran jika Anda tidak yakin mana jack harus digunakan.

probe : Harus ada 2 probe. Umumnya, satu hitam dan merah. perangkat baterai dan sekering: Biasanya ditemukan dalam avo meter, tapi kadang- kadang di samping. Ada stan sekering (untuk cadang), dan baterai yang memasok listrik ke meteran untuk tes resistensi atau hambatan. Avo meter dapat memiliki lebih dari satu baterai dan mungkin ukurannya yang berbeda. 

Sebuah sekering disediakan untuk membantu melindungi avo meter. Kadang-kadang ada lebih dari satu sumbu.
Sekering yang baik diperlukan agar avo meter berfungsi. Baterai terisi penuh sangat disarankan dan diperlukan untuk tes resistansi / kontinuitas.

Tombol kalibrasi nol: Ini adalah tombol kecil biasanya terletak di dekat tombol yang
berlabel "Ohm Adjust" atau serupanya. Ini hanya digunakan dalam ohm atau pengukuran resistensi atau hambatan, karena setiap perpindahan skala ohm pada saklar pilih (1x, 10x, dll) saat pengukuran hambatan harus selalu dilakukan kalibrasi nol. 

Cara Melakukan kalibrasi ini adalab dengan kedua probe dihubungkan bersama (menyentuh satu sama lain), kemudian Putar kenop perlahan untuk memindahkan jarum sedekat mungkin dengan posisi 0 pada skala Ohm (posisi 0 pada skala ohm terletak pada bagian sebelah kanan layar). Jika baterai baru, ini harusnya mudah dilakukan. jarum yang tidak mudah ke nol, ini menunjukkan baterai lemah yang harus diganti.

Ok. Sekarang kita mulai cara menggunakan avo meter untuk tiap tipe pengukuran. Sebagai berikut :

Menggunakan Fungsi Ohm untuk Mengukur Resistansi.
Mengatur multimeter untuk Ohm atau Resistansi (hidupkan avo meter jika memiliki saklar daya yang terpisah). Harap diketahui bahwa resistansi dan arus adalah berlawanan (ini untuk menghindari kesalah pahaman karena saklar pilih untu resistansi dan arus itu sama) . Ketika multimeter mengukur resistansi dalam ohm, tidak dapat mengukur arus. logikanya, Ketika ada sedikit hambatan maka ada banyak arus.

Sebaliknya, ketika ada banyak hambatan, ada sedikit arus. Dengan pemikiran
ini, ketika kita mengukur resistensi kita dapat membuat asumsi tentang aliran arus didasarkan pada nilai-nilai hambatan yang diukur.

Amati indikasi meteran. Jika probe tidak berhubungan dengan apa pun, jarum atau penunjuk dari meter analog akan beristirahat di paling kiri posisi. Ini merupakan jumlah tak terbatas untuk nilai resistensi, atau "rangkaian terbuka", ("∞" atau angka "8" tidur untuk lambang tak terhingga) kemudian dilanjutkan angka-angka besar dan secara bertahap mengecil sampai angka 0 di sebelah kanan. Ini adalah kebalikan dari skala lain, mereka memiliki nilai terendah di sebelah kiri dan meningkat ke arah kanan.

Hubungkan probe hitam ke jack ditandai "negatif " atau "-".
Hubungkan probe merah ke jack ditandai dengan Omega (simbol Ohm) atau huruf "R" di dekatnya.
Tetapkan skala saklar (jika tersedia) ke R x 100. satukan probe. jarum avo Meter harus
bergerak penuh ke arah kanan. Cari tombol adjust ohm dan putar sehingga avo meter menunjukkan "0" (atau sedekat dekat nya dengan "0").

Perhatikan bahwa posisi ini adalah "hubungan pendek" atau "nol ohm" indikasinya.
Selalu ingat untuk " kalibrasi nol" ini pada avo meter segera setelah mengubah skala ohm.
Ganti baterai (jika diperlukan). Jika Anda tidak dapat membuat jarum ohm meter ke nol, ini mungkin berarti baterai lemah dan harus diganti. Coba lagi langkah diatas lagi dengan baterai baru.

Coba ukur sesuatu seperti bola lampu yang Anda tahu baik. Cari dua titik kontak listrik dari bola lampu. kemudian Saksikan bergeraknya jarum dari beristirahat di sebelah kiri dan bergerak cepat menuju 0 di sebelah kanan.

Cobalah skala ohm yang berbeda. ubah Skala avo meter ke R x 1. Kalibrasi avo meter lagi
untuk skala ini. Ulangi langkah di atas. Amati bagaimana jarum avo meter tidak bergerak ke kanan sejauh seperti sebelumnya. Skala resistensi telah diubah sehingga setiap nomor pada skala R dapat dibaca langsung. Dalam langkah sebelumnya, setiap angka mewakili nilai yang 100 kali lebih besar. Dengan demikian, jika terbaca nilAi ohm adalah150 makA menjadi 15.000. Sekarang, Rx1 maka150 adalah 150. Seandainya R x 10 skala dipilih, 150 akan menjadi 1.500.

Skala yang dipilih adalah sangat penting untuk pengukuran yang akurat. Dengan pemahaman inilah dasar mempelajari skala R. dan skala ini tidak seperti skala lainnya. Nilai disisi kiri lebih sulit untuk secara akurat dibaca daripada di sebelah kanan. coba untuk membaca 5 ohm pada meteran sementara di R x 100 kisaran akan terlihat seperti 0. Ini akan jauh lebih mudah di R x 1 skala gantinya. Itulah sebabnya ketika menguji resistance, menyesuaikan rentang Skala dilakukan sehingga pembacaan dapat diambil dari sekitar tengah antarasisi kiri atau kanan.
Coba Uji resistensi antara kedua tangan Anda. atur Avo meter untuk yang nilai R x setinggi mungkin. Lakukan kalibrasi ohm meter. pegang probe di masing-masing tangan Dengan longgar dan baca avi meter. Kemudian kuatkan pegangan kedua probe dengann erat. Perhatikan resistansi berkurang. 
Lalu Coba Lepaskan probe dan basahi tangan. Pegang probe lagi. Perhatikan bahwa hambatan menjadi yang lebih rendah.
Untuk alasan ini, sangat penting bahwa probe tidak menyentuh apa pun selain perangkat yang diuji. ini karena manusia dapat menjadi penghantar yang dapat mempengaruhi kekauratan pengukuran. seperti ketika tangan anda menyentuh probe. P

Menggunakan Volts Fungsi untuk Mengukur Tegangan.

Atur avo meter untuk skala tertinggi yang disediakan untuk skala AC Volts pada saklar. Sering kali, tegangan yang akan diukur memiliki nilai yang tidak diketahui. Untuk alasan ini, skala tertinggi dipilih, sehingga sirkuit avo meter dan spul jarum tidak akan rusak oleh tegangan yang lebih besar dari yang diharapkan. 

Jika skala avo meter yang ditetapkan untuk 50 volt dan digunakan mengukur stopkontak listrik yang umumnya memiliki tegangan 220 volt, maka ini akan merusak avo meter. Maka Mulailah dari skala tertinggi, dan kemudian menurun ke bawah hingga skala terendah sampai nilainya dapat dibaca dengan mudah.
Masukkan probe hitam dalam "COM" atau "-" jack.
Masukkan probe merah pada "V" atau jack "+".

Cari skala tegangan. Mungkin ada beberapa skala Volt dengan nilai maksimum yang berbeda. Kisaran yang dipilih oleh tombol pemilih menentukan skala tegangan mana yang dibaca pada layar. angka skala Tegangan, tidak seperti angka skala Ohm, skala tegangan adalah linear atau beraturan. Skala tegangan Ini berfungsi mempermudah pembacaan. 

Misalnya tentu saja akan jauh lebih mudah dan akurat membaca 24 volt pada skala 50 volt dari pada skala 250 volt, di mana ia mungkin terlihat seperti diantar antara 20 dan 30 volt.

Coba Uji stopkontak listrik rumah anda. Kisarannya umumnya 220 volt atau 240 volt bahkan ada yang hingga 380 volt. Masukan probe hitam ke dalam salah satu lubang cok. Kemudian Masukkan probe merah ke lubang cok lainnya. avo Meter akan menunjukkan tegangan disekitar 220 atau 240 volt (tergantung pada jenis stopkontak yang diuji).

Lepaskan probe, dan memutar tombol pemilih ke kisaran terendah yang ada tapi harus lebih besar dari tegangan yang uji tentunyA (220 atau 240).

Masukkan kembali probe lagi seperti yang dijelaskan sebelumnya. Maka avo Meter dapat
menunjukkan angka yang lebih tepat sekarang. Pengaturan skala avo meter penting
untuk mendapatkan pengukuran yang akurat.

Jika jarum tidak bergerak, ada kemungkinan anda memilih skala DC bukan AC. AC dan DC tidak kompatibel. PastikAn skalanya benar . Jika tidak diatur dengan benar, penggunaan yanv keliru akan membuat tegangan tidak terbaca. Jika jarum tidak bergerak juga, Pastikan untuk mencoba kedua mode jika jarum avo meter tidak bergerak. atur meter untuk modus AC dan coba lagi.

Menggunakan Amps Fungsi untuk Mengukur Ampere
Tentukan tipe tegangan, AC atau DC dengan mengukur tegangan rangkaian seperti diuraikan diatas. atur avo meter pada skala yang tertinggi AC atau DC untuk skala Amp didukung. 

Jika rangkaian yang akan diuji adalah AC tapi meteran hanya bisa mengukur arus amp DC (atau sebaliknya), maka jangan dilanjutkan, karena tipe tegangan yang salah akan membuat avo meter tidak bekerja.

Untuk diketahui, bahwa kebanyakan multimeter hanya dapat mengukur jumlah arus yang sangat kecil, yaitu pada skAla mA atau UA (mikro amper). 1 UA adalah 0,000001 amp dan 1 mA adalah 001 amp. Ini adalah nilai-nilai arus yang mengalir hanya di sirkuit elektronik yang paling kecil, dan ribuan (bahkan jutaan) kali lebih kecil dari nilai arus pada sirkuit rumah dan otomotif. 

Contoh , jika lampu memiliki dayA 100W / 220V maka akan memerlukan arus 0,833 Amps, jumlah arus ini kemungkinan akan merusak avo meter.

Sebagai alternatif gunakan Tang meter. 
Tang meter adalah jenis amp meter ideal untuk kebutuhan pengukuran arus bernilai besar, dan penggunaannya tidak perlu kontak langsung pada kabel yang akan diukur saat melakukan pengukuran.
.
Demikian tentang bahasan Cara Menggunakan Multimeter – Multitester semoga bermanfaat